Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Naik KRL Tanpa Kartu Elektronik, Bagaimana Caranya?

Kompas.com - 02/09/2022, 15:30 WIB
Mela Arnani

Penulis

KOMPAS.com - Saat ini, naik kereta rel listrik (KRL) semakin mudah karena tidak hanya bisa dilakukan dengan menggunakan kartu elektronik.

Masyarakat tetap dapat naik KRL meskipun tidak mempunyai kartu elektronik, salah satunya dengan menggunakan aplikasi LinkAja.

Tentunya bagi Anda yang akan menggunakan aplikasi tersebut untuk naik KRL, haruslah memiliki akses internet dan smartphone.

Bernard Hermanto Siahaan Alasan pemberlakuan rute baru kereta rel listrik (KRL) Commuterline Jabodetabek.

Baca juga: Jadwal KRL Solo-Jogja Terbaru, Perjalanan September 2022

Bagaimana caranya naik KRL tanpa kartu elektronik?

Sebelum menggunakan aplikasi LinkAja untuk naik KRL, Anda harus memiliki akun. Proses pendaftaran akun LinkAja dilakukan dengan cara berikut:

1. Unduh aplikasi LinkAja di PlayStore atau App Store.

2. Lakukan pendaftaran akun dengan memasukkan nomor telepon yang aktif.

3. Setelah melakukan pendaftaran, sistem secara otomatis akan mengirimkan kode verifikasi OTP melalui pesan singkat ke nomor telepon yang didaftarkan.

4. Lakukan verifikasi dengan memasukkan kode OTP tersebut secara benar di halaman pendaftaran aplikasi LinkAja.

5. Setelah melakukan verifikasi kode OTP dan mengisi data-data yang dibutuhkan, sistem akan memproses akun Anda.

6. Anda akan diminta untuk mengisi PIN yang digunakan setiap kali bertransaksi.

Baca juga: Simak, 7 Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu

Aplikasi LinkAjaLinkAja Aplikasi LinkAja
Cara naik KRL tanpa e-money

Setelah memiliki akun LinkAja dan akan menggunakannya untuk naik KRL, caranya sebagai berikut:

1. Isi saldo LinkAja melalui ATM, M-Banking, Internet Banking, atau SMS Banking berbagai bank yang tersedia. Pengisian saldo juga bisa dilakukan dengan kartu debit, lewat merchant dan mitra LinkAja, maupun GraPARI.

2. Setelah memastikan saldo cukup, goyangkan (shake) handphone Anda pada beranda LinkAja untuk memunculkan Kode Tiket berupa kode QR khusus.

3. Kode tiket ini juga bisa diakses melalui ikon “Kode Tiket” pada beranda.

4 Arahkan "Kode Tiket" pada pemindai atau scanner yang tersedia di gate masuk. Saldo akan otomatis terpotong senilai tarif perjalanan Anda.

5. Gunakan kembali "Kode Tiket" saat keluar gate. Arahkan kode ke mesin pemindai atau scanner kode QR LinkAja, dan pintu akan terbuka.

Sebagai informasi, nantinya saldo akan otomatis dikembalikan jika ada penyesuaian tarif perjalanan.

Baca juga: Tak Berlaku, Ini Detail Uang Rupiah Pecahan Rp 300.000 dan Rp 850.000

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Whats New
Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-'grounded' Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-"grounded" Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Whats New
ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

Whats New
Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Whats New
Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Whats New
ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

Whats New
Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Whats New
Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Whats New
Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Whats New
BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

Whats New
KAI Services Buka Lowongan Kerja hingga 25 Mei 2024, Simak Kualifikasinya

KAI Services Buka Lowongan Kerja hingga 25 Mei 2024, Simak Kualifikasinya

Work Smart
Anggaran Pendidikan di APBN Pertama Prabowo Capai Rp 741,7 Triliun, Ada Program Perbaikan Gizi Anak Sekolah

Anggaran Pendidikan di APBN Pertama Prabowo Capai Rp 741,7 Triliun, Ada Program Perbaikan Gizi Anak Sekolah

Whats New
Bantah Menkeu soal Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Sejak Ada 'Pertek' Tak Ada Keluhan yang Masuk

Bantah Menkeu soal Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Sejak Ada "Pertek" Tak Ada Keluhan yang Masuk

Whats New
Tidak Ada 'Black Box', KNKT Investigasi Badan Pesawat yang Jatuh di BSD

Tidak Ada "Black Box", KNKT Investigasi Badan Pesawat yang Jatuh di BSD

Whats New
Investasi Rp 10 Miliar, Emiten Perhotelan KDTN Siap Ekspansi Bisnis Hotel Rest Area

Investasi Rp 10 Miliar, Emiten Perhotelan KDTN Siap Ekspansi Bisnis Hotel Rest Area

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com