BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan LPS

Atasi Literasi Keuangan Rendah, LPS Edukasi Masyarakat lewat Kompetisi Video Kreatif

Kompas.com - 09/09/2022, 15:10 WIB

KOMPAS.com – Indeks literasi keuangan Indonesia masih tergolong kecil. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) pada 2019, skor indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia hanya sebesar 38,03 persen. Sementara, indeks inklusi keuangan sebesar 76,19 persen.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat belum memiliki pengetahuan terkait layanan jasa keuangan yang ditawarkan lembaga jasa keuangan formal. Selain itu, masyarakat juga belum memiliki kemampuan mengolah keuangan secara efektif, termasuk manajemen pribadi, penganggaran, dan investasi.

Padahal, literasi keuangan merupakan hal penting yang mesti dimiliki masyarakat Indonesia, terlebih di era digitalisasi. Sebab, tingkat literasi keuangan yang rendah bisa menimbulkan kerugian.

Sebagai contoh, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total investor ritel mencapai 9,1 juta hingga Juni 2022. Sebanyak 59,72 persen di antaranya merupakan generasi muda atau di bawah 30 tahun.

Lantaran literasi keuangan masih rendah, para investor tersebut berpotensi terkena skema investasi ilegal dengan berbagai modus.

Contoh lainnya, masyarakat yang kurang memiliki literasi keuangan tidak bisa mengambil keputusan finansial secara bijak, seperti meminjam uang dan mengelola keuangan. Hal ini berdampak pada risiko terjerat utang dan kebangkrutan.

Berangkat dari hal tersebut, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berkolaborasi dengan KG Media untuk menebarkan literasi keuangan melalui kompetisi lomba video pendek kreatif bernama CreaVid Competition 2022.

Kompetisi bertajuk “Tingkatkan Literasi Keuangan untuk Mendukung Perekonomian Indonesia dalam Rangka Pemulihan Pasca-Pandemi Covid-19” tersebut memanfaatkan ruang digital untuk mengedukasi masyarakat lewat video pendek kreatif yang ringan dan menarik.

Ajang yang telah berlangsung sejak Senin (8/9/2022) itu disambut baik oleh masyarakat, terutama generasi milenial. Hal ini terbukti dari jumlah unggahan partisipan yang diterima LPS, yakni mencapai 400 video pendek.

LPS sendiri sudah menyiapkan total hadiah sebesar Rp 100 juta kepada tiga pemenang utama kompetisi. LPS pun menunjuk Deputy GM News and Current Affairs Kompas TV Alexander Wibisono, figur publik Yuki Kato, dan Sekretaris LPS sebagai juri kompetisi.

Setelah serangkaian penjurian yang ketat, pemenang lomba diumumkan secara daring pada Kamis (1/9/2022). Nur Akmal Nasrullah dinobatkan sebagai Juara 1 dengan judul video “Uangmu, Tanggung Jawabmu” dan mengantongi hadiah sebesar Rp 45 juta.

Kemudian, Juara 2 dengan hadiah sebesar Rp 30 juta jatuh kepada Abdul Wahid dengan judul “Video Anak Muda”. Lalu, Juara 3 diraih oleh Roiyan Cahya melalui video berjudul “Sumringah” dengan hadiah sebesar Rp 15 juta.

Akmal sendiri sempat sempat tidak percaya saat dikabari hasil dirinya terpilih sebagai juara pertama. Ia pun sempat memarahi panitia melalui telepon.

Akan tetapi, setelah dikonfirmasi, panitia berhasil meyakinkan Akmal bahwa dirinya benar-benar memenangkan kompetisi.

Ternyata, hal tersebut dilakukan Akmal karena istrinya pernah menjadi korban phishing. Bahkan, ide video pendek yang dilombakan oleh Akmal diambil pengalaman pribadinya sebagai korban phishing.

Lewat pengalaman tak menyenangkan tersebut, ia pun ingin memberikan edukasi untuk waspada dan meningkatkan literasi keuangan agar tidak mudah terkena penipuan dengan berbagai modus.

Ajak masyarakat meningkatkan literasi keuangan

Selain lewat gelaran kompetisi, LPS juga membagikan tiga cara yang bisa diikuti masyarakat untuk mengelola keuangan.

Pertama, menyiapkan perencanaan keuangan. Masyarakat bisa membuat anggaran keuangan dengan mencatat jumlah pendapatan dan pengeluaran per bulan. Buatlah anggaran yang sesuai dengan kebutuhan yang mencakup pendapatan, biaya tetap, pengeluaran, dan tabungan.

Dengan cara tersebut, masyarakat bisa melacak stabilitas keuangan sehingga membantu saat pengambilan keputusan finansial.

Kedua, mempelajari literasi keuangan secara mandiri. Masyarakat bisa berkomitmen untuk mempelajari literasi keuangan pribadi minimal 30 menit dalam seminggu. Informasi bisa didapatkan dari banyak hal, seperti membaca artikel, mengikuti seminar, atau menonton video edukasi ringan, seperti yang ditampilkan pada ajang CreaVid Competition.

Ketiga, berdiskusi dan berkonsultasi dengan pihak profesional. Selain mempelajari literasi keuangan secara mandiri, masyarakat bisa berkonsultasi dengan para ahli, seperti konsultan keuangan. Diskusi ini bisa membantu meningkatkan pemahaman dan menambah wawasan untuk keputusan finansial.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.