Transaksi Kripto Dikenakan Pajak, Indodax Sudah Setor Rp 58 Miliar ke Negara

Kompas.com - 19/08/2022, 19:08 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah resmi mengenakan pajak atas transaksi kripto sejak 1 Mei 2022, melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022. Dengan diterapkannya aturan ini, platform-platform transaksi kripto mulai menyetorkan pajak atas transaksi aset digital itu ke pemerintah.

Sebagai salah satu platform transaksi kripto terbesar, Indodax menyatakan, perusahaan telah menyetorkan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh) atas transaksi perdagangan aset kripto sebesar Rp 58 miliar.

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan pihaknya mendukung penerapan pajak PMK 68. Aturan ini dinilai berdampak positif bagi investor maupun pelaku industri kripto.

Baca juga: BI: Permintaan Pembiayaan Baru Korporasi Tumbuh Positif di Juli 2022

"Ketika akhirnya pengenaan pajak pada kripto ini berlaku, saya sangat menilai baik langkah cepat dari pemerintah yang memberikan kepastian hukum mengenai kepemilikan aset kripto," ujar dia, dalam keterangannya, Jumat (19/8/2022).

"Ini menambah pengakuan aset kripto sebagai suatu komoditas digital di Indonesia yang sah diperdagangkan, dan memberikan kemudahan penetapan pajak bagi para investor kripto,” tambah Oscar.

Lebih lanjut ia bilang, perusahaan juga merupakan perusahaan PKP yang sudah menyetor pajak sebesar ratusan miliar rupiah untuk pajak PPN dan Pajak Badan selama tahun 2021.

Oscar berharap, penerimaan pajak dari Indodax dapat turut memberikan sumbangsih kepada negara yang juga bisa dinikmati oleh masyarakat. Sebagai salah satu platform terbesar, Indodax berkomitmen patuh terhadap ketentuan pajak berlaku.

"Dengan jumlah member yang sudah menyentuh 5,5 juta member dan menjadi crypto exchange terbesar, tertua, dan terpercaya di Indonesia, Indodax berkomitmen untuk terus mematuhi regulasi yang ada," ucap Oscar.

Baca juga: Bulog Bakal Ekspor Jagung ke Filipina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.