Tak Punya Rekening Himbara? Begini Cara agar Dapat BSU 2022

Kompas.com - 23/09/2022, 12:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bantuan subsidi upah (BSU) atau subsidi gaji dari pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah disalurkan mulai dari tahap I hingga kini tahap II sedang berlangsung.

Penyaluran BSU sebesar Rp 600.000 ini pemerintah menggandeng bank-bank milik negara (Himbara) seperti BRI, BNI, BTN, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Mandiri. Lantas bagaimana bagi para pekerja yang tidak memiliki rekening Himbara namun dinyatakan lolos sebagai penerima?

"Bagi yang tidak punya rekening Himbara maka pekerja dapat melaporkan ke manajemen/perusahaan agar bisa menghubungi Kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Nanti BPJS (Ketenagakerjaan) akan komunikasi ke bank untuk membukakan secara kolektif untuk pekerja di perusahaan tersebut," kata Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Dita Indah Sari kepada Kompas.com, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Simak 3 Cara Cek Status Penerima BSU Tahap 2 lewat HP

Dengan melapor ke pihak manajemen perusahaan atau biasa dikenal Human Resourch Development (HRD) lanjut Dita, maka pekerja yang tidak memiliki rekening Himbara akan dibantu untuk dibuatkan rekening secara kolektif.

"Bisa kolektif kok, dibukain sekalian (rekening Himbara). Jadi enggak satu-satu buka sendiri. Susah kalau pekerja buka sendiri pas jam kerja. Sering enggak sempat," ujarnya.

Sementara, pemerintah juga menyalurkan BSU melalui Kantor Pos. Media penyaluran tersebut dikhususkan bagi pekerja yang sulit dijangkau oleh bank milik negara tersebut. Namun sejauh ini, kata Dita, penyaluran masih terjangkau oleh Himbara.

"Untuk penyaluran via Kantor Pos itu kami prioritaskan untuk daerah-daerah remote yang tidak terjangkau oleh pelayanan perbankan. Sejauh ini penyaluran masih terjangkau oleh lima Himbara, khusus wilayah Aceh menggunakan Bank Syariah Indonesia," ucapnya.

Dia menjelaskan, subsidi gaji disalurkan melalui Bank Himbara tersebut karena pemerintah menghemat biaya administrasi. Karena pada 2020 lalu, awal pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, memang penyaluran BSU juga melalui rekening non-Himbara. Tetapi negara menanggung beban biaya administrasi penyaluran sebesar Rp 6.500.

"Kenapa kita pakai antar Himbara? Supaya enggak ada biaya transfer. Kalau Himbara kirim ke non-Himbara bakal kena biaya transfer. Yang nanggung kan pemerintah. Enggak boleh diambil dari yang Rp 600.000 itu. Jika biaya transfer Rp 2.500 maka kalikan berapa juta rekening pekerja. Jika Rp 6.500 lebih banyak lagi. Sayang kan uang miliaran habis cuma buat biaya transfer," jelas Dita.

Baca juga: BSU Tahap 2 Sudah Disalurkan ke 2,4 Juta Pekerja, Begini Cara Cek Status Penerimanya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenaker Dorong Perusahaan Segera Daftarkan Pekerjanya yang Belum Terdaftar Jamsostek

Kemenaker Dorong Perusahaan Segera Daftarkan Pekerjanya yang Belum Terdaftar Jamsostek

Whats New
Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong, Ini Kata BPOM

Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong, Ini Kata BPOM

Whats New
Kementerian PUPR Targetkan Penyelesaian 9 Bendungan Hingga Akhir 2022

Kementerian PUPR Targetkan Penyelesaian 9 Bendungan Hingga Akhir 2022

Whats New
BTPN Salurkan Kredit Rp 149,26 Triliun hingga Akhir Juni, Masih Didominasi Segmen Korporasi

BTPN Salurkan Kredit Rp 149,26 Triliun hingga Akhir Juni, Masih Didominasi Segmen Korporasi

Whats New
5 Tips Memilih Investasi yang Aman, Apa Saja?

5 Tips Memilih Investasi yang Aman, Apa Saja?

Whats New
Bank Raya Tunjuk Ida Bagus Jadi Dirut Baru, Gantikan Kaspar Situmorang

Bank Raya Tunjuk Ida Bagus Jadi Dirut Baru, Gantikan Kaspar Situmorang

Whats New
Bantu Perusahaan Bangun Relasi dengan Stakeholder, Tada Gifting Diluncurkan

Bantu Perusahaan Bangun Relasi dengan Stakeholder, Tada Gifting Diluncurkan

Whats New
Pendapatan Klinko (KLIN) Naik 215 Persen pada Semester I-2022

Pendapatan Klinko (KLIN) Naik 215 Persen pada Semester I-2022

Whats New
Astra Internasional Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya

Astra Internasional Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Krisis Inggris, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Cukup Kuat

Krisis Inggris, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Cukup Kuat

Whats New
Sucofindo Buka Lowongan Kerja untuk Pegawai Kontrak, Ini Posisi yang Dibutuhkan

Sucofindo Buka Lowongan Kerja untuk Pegawai Kontrak, Ini Posisi yang Dibutuhkan

Work Smart
Syarat dan Cara Membuat Akun Pendataan Tenaga non-ASN BKN 2022

Syarat dan Cara Membuat Akun Pendataan Tenaga non-ASN BKN 2022

Whats New
BRI Buka Lowongan Kerja Lewat Jalur Program BFLP hingga 11 Oktober

BRI Buka Lowongan Kerja Lewat Jalur Program BFLP hingga 11 Oktober

Work Smart
Erick Thohir dan Sandiaga Uno Komitmen Dukung Permodalan dan Kemampuan UMKM Perempuan

Erick Thohir dan Sandiaga Uno Komitmen Dukung Permodalan dan Kemampuan UMKM Perempuan

Whats New
Belanja Pemerintah Bakal Topang Laju Ekonomi di Kuartal IV-2022

Belanja Pemerintah Bakal Topang Laju Ekonomi di Kuartal IV-2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.