Kompas.com - 23/09/2022, 16:30 WIB
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Saat ini, begitu banyak pilihan investasi ditawarkan kepada masyarakat, tak terkecuali berinvestasi dalam bentuk emas.

Emas bisa menjadi pilihan alternatif berinvestasi, salah satunya karena logam mulia ini gampang untuk dijual kembali dengan harga cenderung stabil, bahkan naik seiring waktu.

Semakin banyak peminat emas, di pasaran juga makin mudah ditemui emas palsu. Keberadaan emas palsu ini membuat siapa pun harus lebih berhati-hati sebelum membeli logam mulia ini.

Meski begitu, Anda dapat melakukan beberapa cara untuk mengecek keaslian emas sebelum membelinya. Apa saja ciri-ciri emas asli dan palsu?

Baca juga: Simak, 7 Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu

Cara mendeteksi emas asli atau palsu

Dilansir dari laman resmi Pegadaian, terdapat beberapa cara yang bisa membedakan emas asli atau palsu sebagai berikut:

1. Ciri fisik

Meski tidak semua emas mempunyai tanda khusus kadar emas, kebanyakan logam mulia atau perhiasan memiliki tanda yang menandakan kadar emas seperti dalam bentuk fineness (1-999 atau 1-0.999), atau dalam bentuk karat (10K, 14K, 18K, 22K, dan 24K).

2. Uji magnet

Emas palsu akan menempel saat diuji dengan magnet, tetapi hal ini tidak bisa menjamin sepenuhnya karena banyak bahan logam non-magnetik lain yang dapat digunakan sebagai bahan logam emas palsu.

Baca juga: Cara Membuka Tabungan Emas di Pegadaian

3. Goreskan pada keramik atau kertas

Emas palsu yang digoreskan pada keramik atau kertas akan menimbulkan goresan hitam, sebab emas asli kemungkinan besar tidak memunculkan goresan hitam tersebut.

4. Gigit emas

Dituliskan dalam laman resmi PT Antam, emas adalah logam mulia lunak yang sangat mudah dibentuk. Emas dengan kadar tinggi akan semakin lunak sehingga pengecekan keaslian dapat dilakukan dengan menggigit permukaan emas.

Jika setelah digigit terdapat bekas gigitan yang tertinggal artinya emas asli. Namun, tidak disarankan untuk terburu-buru membelinya sebab bisa saja material yang menyusun emas palsu adalah timah, yang juga termasuk golongan logam lunak.

Baca juga: Kalah Kasasi, Antam Menolak Bayar 1 Ton Emas ke Pengusaha Surabaya

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.