Said Abdullah
Ketua Badan Anggaran DPR-RI

Ketua Badan Anggaran DPR-RI. Politisi Partai Demoraksi Indonesia Perjuangan.

Keluar dari Jebakan Energi Fosil

Kompas.com - 07/09/2022, 11:14 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

PADA 3 September 2022, pemerintah secara resmi menaikkan harga BBM (bahan Bakar Minyak) subsidi untuk jenis solar, pertalite dan pertamax. Kebijakan ini sebagai langkah awal yang baik untuk mengubah skema subsidi agar lebih tepat sasaran terhadap rumah tangga miskin.

Secara bertahap Badan Anggaran (Banggar) DPR berharap pemerintah melanjutkan reformasi subsidi terhadap elpiji (LPG) tiga kilogram dan listrik. Perlahan kita dorong kebijakan subsidi harus berorientasi kepada orang, bukan komoditas.

Dengan melakukan reformasi energi yang berkelanjutan kita harapkan kemampuan APBN makin solid menghadapi tekanan eksternal, tetapi efektif memberikan perlindungan bagi rumah tangga miskin.

Baca juga: Harga BBM Naik, Jokowi: Saya Sebetulnya Ingin Tetap Terjangkau

Kenapa hal ini perlu kita lakukan? Bertahun tahun kita menjalankan kebijakan energi yang mismatch antara potensi, produksi dan konsumsi energi. Sejak 1997 produksi energi fosil Indonesia telah decline. Akibatnya Indonesia beralih posisi dari pengekspor energi menjadi negara importir energi.

Alih-alih menyegerakan transformasi energi, berposisi sebagai negara importir energi rupanya menjadi lumbung menumpuk cuan bagi segenap kroni politik. Saking kuatnya warisan kroni politik ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap dibuat berang. Sebab, upaya mempercepat pembangunan refinery tak kunjung menunjukkan kemajuan berarti.

Sebagian besar refinery kita “angkatan 70-an” dengan teknologi tua, dan kemampuan terbatas.

Kita juga masih mengandalkan sumur-sumur tua di hulu migas, akibatnya kapasitas produksi terus menurun. Untuk memproduksi 650 ribu barel per hari saja sudah megap-megap.

Padahal konsumsi minyak kita tiap hari mencapai 1,4 sampai 1,5 juta barel, dan kapasitas refinery kita maksimal di 1 juta barel per hari. Atas tatanan produksi dan konsumsi seperti ini, kebutuhan terhadap impor minyak bumi tidak terhindarkan.

Baca juga: Jokowi: Transisi Energi Bukan Cuma Soal Perubahan Energi Fosil ke Energi Terbarukan...

Terus menerus impor minyak bumi membuahkan masalah lain; necara transaksi berjalan (current account) kita konsisten defisit, apalagi jika ada peningkatan tekanan terhadap kurs. Resiko eksternal akan terus membayangi di masa mendatang.

Jika tidak berubah, kita akan menaikkan lagi harga BBM subsidi seperti yang dialami saat ini. Ujungnya kita dibuat repot sendiri untuk mengendalikan inflasi akibat kenaikan harga BBM.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Hari Berturut-turut Saham GOTO Sentuh ARB, Masih Akan Melemah Lagi?

4 Hari Berturut-turut Saham GOTO Sentuh ARB, Masih Akan Melemah Lagi?

Whats New
Platform Pesan-Antar Makanan DoorDash Bakal PHK 1.250 Karyawannya

Platform Pesan-Antar Makanan DoorDash Bakal PHK 1.250 Karyawannya

Whats New
Kementerian PUPR: 1.400 Hektar Lahan di IKN Nusantara Diminati Banyak Investor

Kementerian PUPR: 1.400 Hektar Lahan di IKN Nusantara Diminati Banyak Investor

Whats New
Di Depan Jokowi, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI dalam Tren Pemulihan Berkat Kerja Keras APBN

Di Depan Jokowi, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI dalam Tren Pemulihan Berkat Kerja Keras APBN

Whats New
Saham Teknologi Lagi-lagi Rontok, IHSG Sesi I Ditutup Melemah

Saham Teknologi Lagi-lagi Rontok, IHSG Sesi I Ditutup Melemah

Whats New
Minta Pemerintah Tak Impor Beras, Jabar dan Jatim: Siap Pasok ke Bulog

Minta Pemerintah Tak Impor Beras, Jabar dan Jatim: Siap Pasok ke Bulog

Whats New
Hadapi Potensi Resesi 2023, Zurich Yakin Industri Asuransi Tetap Tumbuh

Hadapi Potensi Resesi 2023, Zurich Yakin Industri Asuransi Tetap Tumbuh

Whats New
Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Whats New
Kala Buruh dan Pengusah Kompak Tolak Kenaikan Upah Minimum 2023

Kala Buruh dan Pengusah Kompak Tolak Kenaikan Upah Minimum 2023

Whats New
Strategi IndiHome Genjot Kinerja Perusahaan

Strategi IndiHome Genjot Kinerja Perusahaan

Whats New
Vale Bangun Industri Nikel dengan Dana Rp 131 Triliun

Vale Bangun Industri Nikel dengan Dana Rp 131 Triliun

Whats New
Inflasi November 2022 Capai 5,42 Persen, Sektor Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

Inflasi November 2022 Capai 5,42 Persen, Sektor Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

Whats New
Biaya Pembangunan IKN Nusantara, Menteri PUPR: APBN hanya 20 Persen, Selebihnya dari Investasi

Biaya Pembangunan IKN Nusantara, Menteri PUPR: APBN hanya 20 Persen, Selebihnya dari Investasi

Whats New
KB Financial Kembali Suntik Modal ke Bukopin lewat Rights Issue

KB Financial Kembali Suntik Modal ke Bukopin lewat Rights Issue

Whats New
Plus Minus KA Argo Parahyangan Vs Kereta Cepat, Pilih Mana?

Plus Minus KA Argo Parahyangan Vs Kereta Cepat, Pilih Mana?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.