Selesaikan Proses Kepailitan, Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Minta Tim Kurator Diganti

Kompas.com - 31/08/2022, 20:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya (Asuransi BAJ) berharap proses kepailitan perusahaan asuransi ini segera selesai. Sejak 2017, proses kepailitan perusahaan masih ditangani oleh tim kurator.

Kuasa Hukum PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Sofian Herianto Sianipar dari MAR Lawfirm mengatakan, tim kurator yang mengurus kepailitan Asuransi Bumi Asih Jaya tidak melakukan tugas sebagaimana mestinya.

"Tim kurator tersebut dapat dikatakan tidak melakukan pekerjaan apapun dalam upaya pemberesan kepailitan PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya," kata dia dalam konferensi pers, Rabu (31/8/2022).

Baca juga: Ini Respons Indodax soal Pembatasan Izin Pedagang Aset Kripto

Ia menambahkan sampai saat ini masih banyak pemegang polis yang mengajukan klaim ke Asuransi BAJ. Hal ini lantaran tidak ada kejelasan bagaimana cara pemegang polis mengajukan klaimnya.

Selain itu, Sofian menjelaskan tim kurator kepailitan tidak memberikan laporan yang jelas terkait pertanggungjawaban boedel pailit (harta pailit) yang telah dikumpulkan.

"Termasuk dari dividen milik PT Bumi Asih Jaya yang ada pada anak perusahaan," imbuh dia.

Lebih lanjut Sofian menjelaskan, pihaknya telah melakukan upaya hukum terkait dengan usulan pergantian kurator dengan mengajukan surat permohonan penggantian kurator secara resmi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Namun, belum ada tanggapan yang diterima dari upaya tersebut

Saat ini, terdapat 5 orang kurator yang diangkat hakim pengawas pada pengadilan niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sejak tahun 2017.

Pihaknya sendiri telah mengajukan sejumlah 3 kurator independen untuk mengurus kepailitan Asuransi Bumi Asih Jaya.

Baca juga: BKN Mulai Data Pegawai Honorer di Instansi Pemerintah


Sementara, Pemilik sekaligus Komisaris PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Rudy Sinaga berharap ada kerja sama antara tim kurator dengan debitor yang dalam hal ini adalah Asuransi Bumi Asih Jaya agar proses kepailitan segera selesai. Selain itu, diharapkan ada pula sinkronisasi data antara tim kurator dan perusahaan.

Dari sisi nasabah, sampai saat ini portofolio nasabah yang dimiliki oleh Asuransi Bumi Asih Jaya sendiri masih ada sekitar 70.000 sampai 80.000 nasabah.

"Sebagian pemegang polis minta kami untuk jalan terus sebagai perusahaan asuransi karena mereka merasakan manfaatnya dan ingin melanjutkan pertanggungannya," jelas dia.

Rony membeberkan saat ini risk based capital (RBC) perusahaannya yang tadinya negatif sekarang sudah plus menjadi sebesar 300 persen, atau lebih tinggi dari ambang batas yang ditetapkan OJK sebesar 120 persen.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha PT Asuransi Jiwa Bumi Asih berdasarkan keputusan Dewan Komisioner OJK pada 18 Oktober 2013.

Perusahaan yang didirikan pada 14 September 1967 ini dinilai tidak mampu lagi memenuhi ketentuan yang berkaitan dengan kesehatan keuangan, di antaranya adalah rasio kecukupan modal (risk based capital).

Pada waktu itu, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Nonbank I OJK Ngalim Sawega menyebutkan, perusahaan asuransi jiwa yang memiliki izin usaha per 15 Juni 1988 itu tidak dapat menambah modal melalui pemegang sahamnya, sebesar Rp 1,06 triliun.

Baca juga: Subsidi Gaji Rp 600.000 Cair September 2022, Begini Cara Cek Penerimanya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode Transfer BNI dan Bank Lainnya untuk Transaksi di ATM

Kode Transfer BNI dan Bank Lainnya untuk Transaksi di ATM

Whats New
Cara Top Up DANA lewat ATM BRI, EDC, BRImo, dan Internet Banking

Cara Top Up DANA lewat ATM BRI, EDC, BRImo, dan Internet Banking

Spend Smart
Perluas Segmen Nasabah Jadi Strategi BTPN Hadapi Potensi Resesi di 2023

Perluas Segmen Nasabah Jadi Strategi BTPN Hadapi Potensi Resesi di 2023

Whats New
RI-Sri Lanka Perkuat Kerja Sama Maritim dan Ekonomi Biru

RI-Sri Lanka Perkuat Kerja Sama Maritim dan Ekonomi Biru

Whats New
Pengusaha Minta Aturan Baru UMP Dibatalkan demi Cegah PHK

Pengusaha Minta Aturan Baru UMP Dibatalkan demi Cegah PHK

Whats New
Gandeng BenihBaik.com, Sido Muncul Sumbang Rp 300 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

Gandeng BenihBaik.com, Sido Muncul Sumbang Rp 300 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

BrandzView
Yakin RI Tak Resesi, Apindo: Pemerintah Tidur Saja Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Yakin RI Tak Resesi, Apindo: Pemerintah Tidur Saja Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Whats New
Direktur Operasi II Waskita Terjerat Korupsi, Stafsus Erick Thohir: Komitmen Bersih-bersih BUMN

Direktur Operasi II Waskita Terjerat Korupsi, Stafsus Erick Thohir: Komitmen Bersih-bersih BUMN

Whats New
Apa Itu Asuransi Jiwa Kredit SmartProtection Purna Bank Mantap dan Kegunaannya?

Apa Itu Asuransi Jiwa Kredit SmartProtection Purna Bank Mantap dan Kegunaannya?

Whats New
Lowongan Kerja Astra Honda Motor untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Astra Honda Motor untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Masih Dikaji, BI Bocorkan Cara Masyarakat Mendapatkan Rupiah Digital

Masih Dikaji, BI Bocorkan Cara Masyarakat Mendapatkan Rupiah Digital

Whats New
Penumpang Kereta Cepat Tujuan Bandung 'Dioper' di Padalarang

Penumpang Kereta Cepat Tujuan Bandung "Dioper" di Padalarang

Whats New
Jual Aset, Rugi HERO Menyusut Signifikan

Jual Aset, Rugi HERO Menyusut Signifikan

Whats New
Soal PHK, Kemenperin Berharap Pabrik Aqua Danone di Solok Kembali Beroperasi Normal

Soal PHK, Kemenperin Berharap Pabrik Aqua Danone di Solok Kembali Beroperasi Normal

Whats New
Gandeng Perguruan Tinggi, IDSurvey Dorong Pengembangan Industri Migas

Gandeng Perguruan Tinggi, IDSurvey Dorong Pengembangan Industri Migas

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.