Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,5 Persen, 1 Dollar AS Setara Rp 14.742

Kompas.com - 15/08/2022, 15:43 WIB
Rully R. Ramli,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot ditutup melemah pada sesi perdagangan Senin (15/8/2022). Ini mengekor pelemahan mata uang kawasan Asia lainnya.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan hari ini, nilai tukar uang Garuda terhadap dollar AS ditutup melemah 73,5 poin atau 0,5 persen ke level Rp 14.742 per dollar AS. Terpantau sejak pembukaan perdagangan, nilai tukar rupiah terus bergerak di zona negatif.

Sementara itu, mengacu kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah berada pada level Rp 14.727 per dollar AS pada Senin hari ini, melemah dibanding posisi Jumat (12/8/2022) sebesar Rp 14.688 per dollar AS.

Baca juga: Erick Thohir Wanti-wanti soal Ancaman Krisis Pangan

Depresiasi terhadap dollar AS juga dialami oleh sejumlah mata uang kawasan Asia lainnya, seperti dollar Taiwan terkoreksi 0,06 persen, won Korea Selatan terkoreksi 0,29 persen, peso Filipina merosot 0,37 persen, yuan China turun 0,3 persen, ringgit Malaysia turun 0,25 persen, hingga baht Thailand terkoreksi 0,33 persen.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, data inflasi AS periode Juli yang menunjukan perlambatan kembali menjadi sentimen positif bagi pergerakan dollar AS. Bersamaan dengan perlambatan peningkatan indeks harga konsumen itu, indikator kepercayaan konsumen di Negeri Paman Sam terpantau menguat.

"Selain data konsumen AS, penguatan dollar AS juga didorong oleh pernyataan salah satu pejabat Fed, Mary Daly. Ia mengatakan meski inflasi mereda, namun Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 bps pada pertemuan September," tutur dia kepada Kompas.com, Senin.

Baca juga: Kebutuhan Rumah Masih Tinggi, Ini 6 Rekomendasi agar Pemerintah Kurangi Backlog

Lebih lanjut ia bilang, secara keseluruhan, indeks dollar AS naik 0,51 persen menjadi 105,63. Meski dollar AS naik, namun yield US Treasury (UST) turun 6bps menjadi 2,83 persen.

"Dollar AS turun sepanjang minggu, terutama karena harga konsumen dan produsen cenderung stabil. Dollar AS terdepresiasi sebesar 1,02 persen wtw (week to week)," ucap Josua.

Baca juga: Kenaikan Tarif Ojol Diundur, Gojek: Kami Pergunakan untuk Persiapan dan Sosialisasi ke Pengguna dan Driver

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com