Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Minat Ajukan KPR? Simak Dulu Daftar Suku Bunga Dasar Kredit Perbankan

Kompas.com - 17/09/2022, 18:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi kamu yang akan membeli rumah dengan pembayaran kredit pemilikan rumah (KPR), penting untuk mengetahui Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK).

Pasalnya, dikutip dari laman ojk.go.id, SBDK digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit seperti KPR yang akan dikenakan oleh bank kepada nasabah.

Dengan mengetahui SBDK perbankan, maka dapat diketahui besaran suku bunga KPR suatu bank sehingga SBDK dapat menjadi acuan masyarakat untuk memilih bank mana yang berikan bunga KPR lebih rendah.

Baca juga: Garuda Indonesia Dapat Fasilitas Pembiayaan Rp 725 Miliar, untuk Apa Saja?

Meski demikian, SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur. Dengan demikian, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK.

Selain itu, biasanya tiap bank memiliki beragam pilihan suku bunga berupa suku bunga flat, suku bunga fixed, suku bunga fixed and cap, suku bunga berjenjang, dan sebagainya yang dapat dipilih nasabah sesuai kemampuan finansialnya.

Bank juga kerap menberikan insentif berupa gratis uang muka atau down payment (DP) hingga tenor yang panjang hingga lebih dari 20 tahun untuk meringankan nasabahnya membayar KPR.

Baca juga: BSU Tahap 2 Cair Pekan Depan, Ini Syarat dan Cara Cek Penerimanya via Online

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rata-rata SBDK bank umum konvensional sampai akhir Juli 2022 untuk KPR sebesar 8,57 persen, menurun 0,09 persen dari bulan sebelumnya.

Berikut besaran suku bunga dasar KPR sejumlah bank, dikutip dari data SBDK April 2022 yang dilaporkan perbankan ke OJK:

  • Bank BRI 7,25 persen.
  • Bank Mandiri 7,25 persen.
  • Bank BNI 7,25 persen.
  • Bank BTN 7,25 persen.
  • Bank BCA 7,20 persen.
  • Bank Danamon Indonesia 8,00 persen.
  • Bank Permata 8,25 persen
     
     
  • Bank Maybank Indonesia 8,00 persen.
  • Bank Panin 7,25 persen.
  • Bank CIMB Niaga 7,25 persen.
  • Bank UOB 8,20 persen.
  • Bank OCBC NISP 8,00 persen.
  • China Construction Bank (CCB) 7,08 persen.
  • Bank Artha Graha 11,53 persen.
  • Bank DBS Indonesia 7,20 persen.
  • Standard Chartered 7,47 persen.
  • Bank Capital Indonesia 13,22 persen.
  • Bank Bumi Arta 6,57 persen.
  • Bank HSBC Indonesia 8,00 persen.
  • Bank J Trust 11,35 persen.
  • Bank Mayapada 11,90 persen.
  • BPD Jawa Barat dan Banten 7,95 persen.
  • BPD DKI 8,50 persen.
  • BPD DI Yogyakarta 5,08 persen.
  • BPD Jawa Tengah 6,56 persen
  • BPD Jawa Timur 7,24 persen.
  • BPD Jambi 6,39 persen.
  • BPD Sumatera Utara 9,35 persen.
  • Bank Nagari 9,75 persen.
  • BPD Riau Kepri 4,54 persen.
  • BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung 8,85 persen.
  • BPD Lampung 7,93 persen.
  • BPD Kalimantan Selatan 9,38 persen.
  • BPD Kalimantan Barat 10,33 persen.
  • BPD Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara 8,42 persen.
  • BPD Kalimantan Tengah 8,39 persen.
  • BPD Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat 6,57 persen.
  • BPD Sulawesi Utara dan Gorontalo 11,77 persen.
  • BPD Bali 6,81 persen.
  • BPD Nusa Tenggara Timur 11,63 persen.
  • BPD Maluku dan Maluku Utara 8,43 persen.
  • BPD Papua 8,96 persen.
  • BPD Bengkulu 5,33 persen.
  • BPD Sulawesi Tengah 5,29 persen.
  • BPD Sulawesi Tenggara 6,72 persen.
  • BPD Banten 7,58 persen.
  • Bank of India Indonesia 10,5 persen.
  • Bank Mestika Dharma 8,32 persen.
  • Bank Shinhan 5,59 persen.
  • Bank Maspion Indonesia 9,5 persen.
  • Bank Ganesha 8,19 persen.
  • Bank ICBC 8 persen.
  • Bank Woori Saudara 1906 10,25 persen.
  • Bank Mega 10,71 persen.
  • Bank Bukopin 9,78 persen.
  • Bank Bisnis Internasional 8,89 persen.
  • Bank Jasa Jakarta 7,7 persen.
  • Bank KEB Hana 6,25 persen.
  • Bank MNC 9,29 persen.
  • Bank Neo Commerce 10,63 persen.
  • Bank Raya Indonesia 12,75 persen.
  • Bank Digital BCA 10,57 persen.
  • Bank Nationalnobu 9,25 persen.
  • Bank Ina Perdana 6,8 persen.
  • Prima Master Bank 10,95 persen.
  • Bank Sahabat Sampoerna 11,75 persen.
  • Bank Amar Indonesia 13 persen.
  • Bank Seabank 11,16 persen.
  • Bank Multiarta Sentosa 4,9 persen.
  • Bank Mayora 7,47 persen.
  • Bank Index 9,65 persen.
  • Bank Fama Internasional 10,51 persen.
  • Bank Victoria 9,63 persen.
  • Bank IBK Indonesia 5,46 persen.
  • Bank CTBC Indonesia 10,25 persen.
  • Bank Commonwealth 9,75 persen.

