Kompas.com - 12/09/2022, 10:38 WIB
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Program Kartu Prakerja masih terus berlangsung sejak diluncurkan tahun 2020. Hingga pertengahan September 2022, telah dibuka sebanyak 44 gelombang, yang bisa diikuti oleh seluruh masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Nantinya, peserta lolos wajib mengikuti pelatihan di platform yang tersedia seperti Tokopedia, Bukalapak, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Pijar, Pintar, Kariermu, dan lainnya.

Setelah menyelesaikan pelatihan dan memperoleh sertifikat, peserta akan mendapatan insentif biaya mencari kerja dan insentif pengisian survei, dengan total masing-masing sebesar Rp 2,4 juta dan Rp 150.000.

Kedua insentif tersebut akan diberikan setelah peserta memberikan ulasan dan penilaian terhadap pelatihan di dashboard masing-masing peserta.

Insentif disalurkan secara non tunai melalui metode transfer ke nomor rekening bank atau e-wallet. Lantas, bagaimana cara menyambungkan nomor rekening bank atau akun e-wallet?

Baca juga: Prakerja Gelombang 44 Dibuka, Pahami Tes dan Seleksinya!

Cara menyambungkan nomor rekening atau akun e-wallet

Dilansir dari informasi resmi, sebelum menyambungkan rekening bank atau e-wallet, peserta Kartu Prakerja harus memastikan sejumlah hal, seperti:

  • Rekening bank atau e-wallet masih akti, di mana rekening bank dalam mata uang Rupiah.
  • Rekening bank atau e-wallet harus atas nama diri sendiri, sesuai NIK yang terdaftar di Kartu Prakerja.
  • Jika memilih e-wallet, pastikan mepunyai akun OVO, LinkAja, GoPay, atau DANA.
  • Nomor handphone yang teregistrasi di Kartu Prakerja merupakan nomor telepon akun e-wallet.
  • Akun e-wallet telah di-upgrade atau akun e-wallter yang KYC (verifikasi KTP dan swafoto).

Setelah menonton tiga video tentang Kartu Prakerja, Anda akan diarahkan untuk melakukan penyambungan rekening atau e-wallet, lalu klik tombol “Sambungkan Sekarang”.

- Penyambungan rekening bank Kartu Prakerja

Adapun langkah-langkah penyambungan rekening bank Kartu Prakerja sebagai berikut:

  1. Jika ingin menyambungkan rekening bank, maka pilih nama bank dan klik “Sambungkan”
  2. Masukkan data rekening dan pastikan semuanya telah benar, lalu klik “Sambungkan”
  3. Akan muncul halaman konfirmasi rekening, setelah memastikan semua data benar, lalu klik “Ya, Sambungkan” dan proses penyambungan rekening bank berhasil.

Baca juga: Kartu Prakerja Gelombang 44 Dibuka, Daftar di www.prakerja.go.id

- Penyambungan e-wallet Kartu Prakerja

Sementara itu, langkah-langkah untuk menyambungkan e-wallet di Kartu Prakerja sebagai berikut:

  1. Anda dapat menyambungkan akun e-wallet memilih e-wallet yang diinginkan dan klik “Sambungkan”
  2. Pastikan nomor handphone yang teregistrasi di akun Kartu Prakerja adalah nomor e-wallet yang telah KYC atau sudah di-upgrade
  3. Masukkan nomor handphone dengan benar, lalu klik “Sambungkan”
  4. Akan muncul halaman konfirmasi. Setelah memastikan data nomor handphone yang dimasukkan benar, klik “Ya, Sambungkan”
  5. Anda akan mendapatkan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS, masukkan kode tersebut untuk verifikasi akun.
  6. Setelah itu, masukkan security code akun atau PIN e-wallet yang dipilih untuk disambungkan, dan penyambungan berhasil.

Sebagai informasi, pencairan insentif ke rekening atau e-wallet dilaksanakan dalam waktu 3-5 hari kerja sejak tanggal penjadwalan insentif muncul di dashboard masing-masing peserta.

Lebih lanjut, seluruh peserta dapat menyambungkan rekening bank atau e-wallet paling lambat pada 10 Desember agar bisa menerima dana insentif.

Baca juga: Simak Cara Cek Bansos PKH 2022 lewat cekbansos.kemensos.go.id

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadapi Tantangan Ekonomi Global 2023, Ini 5 Bauran Kebijakan BI

Hadapi Tantangan Ekonomi Global 2023, Ini 5 Bauran Kebijakan BI

Whats New
BPS Ungkap Harga Beras, Tahu, Tempe, Telur Ayam Ras Masih Naik per November 2022

BPS Ungkap Harga Beras, Tahu, Tempe, Telur Ayam Ras Masih Naik per November 2022

Whats New
Program Penanaman Bakau di Tahura Ngurah Rai Bali Milik QNET Raih Penghargaan ISDA 2022

Program Penanaman Bakau di Tahura Ngurah Rai Bali Milik QNET Raih Penghargaan ISDA 2022

Rilis
Utang Indonesia Capai Rp 7.496 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman

Utang Indonesia Capai Rp 7.496 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman

Whats New
4 Hari Berturut-turut Saham GOTO Sentuh ARB, Masih Akan Melemah Lagi?

4 Hari Berturut-turut Saham GOTO Sentuh ARB, Masih Akan Melemah Lagi?

Whats New
Platform Pesan-Antar Makanan DoorDash Bakal PHK 1.250 Karyawannya

Platform Pesan-Antar Makanan DoorDash Bakal PHK 1.250 Karyawannya

Whats New
Kementerian PUPR: 1.400 Hektar Lahan di IKN Nusantara Diminati Banyak Investor

Kementerian PUPR: 1.400 Hektar Lahan di IKN Nusantara Diminati Banyak Investor

Whats New
Di Depan Jokowi, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI dalam Tren Pemulihan Berkat Kerja Keras APBN

Di Depan Jokowi, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI dalam Tren Pemulihan Berkat Kerja Keras APBN

Whats New
Saham Teknologi Lagi-lagi Rontok, IHSG Sesi I Ditutup Melemah

Saham Teknologi Lagi-lagi Rontok, IHSG Sesi I Ditutup Melemah

Whats New
Minta Pemerintah Tak Impor Beras, Jabar dan Jatim: Siap Pasok ke Bulog

Minta Pemerintah Tak Impor Beras, Jabar dan Jatim: Siap Pasok ke Bulog

Whats New
Hadapi Potensi Resesi 2023, Zurich Yakin Industri Asuransi Tetap Tumbuh

Hadapi Potensi Resesi 2023, Zurich Yakin Industri Asuransi Tetap Tumbuh

Whats New
Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Whats New
Kala Buruh dan Pengusah Kompak Tolak Kenaikan Upah Minimum 2023

Kala Buruh dan Pengusah Kompak Tolak Kenaikan Upah Minimum 2023

Whats New
Strategi IndiHome Genjot Kinerja Perusahaan

Strategi IndiHome Genjot Kinerja Perusahaan

Whats New
Vale Bangun Industri Nikel dengan Dana Rp 131 Triliun

Vale Bangun Industri Nikel dengan Dana Rp 131 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.