Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jokowi: Soal Ekonomi Digital, Kita Tidak Ketinggalan Amat

Kompas.com - 29/08/2022, 10:37 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Indonesia tidak tertinggal jauh dari negara lain dalam hal ekonomi digital. Hal itu disampaikan Jokowi dalam acara kartu kredit pemerintah domestik dan QR Code Indonesian Standard (QRIS) antarnegara.

"Saya mengapresiasi kartu kredit pemerintah domestik dan juga QRIS yang diluncurkan oleh Bank Indonesia bukti bahwa negara kita mengikuti kecepatan perubahan teknologi digital di bidang ekonomi. Artinya (soal ekonomi digital), kita ini tidak ketinggalan amat (dengan negara lain)," ujarnya saat peluncuran kartu kredit pemerintah domestik dan QRIS antarnegara, Senin (29/8/2022).

Menurut Jokowi, saat ini perkembangan ekonomi digital berada pada kecepatan yang luar biasa karena teknologi berkembang lebih dulu ketimbang regulasinya.

Baca juga: Suku Bunga BI Naik, Ini Dampak Positif dan Negatifnya

"Teknologinya muncul duluan, regulasinya kebingungan mengikuti dan ini terjadi di semua negara," kata Jokowi.

Kartu kredit pemerintah domestik merupakan tindak lanjut digitalisasi sistem pembayaran untuk mendukung pembelian barang dan jasa pemerintah baik pusat maupun daerah, melalui skema pembayaran Kartu Kredit Pemerintah yang pemrosesannya dilakukan di domestik.

Jokowi menjelaskan kartu kredit pemerintah domestik ini dapat memudahkan kementerian dan lembaga serta pemerintah pusat maupun daerah untuk mendapatkan pembayaran yang lebih cepat.

Baca juga: Tarif Ojol Batal Naik, Ini Respons Asosiasi Pengemudi Ojek Online


"Mungkin dulu pembayarannya mundur-mundur dengan kartu kredit ini mestinya begitu transaksi langsung bayarnya masuk ke rekening kita," ucapnya.

Sementara QRIS antarnegara merupakan platform standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang dapat digunakan untuk bertransaksi antarnegara.

Jokowi menjelaskan dengan QRIS antarnegara ini maka akan memudahkan UMKM dan industri pariwisata untuk bertransaksi dengan negara-negara lain terutama di ASEAN.

"Kita harapkan terjadi efisiensi dan kita tidak hanya menjadi pasar, pengguna tetapi kita juga memiliki sebuah platform, aplikasi, yang bisa nantinya penggunanya semakin banyak," tuturnya.

Baca juga: Lowongan Kerja Wings Group, Terbuka bagi Fresh Graduate

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

ASN yang Pindah ke IKN pada Tahap Awal Bakal Dapat Tunjangan Pionir

ASN yang Pindah ke IKN pada Tahap Awal Bakal Dapat Tunjangan Pionir

Whats New
H+5 Lebaran 2024, Pengguna Angkutan Umum Tercatat 1,06 Juta Penumpang

H+5 Lebaran 2024, Pengguna Angkutan Umum Tercatat 1,06 Juta Penumpang

Whats New
Aset Kelolaan Wealth Management BRI Tumbuh 21 Persen pada Kuartal I-2024

Aset Kelolaan Wealth Management BRI Tumbuh 21 Persen pada Kuartal I-2024

Whats New
MCAS Siapkan Belanja Modal Rp 84 Miliar Tahun Ini, Buat Apa Saja?

MCAS Siapkan Belanja Modal Rp 84 Miliar Tahun Ini, Buat Apa Saja?

Whats New
KAI Siapkan KA Tambahan Relasi Solo Balapan-Pasar Senen PP Selama Arus Balik Lebaran

KAI Siapkan KA Tambahan Relasi Solo Balapan-Pasar Senen PP Selama Arus Balik Lebaran

Whats New
Mendag Zulhas Akan Revisi Aturan Impor Barang Kiriman PMI dan Barang Pribadi Penumpang

Mendag Zulhas Akan Revisi Aturan Impor Barang Kiriman PMI dan Barang Pribadi Penumpang

Whats New
IHSG dan Rupiah Melemah di Akhir Sesi Perdagangan

IHSG dan Rupiah Melemah di Akhir Sesi Perdagangan

Whats New
LRT Jabodebek Layani 225.428 Penumpang Selama Libur Lebaran

LRT Jabodebek Layani 225.428 Penumpang Selama Libur Lebaran

Whats New
Tren Pembayaran Dividen Berdampak pada Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Tren Pembayaran Dividen Berdampak pada Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Whats New
Mempermudah Kiriman Barang Pekerja Migran

Mempermudah Kiriman Barang Pekerja Migran

Whats New
BTN Posisi Ketiga Tempat Kerja Terbaik di RI untuk Pengembangan Karier

BTN Posisi Ketiga Tempat Kerja Terbaik di RI untuk Pengembangan Karier

Work Smart
Pindah ke IKN, 1 Orang ASN Dapat 1 Unit Apartemen, kecuali yang Jomlo

Pindah ke IKN, 1 Orang ASN Dapat 1 Unit Apartemen, kecuali yang Jomlo

Whats New
Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jadi Bandara Tersibuk di Asia Tenggara

Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jadi Bandara Tersibuk di Asia Tenggara

Whats New
Kementerian ESDM Yakin Konflik Iran-Israel Tak Ganggu Cadangan BBM RI

Kementerian ESDM Yakin Konflik Iran-Israel Tak Ganggu Cadangan BBM RI

Whats New
Di Merauke, Mentan dan Wamenhan Gelar Panen Raya Padi Saat Hujan Deras

Di Merauke, Mentan dan Wamenhan Gelar Panen Raya Padi Saat Hujan Deras

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com