Luhut: Indonesia Jadi Kekuatan yang Harus Diperhitungkan

Kompas.com - 15/09/2022, 21:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Indonesia jadi kekuatan yang harus diperhitungkan.

Luhut mengatakan hal itu ia sampaikan saat bicara di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat (AS).

"Dengan penuh rasa bangga, saya sampaikan kepada para tamu undangan yang hadir bahwa Indonesia hari ini adalah sebuah kekuatan yang harus diperhitungkan," kata Luhut dalam akun Instagram resminya @luhut.pandjaitan, Kamis (15/9/2022).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Luhut Binsar Pandjaitan (@luhut.pandjaitan)

Baca juga: Anak Buah Luhut Sebut Energi Butuh SDM yang Fasih Gunakan Teknologi Digital

"Bukan karena negara yang besar dalam jumlah populasinya, tetapi juga kekayaan sumber daya alam yang potensial untuk sumber energi baru dan terbarukan," sambung Luhut.

Dengan modal itu kata dia, bukanlah angan-angan belaka jika Indonesia memiliki visi menjadi negara maju pada 2045. Meski begitu, Luhut mengakui perlu kerja keras untuk mencapai cita-cita tersebut. 

Sebab Indonesia dinilai perlu melakukan pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19, melakukan transformasi ekonomi yang mulanya berbasis komoditas menjadi berbasis industri, hingga mengurangi dampak perubahan iklim melalui dekarbonisasi dan juga transisi energi.

Luhut mengaku menunjukkan bukti Indonesia mampu mensinergikan pemulihan ekonomi pasca-pandemi dengan tetap memegang komitmen untuk dekarbonisasi seperti negara G20 lainnya.

Baca juga: Luhut hingga Dirut PLN Bakal Bahas Nol Emisi Karbon di IPA Convex 2022


"Untuk itu, berbagai upaya sedang kami lakukan mulai dari mengurangi ketergantungan pada PLTU yang bahan bakar utamanya adalah batubara, pengembangan industri hijau baru seperti kendaraan listrik, baterai dan hidrogen, hingga berinvestasi dalam teknologi dan proses efisiensi energi," kata Luhut.

Namun Luhut mengatakan transisi energi membutuhkan sumber daya dan dukungan yang besar dari komunitas Internasional agar Indonesia dapat mengakses teknologi serta pendanaan.

"Agar ke depannya transisi energi yang berkeadilan bisa kita terapkan di seluruh negara di dunia. Jika upaya ini berhasil, saya rasa Indonesia bisa menjadi 'role model' bagi negara berkembang lainnya untuk mewujudkan hal baik ini bersama-sama," tuturnya.

Selain itu, Luhut juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah membayangkan diundang oleh Massachusetts Institute of Technology. Apalagi dirinya memandang MIT sebagai universitas terbaik di dunia.

Baca juga: Redam Kenaikan Anggaran Subsidi BBM, Luhut: Percepat Penggunaan Kendaraan Listrik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.