Efektifkan Revisi Perpres 191 Tekan Konsumsi Pertalite-Solar yang Kuotanya Kian Menipis?

Kompas.com - 15/08/2022, 14:07 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pembatasan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi jenis Solar-Pertalite dinilai akan lebih efektif jika mengacu pada revisi Peraturan Presiden (Perpres) 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran BBM.

Saat ini Perpres tersebut telah di revisi dan masuk dalam proses finalisasi. Lalu, dengan adanya revisi Perpres 191 tahun 2014 tersebut, seberapa besar bisa membatasi konsumsi BBM bersubsidi?

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan, hal tersebut tentunya akan kembali lagi kepada kriteria kendaraan yang berhak mendapatkan BBM subsidi berdasarkan revisi perpres 191.

“Kriteria dalam perpres itu (nanti) yang akan menentukan berapa besarnya (menekan konsumsi BBM subsidi),” kata Irto kepada Kompas.com, Senin (15/8/2022).

Baca juga: Kuota BBM Subsidi Menipis, Pertamina Bakal Batasi Pembelian?

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Saleh Abdurrahman mengatakan, pihaknya tengah mengkalkulasi berapa penghematan yang bisa diperoleh dari konsumsi BBM subsidi, dengan implementasi Perpres 191.

“Lagi kita hitung sesuai perkembangan serapan terbaru. Kecuali itu, implementasi perpres ini kita harapkan bisa lebih meningkatkan awareness konsumen yang betul-betul berhak, yang boleh konsumsi BBM subsidi,” kata Saleh.

Baca juga: Penyedia Angkutan Wisata di Belitung Kesulitan Dapat Pertalite

Saleh mengatakan sebelumnya, terbitnya Perpres 191 merupakan dasar untuk melakukan pengendalian konsumsi BBM subsidi. Ia juga mengimbau, bagi masyarakat yang mampu untuk menggunakan ke BBM non subsidi.

“Ya, Perpres terbit, sebagai dasar untuk melakukan pengendalian konsumsi (BBM subsidi). (Saat ini) kita imbau konsumen roda 4 yang mampu untuk beralih ke BBM non subsidi,” kata Saleh.

Pertamina mencatat, sampai dengan bulan Juli 2022, BBM subsidi jenis solar yang sudah tersalurkan sejumlah 9,9 juta kilo liter, sementara kuotanya 14,9 juta kilo liter. Sementara itu, BBM subsidi jenis Pertalite, hingga Juli 2022, sudah tersalurkan 16,8 juta kilo liter, dari kuota 23 juta kilo liter.

Baca juga: Sri Mulyani Minta Pertamina Kendalikan BBM Subsidi Pertalite-Solar agar APBN Tidak Jebol

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.