Baca juga: Harga BBM Naik, Pejuang KPR Jangan Kaget Cicilan Melejit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saham Sektor Teknologi Catatkan Kenaikan Paling Tinggi Awal 2023, Ini Katalisnya

Saham Sektor Teknologi Catatkan Kenaikan Paling Tinggi Awal 2023, Ini Katalisnya

Whats New
Soal Jalan Berbayar, Bos Bluebird: Kalau Bisa Taksi Digratiskan

Soal Jalan Berbayar, Bos Bluebird: Kalau Bisa Taksi Digratiskan

Whats New
8 Penyakit Kritis yang Biaya Rawat Inapnya Ditanggung Asuransi

8 Penyakit Kritis yang Biaya Rawat Inapnya Ditanggung Asuransi

Whats New
Airlangga Sebut RI Tak Akan Setop Ekspor Sawit ke Eropa

Airlangga Sebut RI Tak Akan Setop Ekspor Sawit ke Eropa

Whats New
Kurangi Konsumsi Listrik, Perusahaan Wajib Bangun Infrastruktur Green Data Center

Kurangi Konsumsi Listrik, Perusahaan Wajib Bangun Infrastruktur Green Data Center

Rilis
Strategi Anak Usaha ABM Investama Perkuat Ekosistem Logistik Nasional

Strategi Anak Usaha ABM Investama Perkuat Ekosistem Logistik Nasional

Rilis
Larang Minyakita Dijual Online, Kemendag Turunkan 6.678 Tautan Toko 'Online'

Larang Minyakita Dijual Online, Kemendag Turunkan 6.678 Tautan Toko "Online"

Whats New
Program Kartu Prakerja Gelombang 48 Belum Dimulai, PMO: Baru Sekadar Daftar Akun

Program Kartu Prakerja Gelombang 48 Belum Dimulai, PMO: Baru Sekadar Daftar Akun

Whats New
Januari 2023, Penjualan Eceran Diprediksi Tumbuh 1,7 Persen secara Tahunan

Januari 2023, Penjualan Eceran Diprediksi Tumbuh 1,7 Persen secara Tahunan

Whats New
Dukung Promosi UMKM, GoSend Sediakan Wadah Komunitas Best Seller GoSend

Dukung Promosi UMKM, GoSend Sediakan Wadah Komunitas Best Seller GoSend

Whats New
Pesawat Susi Air Dibakar di Nduga, INACA Minta Keamanan Penerbangan Ditingkatkan

Pesawat Susi Air Dibakar di Nduga, INACA Minta Keamanan Penerbangan Ditingkatkan

Whats New
Kartu Prakerja Diperkenalkan Lagi di Forum PBB, Disebut Berdampak Positif untuk Kesejahteraan

Kartu Prakerja Diperkenalkan Lagi di Forum PBB, Disebut Berdampak Positif untuk Kesejahteraan

Whats New
Kementan Fokus Tuntaskan Arahan Presiden Tanam 1 Juta Batang Kelapa Sesuai Target

Kementan Fokus Tuntaskan Arahan Presiden Tanam 1 Juta Batang Kelapa Sesuai Target

Smartpreneur
Indonesia dan Malaysia Sepakat Lawan Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa

Indonesia dan Malaysia Sepakat Lawan Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa

Whats New
IHSG Februari Diprediksi Bisa Sentuh Level 7.000

IHSG Februari Diprediksi Bisa Sentuh Level 7.000

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+