Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

E-Commerce Global Diperkirakan Tumbuh 25 Persen di 2027

Kompas.com - 16/09/2022, 17:40 WIB
Kiki Safitri,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Tren digitalisasi saat ini dinilai semakin mempengaruhi pola jual beli yang terjadi di dunia. Hal ini juga dinilai akan mempengaruhi rantai pasok, inflasi, dan juga sistem penjualan di masa yang akan datan.

Director of Business Intelligence GroupM’s Global Kate Scott-Dawkins mengatakan tahun ini jumlah penjualan retail e-commerce secara global akan tumbuh 19 persen. Lima tahun kemudian, potensi ini akan tumbuh hingga 25 persen.

“Kami memperkirakan penjualan ritel global dari e-commerce akan (tumbuh) 19 persen pada tahun 2022, dan tumbuh menjadi 25 persen pada tahun 2027,” kata Kate Scott-Dawkins secara virtual, Kamis (16/9/2022).

Baca juga: Hasil Riset: Konsumen E-commerce di Indonesia Didominasi Pemburu Diskon

Dia kemudian menjelaskan, dari 20 perusahaan e-ommerce global teratas, sebanyak 67 persen menyumbang penjualan e-commerce sepanjang tahun 2021. Sementara itu, pendapatan dari media ritel global kemungkinan akan mencapai 101 miliar dollar AS pada tahun 2022.

“Posisi itu, 15 persen lebih tinggi dari tahun lalu, dan akan melampaui 160 dollar AS dalam lima tahun kedepan,” lanjutnya.

Kate mengatakan, tahun ini penjualan e-commerce global akan mencapai 5,4 triliun dollar AS tahun ini, yang didiminasi oleh China dan AS sebesar 52 persen. Hampir 61 persen dari total, 3,3 triliun dollar AS dari pasa AS, China, Jepang, Jerman, Inggris, Kanada, dan Australia.

Baca juga: Promo Gratis Ongkir Ternyata Jadi Penarik Konsumen Berbelanja di E-Commerce

Namun demikian, China diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pada e-commerce sebesar 5,6 persen, lebih lambat dari tahun lalu yakni tumbuh 10 persen. Hal ini terjadi karena kebijakan penguncian akibat Covid-19 di China.

Sementara itu, pertumbuhan pasar e-commerce di AS pada tahun 2022 akan cukup kencang yakni 25 persen. Demikian juga dengan Jerman yang tumbuh 14 persen, dan Jepang 12 persen.

Sementara itu, pertumbuhan e-commerce di Inggris, Kanada, dan Australia diperkirakan akan melambat, masing-masing 3,6 persen, 10,1 persen, dan 8,4 persen.

Baca juga: Rupiah Digital Bakal Bisa Digunakan di E-commerce hingga Metaverse

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cara Membuat Kartu ATM BCA Berfitur Contactless

Cara Membuat Kartu ATM BCA Berfitur Contactless

Work Smart
Pertanyaan Umum tapi Menjebak dalam Wawancara Kerja, Apa Itu dan Bagaimana Cara Jawabnya?

Pertanyaan Umum tapi Menjebak dalam Wawancara Kerja, Apa Itu dan Bagaimana Cara Jawabnya?

Work Smart
Menko Airlangga soal Kondisi Geopolitik Global: Belum Ada Apa-apa, Kita Tenang Saja...

Menko Airlangga soal Kondisi Geopolitik Global: Belum Ada Apa-apa, Kita Tenang Saja...

Whats New
Pasar Perdana adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Pasar Perdana adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Work Smart
Apa Dampak Konflik Iran-Israel ke Industri Penerbangan Indonesia?

Apa Dampak Konflik Iran-Israel ke Industri Penerbangan Indonesia?

Whats New
HUT Ke-35 BRI Insurance, Berharap Jadi Manfaat bagi Masyarakat

HUT Ke-35 BRI Insurance, Berharap Jadi Manfaat bagi Masyarakat

Rilis
Menperin Siapkan Insentif untuk Amankan Industri dari Dampak Konflik Timur Tengah

Menperin Siapkan Insentif untuk Amankan Industri dari Dampak Konflik Timur Tengah

Whats New
Respons Bapanas soal Program Bantuan Pangan Disebut di Sidang Sengketa Pilpres

Respons Bapanas soal Program Bantuan Pangan Disebut di Sidang Sengketa Pilpres

Whats New
Freeport Indonesia Catat Laba Bersih Rp 48,79 Triliun pada 2023, Setor Rp 3,35 Triliun ke Pemda Papua Tengah

Freeport Indonesia Catat Laba Bersih Rp 48,79 Triliun pada 2023, Setor Rp 3,35 Triliun ke Pemda Papua Tengah

Whats New
KPLP Kemenhub Atasi Insiden Kebakaran Kapal di Perairan Tanjung Berakit

KPLP Kemenhub Atasi Insiden Kebakaran Kapal di Perairan Tanjung Berakit

Whats New
Wamenkeu Sebut Suku Bunga The Fed Belum Akan Turun dalam Waktu Dekat

Wamenkeu Sebut Suku Bunga The Fed Belum Akan Turun dalam Waktu Dekat

Whats New
PNS yang Dipindah ke IKN Bisa Tempati Apartemen Mulai September

PNS yang Dipindah ke IKN Bisa Tempati Apartemen Mulai September

Whats New
RMKE: Ekspor Batu Bara Diuntungkan dari Pelemahan Rupiah

RMKE: Ekspor Batu Bara Diuntungkan dari Pelemahan Rupiah

Whats New
Antisipasi Darurat Pangan di Papua Selatan, Kementan Gencarkan Optimasi Lahan Rawa di Merauke

Antisipasi Darurat Pangan di Papua Selatan, Kementan Gencarkan Optimasi Lahan Rawa di Merauke

Whats New
Erick Thohir Minta Pertamina hingga MIND ID Borong Dollar AS, Kenapa?

Erick Thohir Minta Pertamina hingga MIND ID Borong Dollar AS, Kenapa?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com