Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Christopher Richie Rahardjo
Analis Ekonomi

Analis ekonomi dan moneter Bank Indonesia (BI)

Sistem Pembayaran Digital untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Kompas.com - 16/08/2022, 08:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

PANDEMI Covid-19 telah mengubah perilaku masyarakat dalam pemenuhan kebutuhannya dari pasar tradisional beralih ke pasar online.

Tercatat selama pandemi Covid-19 telah meningkatkan belanja online 20 persen. Bahkan belanja makanan online meningkat lebih dari 100 persen dan belanja kategori produk perlindungan kesehatan tumbuh 60,34 persen (Adobe Analytic, USA Today, 2020).

Transformasi ekonomi digital perlu didukung dengan sistem pembayaran yang dapat mengakomodasi inovasi di dalam ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

Sistem pembayaran mempunyai peran yang sangat strategis dalam menggerakkan ekonomi. Diilustrasikan bahwa sistem pembayaran merupakan pembuluh yang mengalirkan uang di seluruh sistem perekonomian.

Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran telah mengakomodasi berbagai inovasi pembayaran digital dengan menyusun Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025.

Salah satu inisiatif dalam blueprint ini adalah pembayaran ritel dengan menggunakan standar QR Code yang dikenal dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Standarisasi alat pembayaran yang diatur oleh otoritas mempunyai peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Berdasarkan data dari Kemenkop UKM, bahwa 99,99 persen unit usaha nasional didominasi oleh UMKM yang belum sepenuhnya mempunyai legalitas formal yang diakses oleh perbankan.

Berdasarkan penelitian Lazada pada 2021, tercatat 87 persen UMKM nasional belum terdigitalisasi.

Oleh karena itu, kehadiran QRIS yang diaplikasikan kepada UMKM akan mentransformasi UMKM konvensional menjadi digital sehingga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif.

Digitalisasi UMKM mempunyai peran strategis sehingga pada 1 Januari 2020, Bank Indonesia telah mewajibkan seluruh merchant untuk menggunakan QRIS salah satunya untuk mendorong digitalisasi UMKM.

Implementasi QRIS sejalan dengan program pemerintah dalam mencapai Indonesia Maju melalui peningkatan inklusi keuangan dan digitalisasi UMKM.

Dengan menyediakan sistem pembayaran nirsentuh QRIS, merchant UMKM dapat memperoleh banyak manfaat di antaranya transaksi tercatat otomatis yang juga dapat digunakan sebagai informasi credit profile, mengurangi biaya pengelolaan kas, menghindari risiko uang palsu, serta berpotensi meningkatkan penjualan karena kemudahan transaksi QRIS.

Dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi nasional di era pandemi Covid-19, pada tahun 2021, Otoritas Sistem Pembayaran berkolaborasi dengan industri Penyelenggara Jasa Sistem pembayaran (PJSP) telah berhasil mendorong sebanyak 14,7 juta merchant QRIS atau jauh melampaui target yang telah disepakati sebanyak 12 juta merchant.

Penambahan UMKM digital akan mendorong pembiayaan perbankan dan tentunya akan mempunyai andil di dalam pertumbuhan ekonomi.

Lembaga International Monetary Fund (IMF) menyatakan bahwa kenaikan 1 persen pembiayaan kepada UMKM di negara berpendapatan menengah atas akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,21 persen (Espinosa-Vega et al., 2020).

Perluasan pembayaran digital

Melihat manfaat yang sangat besar terhadap dampak dari digitalisasi UMKM tersebut, pada tahun 2022, Bank Indonesia terus melanjutkan perluasan akseptasi QRIS dengan target sebanyak 15 juta pengguna baru yang sasarannya tidak hanya merchant melainkan juga masyarakat.

Akslerasi QRIS tersebut memperoleh respons positif dari mayarakat. Tercatat hingga bulan Juni 2022, terdapat penambahan 9,6 juta pengguna baru QRIS, sehingga secara keseluruhan telah terdapat sekitar 21,1 juta pengguna QRIS di Indonesia.

Sedangkan jumlah merchant QRIS hingga Juni 2022, tercatat sebanyak 19,27 juta merchant di mana 90,32 persen di antaranya merupakan merchant dengan kategori usaha UMKM.

Berdasarkan data Bank Indonesia, peningkatan jumlah pengguna dan merchant QRIS berdampak pada peningkatan volume transaksi QRIS sebesar 156 persen (year on year/yoy) dan nominal transaksi QRIS 333 persen yoy pada Juni 2022.

Peningkatan volume transaksi akan mendorong peningkatan pendapatan nasional ke arah yang lebih tinggi sebagaimana teori quantity of money.

Target perluasan QRIS yang lebih ditekankan pada peningkatan jumlah pengguna diharapkan dapat meningkatkan pengunaan QRIS oleh masyarakat dan merchant UMKM dalam aktivitas transaksi sehari-hari untuk mendorong tumbuhnya UMKM digital yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru nasional.

Semoga ikhtiar perluasan pengguna QRIS dapat menjadi salah satu pilar dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

Whats New
Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Whats New
Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Whats New
Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Whats New
Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Whats New
Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Whats New
Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Whats New
Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Whats New
Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Whats New
Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan 'Reshuffle'

Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan "Reshuffle"

Whats New
Berbagi Kebahagiaan, PUBG Mobile Indonesia Salurkan Bantuan untuk 7 Yayasan Sosial

Berbagi Kebahagiaan, PUBG Mobile Indonesia Salurkan Bantuan untuk 7 Yayasan Sosial

Rilis
PIP Targetkan Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro Capai 2,2 Juta Debitur di 2023

PIP Targetkan Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro Capai 2,2 Juta Debitur di 2023

Whats New
Lewat Pendampingan Melekat, Sinar Mas Dukung UMKM Naik Kelas

Lewat Pendampingan Melekat, Sinar Mas Dukung UMKM Naik Kelas

Rilis
Menko Airlangga Bantah Implementasi B35 Bikin Minyakita Langka

Menko Airlangga Bantah Implementasi B35 Bikin Minyakita Langka

Whats New
Cek, Ini Tarif Listrik per-kWh yang Berlaku pada Februari 2023

Cek, Ini Tarif Listrik per-kWh yang Berlaku pada Februari 2023

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+