Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Erick Thohir Dorong Penghuni Rumah dan Apartemen BUMN Pakai Kompor Listrik

Kompas.com - 21/09/2022, 16:40 WIB
Kiki Safitri,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong penghuni rumah dan apartemen yang dibangun oleh BUMN pakai kompor listrik. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam dalam mendorong konversi elpiji ke kompor listrik.

“Bersama Dirut PLN, kami mendorong saat ini di apartemen dan rumah yang dibangun oleh perusahaan–perusahaan BUMN memanfaatkan kompor listrik,” kata Erick Thohir di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Menurut Erick, saat ini generasi muda lebih menyukai menggunakan kompor listrik karena dinilai lebih praktis. Menurutnya, ini sebagaian dari ecolifestyle, mengingat efisiensi dan kemudahan yang ditawarkan, dibandingkan dengan kompor elpiji.

Baca juga: Konversi ke Kompor Listrik Dinilai Bebani Masyarakat, Ini Saran untuk Pemerintah

“Apakah masyarakat lebih luas menginginkan kompor listrik? Hal itu sah-sah saja karena bagian daripada ecolifestyle. Saya yakin generasi muda akan lebih terbuka terhadap kompor listrik karena lebih mudah digunakan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, saat ini tren gaya hidup generasi muda adalah tinggal di apartemen bersama dengan pasangannya, dan cenderung tidak menggunakan asisten rumah tangga. Hal ini didorong kemudahan-kemudahan dari sisi teknologi.

“Saat ini terdapat tren gaya hidup di mana generasi muda hidup sendiri atau berdua dengan pasangannya di apartemen. Transisi ini yang perlu kita jaga dimana terdapat keseimbangan antara gas LPG, gasifikasi (DME) dan kompor listrik,” kata mantan Presiden Inter Milan itu.

Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, penggunaan kompor listrik lebih hemat jika dibandingkan dengan kompor elpiji. Menurutnya, dengan penghematan ini diharapkan dapat mengubah cara penggunaan energi, yang saat ini masih impor.

Baca juga: Mendag Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Daya Listrik 450 VA Menjadi 900 VA


“Tentu saja dengan adanya potensi penghematan ini diharapkan dapat mengubah dari yang tadinya menggunakan energi impor menjadi energi domestik. Selain itu juga diharapkan dapat mengubah energi yang mahal menjadi energi yang murah sehingga terjangkau semua kalangan,” ungkap Darmawan.

Darmawan mendukung program konversi kompor elpiji ke kompor listrik ini, yang juga sebagai bentuk pergeseran gaya hidup masyarakat saat ini. Menurutnya hal ini sebagaian dari ecolifestyle di masa mendatang.

“Untuk itulah kami mendukung program kompor listrik dengan mempertimbangkan suatu keseimbangan yang sesuai masukan dari Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM. Untuk ecolifestyle, PLN melihat ada pergeseran gaya hidup di masa mendatang yang akan menggunakan listrik,” kata dia.

Baca juga: Konversi ke Kompor Listrik Dinilai Bebani Masyarakat, Ini Saran untuk Pemerintah

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Perputaran Uang Judi Online di RI sampai Rp 327 Triliun Setahun

Perputaran Uang Judi Online di RI sampai Rp 327 Triliun Setahun

Whats New
Bapanas Pastikan Konflik Israel-Iran Tak Pengaruhi Masuknya Komoditas Pangan yang Rutin Diimpor

Bapanas Pastikan Konflik Israel-Iran Tak Pengaruhi Masuknya Komoditas Pangan yang Rutin Diimpor

Whats New
Pasca Akuisisi BPR, KoinWorks Fokus Inovasi dan Efisiensi Tahun Ini

Pasca Akuisisi BPR, KoinWorks Fokus Inovasi dan Efisiensi Tahun Ini

Whats New
Lion Air Bantah 2 Pegawai yang Ditangkap Menyelundupkan Narkoba Merupakan Pegawainya

Lion Air Bantah 2 Pegawai yang Ditangkap Menyelundupkan Narkoba Merupakan Pegawainya

Whats New
Indofarma Akui Belum Bayar Gaji Karyawan Periode Maret 2024, Mengapa?

Indofarma Akui Belum Bayar Gaji Karyawan Periode Maret 2024, Mengapa?

Whats New
Pesetujuan KPR BSI Kini Hanya Butuh Waktu Satu Hari

Pesetujuan KPR BSI Kini Hanya Butuh Waktu Satu Hari

Spend Smart
Bank Sentral Inggris Diprediksi Pangkas Suku Bunga pada Mei 2024

Bank Sentral Inggris Diprediksi Pangkas Suku Bunga pada Mei 2024

Whats New
Cara Membuat Kartu ATM BCA Berfitur Contactless

Cara Membuat Kartu ATM BCA Berfitur Contactless

Work Smart
Pertanyaan Umum tapi Menjebak dalam Wawancara Kerja, Apa Itu dan Bagaimana Cara Jawabnya?

Pertanyaan Umum tapi Menjebak dalam Wawancara Kerja, Apa Itu dan Bagaimana Cara Jawabnya?

Work Smart
Menko Airlangga soal Kondisi Geopolitik Global: Belum Ada Apa-apa, Kita Tenang Saja...

Menko Airlangga soal Kondisi Geopolitik Global: Belum Ada Apa-apa, Kita Tenang Saja...

Whats New
Pasar Perdana adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Pasar Perdana adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Work Smart
Apa Dampak Konflik Iran-Israel ke Industri Penerbangan Indonesia?

Apa Dampak Konflik Iran-Israel ke Industri Penerbangan Indonesia?

Whats New
HUT Ke-35 BRI Insurance, Berharap Jadi Manfaat bagi Masyarakat

HUT Ke-35 BRI Insurance, Berharap Jadi Manfaat bagi Masyarakat

Rilis
Menperin Siapkan Insentif untuk Amankan Industri dari Dampak Konflik Timur Tengah

Menperin Siapkan Insentif untuk Amankan Industri dari Dampak Konflik Timur Tengah

Whats New
Respons Bapanas soal Program Bantuan Pangan Disebut di Sidang Sengketa Pilpres

Respons Bapanas soal Program Bantuan Pangan Disebut di Sidang Sengketa Pilpres

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com