Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadi Rekam Jejak Penanganan Covid-19, Buku Vaksinasi Covid-19 Diluncurkan

Kompas.com - 11/08/2022, 17:30 WIB
Kiki Safitri,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Jejak rekam Covid-19 yang diawali pada tahun 2020, hingga penanganannya hingga kini dituangkan dalam buku Vaksinasi Covid-19 yang diluncurkan hari ini, Kamis (11/8/2022) di Kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Peluncuran buku vaksinasi ini dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Riau Syamsuar, dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah. Dalam sambutannya, Airlangga mengatakan seluruh kebijakan yang dilakukan sepanjang pandemi Covid-19 tercatat dalam buku tersebut.

Airlangga mengatakan, peluncuran buku Vaksin Covid-19 ini juga merekam terkait dengan perkembangan vaksin di Indonesia selama pandemi Covid-19, yang dalam perkembangannya ada pencatatan lini masa dari kebijakan.

“Seperti terlihat, ini kebijakan pemerintah yang dilakukan selama 2 tahun dan kebijakan ini adalah arahan bapak presiden, dengan gas dan rem, serta evaluasi setiap minggu,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Baca juga: Menko Airlangga Minta Rumah Sakit Bantu Akselerasi Pemberian Vaksin Booster ke Masyarakat

Airlangga mengatakan, peluncuran buku Vaksinasi Covid-19 ini berada dalam timeline yang sangat tepat, dan menjelaskan rincian apa yang sudah dikerjakan pemerintah dalam menekan kasus Covid-19 dalam dua tahun terakhir.

“Covid-19 ini reform banyak hal, dan bagaimana kita memastikan kesiapan Rumah Sakit, termasuk (instalasi) pernapasan, serta mempersiapkan industri yang memproduksi oksigen,” lanjutnya.

Dengan kebijakan yang ada, Airlangga memastikan kebijakan pemerintah mampu menekan kasus Covid-19 di tanah air. Ini terbukti dari capaian vaksinasi yang sudah menembus 400 juta. Demikian juga dengan kasus Subvarian Omicron BA4 dan BA5, juga berhasil ditekan.

“Hari ini, BA5 alhamdulilah, kasus kita dalam rata-rata seminggu sekitar 6.000-an, dibandingkan dengan AS yang diatas 100.000, dan Jepang dua kali lipat dari AS, juga di negara Eropa dan lainnya. Tentu pengalaman ini perlu dibukukan sebagai pelajaran bagi kita untuk menghadapi pendemi lain kedepannya,” tegas Arlangga.

Baca juga: Apakah Konflik China-Taiwan Berdampak ke Indonesia? Ini Kata Menko Airlangga

Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, penanganan Covid-19 di tanah air adalah pengalaman yang luar biasa baginya. Dia bilang, Indonesia berhasil menekan kasus Covid-19 karena memiliki modal sosial yang luar biasa.

“Banyak teman saya dari Menteri Kesehatan, kok Indonesia bisa secepat itu, saya sampaikan secara bercanda, bukan menteri kesehatannya yang kerja, yang kerja yang kordinir adalah 3 menko, menko perekonomian, maritim dan investasi, dan menko PMK. Kemudian juga TNI dan Polri,” ujarnya.

“Indonesia bisa berhasil karena punya modal sosial yang luar biasa. Tugas kita hanya merajut dan menggabungkan agar modal sosial ini bisa diterjemahkan mnajdi modal sosial untuk menyelesaikan vaksinasi ini. Ini merupakan karya kita bersama,” lanjut Budi.

Monty Giriana Deputi III Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset, dan Inovasi Kemenko Perekonomian menjelaskan, buku ini merupakan catatan berbagai upaya pemerintah Indonesia dalam menaganani pandemi Covid-19 khususnya vaksinasi.

“Buku ini merupakan pengalaman, upaya perumusan kebijakan yang kami harap bisa menjadi referensi atau rujukan bagi siapapun. Buku ini mulai ditulis sejak tahun lalu dan terus diperbarui penulisanya, mulai dari gelombang Alpha, Delta, Dan Omicron,” jelas Monty.

Monty melajutkan, buku juga mencatatkan mulai dari kebijakan PSBB, gelontoran dana PEN, hingga percepatan distribusi vaksin. Dia menegaskan, hal yang menjadi fokus tindak lanjut di tahun-tahun mendatang mencakup penuntasan vaksinasi primer, boster, dan vaksin untuk anak.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com