Permintaan Alat Berat United Tractors Meningkat Dua Kali Lipat Imbas Peningkatan Produksi Batu Bara

Kompas.com - 12/08/2022, 06:50 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT United Tractors Tbk (UNTR) menyatakan, permintaan alat berat mengalami peningkatan signifikan sejak awal tahun 2022. Ini seiring dengan meningkatnya target produksi komoditas energi, batu bara dan nikel oleh perusahaan konsumen.

Presiden Direktur United Tractors Frans Kesuma mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, permintaan alat berat pada paruh pertama tahun ini meningkat hingga dua kali lipat. Selain tingginya produksi batu bara serta nikel, tahun ini juga bertepatan dengan periode peremajaan alat berat perusahaan, yang biasanya memang dilakukan setiap 5 tahun sekali.

"Jadi karena 2016-2017 itu terakhir batu bara meningkat pesat, sehingga sekarang akumulasi dari replacement alat 5 tahun periode, di tambah peningkatan kapasitas produksi, itu yang menambah luar biasanya demand di tahun ini," ujar dia, secara virtual, dikutip Jumat (12/8/2022).

Baca juga: United Tractors Buka Lowongan Kerja, Simak Persyaratan dan Cara Mendaftarnya

Tingginya permintaan alat berat terlihat dari penjualan alat berat merek Komatsu yang meningkat signifikan, yakni sebesar 111 persen secara tahunan (year on year/yoy), dari 1.361 unit pada semester I-2021 menjadi 2.873 unit pada Juni kemarin.

Melihat tingginya pertumbuhan tersebut, emiten pertambangan dan alat berat Grup Astra itu melakukan penyesuaian terhadap target alat berat Komatsu. United Tractors meningkatkan target penjualan alat berat Komatsu, dari semula 3.600 unit hingga penghujung 2022, menjadi 4.800 unit.

"Kami masih memantau. Apabila Komatsu memiliki suplai lebih, tentu kami akan upayakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia," ujar Sekretaris Perusahaan United Tractors, Sara K. Loebis.

Baca juga: Siap-siap, United Tractors Tebar Dividen Rp 4,6 Triliun

Berbeda dengan Komatsu, United Tractors mencatat penjualan alat berat UD Trucks dan Scania menurun. Tercatat pada paruh pertama tahun ini volume penjualan UD Trucks turun menjadi 258 unit dari 289 unit, dan volume penjualan Scania turun dari 348 unit hanya menjadi 111 unit.

Penurunan penjualan tersebut disebabkan oleh merosotnya suplai kedua jenis alat berat itu ke United Tractors. Kondisi geopolitik yang tengah memanas di kawasan Eropa menjadi penyebab terganggunya suplai alat berat Scania khususnya.

"Di Scania ini memang terus terang demand sangat tinggi dari kemampuan supply. Dan kita tahu produk Eropa itu juga terimbas dengan adanya energy crisis yang saat ini juga melanda Eropa, itu juga menambah kesulitan meningkatkan supply," tutur Frans.

Baca juga: United Tractors Uji Coba Bus Listrik Transjakarta hingga Akhir Tahun

Lebih lanjut Frans menyebutkan, permintaan terhadap alat berat masih akan tetap tinggi hingga tahun depan, seiring dengan juga tingginya produksi batu bara dan nikel. Oleh karenanya, permasalahan suplai tersebut menjadi tantangan yang saat ini tengah dihadapi perseroan.

Merespons hal tersebut, Frans memastikan, perseroan masih berdiskusi dengan prinsipal atau produsen terkait peningkatan alokasi pasokan alat berat. Dengan demikian, gap antara permintaan dan pasokan dapat diminimalisir.

"Kami terus berbicara dengan prinsipal agar gap ini tidak terlalu besar," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terkoreksi 0,5 Persen, IHSG Sesi I Ditutup pada Level 7.001,25

Terkoreksi 0,5 Persen, IHSG Sesi I Ditutup pada Level 7.001,25

Whats New
Duduk Perkara Penarikan Produk Mie Sedaap Rasa Ayam Pedas Korean Spicy Chicken di Hong Kong

Duduk Perkara Penarikan Produk Mie Sedaap Rasa Ayam Pedas Korean Spicy Chicken di Hong Kong

Whats New
Ada Ancaman Resesi Global, UOB Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh Positif 5,4 Persen di Kuartal III-2022

Ada Ancaman Resesi Global, UOB Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh Positif 5,4 Persen di Kuartal III-2022

Whats New
Disalurkan ke 1,5 Juta Pekerja Pekan Depan, Begini Cara Cek Penerima BSU Tahap 4 via Kemnaker.go.id

Disalurkan ke 1,5 Juta Pekerja Pekan Depan, Begini Cara Cek Penerima BSU Tahap 4 via Kemnaker.go.id

Whats New
PT Pama Buka 7 Lowongan Kerja hingga 9 Oktober, Klik recruitment.pamapersada.com

PT Pama Buka 7 Lowongan Kerja hingga 9 Oktober, Klik recruitment.pamapersada.com

Whats New
Mengenal Paspor Elektronik, Syarat, Cara Membuat, hingga Biayanya

Mengenal Paspor Elektronik, Syarat, Cara Membuat, hingga Biayanya

Whats New
Indeks Dollar AS Kembali Turun, Nilai Tukar Rupiah Pagi Hari Ini Menguat

Indeks Dollar AS Kembali Turun, Nilai Tukar Rupiah Pagi Hari Ini Menguat

Whats New
BERITA FOTO: Bayang-bayang Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023

BERITA FOTO: Bayang-bayang Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023

Whats New
Unit Usaha Merugi, SoftBank Berencana PHK 30 Persen Karyawan Vision Fund

Unit Usaha Merugi, SoftBank Berencana PHK 30 Persen Karyawan Vision Fund

Whats New
Pendaftaran PPG Prajabatan Gelombang 2 Ditutup Hari Ini, Klik ppg.kemdikbud.go.id

Pendaftaran PPG Prajabatan Gelombang 2 Ditutup Hari Ini, Klik ppg.kemdikbud.go.id

Whats New
Soal BSI Jadi BUMN, Stafsus Erick Thohir Klarifikasi: Prosesnya Masih Panjang

Soal BSI Jadi BUMN, Stafsus Erick Thohir Klarifikasi: Prosesnya Masih Panjang

Whats New
Begini Hitungan Tarif Jika Pakai Kompor Listrik Vs Kompor Gas Elpiji, Lebih Hemat atau Tidak?

Begini Hitungan Tarif Jika Pakai Kompor Listrik Vs Kompor Gas Elpiji, Lebih Hemat atau Tidak?

Whats New
Anjlok Lebih dari 1 Persen, IHSG Mulai Tembus Bawah Level 7.000

Anjlok Lebih dari 1 Persen, IHSG Mulai Tembus Bawah Level 7.000

Whats New
BPOM: Produk Mie Sedaap yang Ditarik di Hong Kong Berbeda dengan yang Beredar di Indonesia

BPOM: Produk Mie Sedaap yang Ditarik di Hong Kong Berbeda dengan yang Beredar di Indonesia

Whats New
Tanggal Berapa Potongan Admin BCA Setiap Bulannya? Simak Jadwalnya

Tanggal Berapa Potongan Admin BCA Setiap Bulannya? Simak Jadwalnya

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.