Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nelayan Campurejo Gresik Menginap di SPBU demi Beli Solar, Ini Kata Pertamina

Kompas.com - 27/09/2022, 15:40 WIB
Kiki Safitri,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com – Para nelayan Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik, Jawa Timur, harap-harap cemas menantikan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk mendukung aktivitas mereka. Bahkan, para nelayan rela menginap di SPBU untuk menunggu pasokan solar dari PT Pertamina.

Area Manager Communication, Relations & CSR Patra Niaga Jatimbalinus, Deden Mochhammad Idhani mengatakan, hal tersebut terjadi pekan lalu dan saat ini sudah kondusif.

“Saat ini, SPBU sudah berkoordinasi dengan Polsek setempat untuk pengamanan dan Kondisi dilapangan. Alhamdulillah hingga saat ini kondusif,” ujar Deden saat dihubungi Kompas.com, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Apakah Harga BBM Solar, Pertalite, Pertamax Bisa Turun? Ini Penjelasan Pertamina

Deden bilang, masalah tersebut muncul akibat keterbatasan jumlah SPBU yang ada di Campurejo. Di sisi lain, stok BBM jenis solar juga mengalami keterbatasan.

“Di daerah Campurejo Gresik terdapat 2 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yakni SPBU 54.611.14 dan SPBUN 59.611.01 (proses finalisasi kontrak) dan kebutuhan nelayan di daerah Panceng hanya dilayani oleh SPBU 54.611.14,” ujar Deden saat dihubungi Kompas.com, Selasa (27/9/2022).

Deden mengatakan, penyaluran BBM solar subsidi ke SPBU 54.611.14 adalah 24 kiloliter per hari untuk transportasi logistik jalur pantura dan nelayan. Jumlah tersebut dinilai tidak mencukupi, dan para nelayan Desa Campurejo menuntut agar SPBU bisa menyediakan BBM solar 4 kiloliter per hari hanya untuk nelayan Desa Campurejo.

“Nelayan Desa Campurejo meminta jatah alokasi BBM solar subsidi 4 kiloliter setiap hari. Untuk mengatasi hal itu, tanggal 22 dan 23 September 2022 kami melakukan mediasi antara SPBU, Dinas Perikanan Campurejo, perwakilan nelayan, dan Polsek setempat,” lanjut dia.

Baca juga: Erick Thohir Luncurkan Program Solar untuk Nelayan di Cilacap

Adapun kesepakatan yang diperoleh dari mediasi tersebut yakni para nelayan tetap dilayani selama memiliki rekomendasi yang valid dari Dinas Kelautan dan Perikanan atau DKP setempat. Selain itu, para nelayan juga wajib mengikuti seluruh prosedur, dan menjaga aspek safety selama pengisian di SPBU.

“Nantinya akan dilakukan penambahan pengiriman ke SPBU dari 24 kiloliter menjadi 32 kiloliter, serta percepatan pengoperasian SPBUN 59.611.01 yang saat ini dalam finalisasi kontrak agar nelayan tidak lagi mengisi solar di SPBU,” ungkapnya.

Baca juga: Siap-siap, Program Solar untuk Koperasi Nelayan Bakal Diuji Coba

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

LPEI dan Diaspora Indonesia Kerja Sama Buka Akses Pasar UKM Indonesia ke Kanada

LPEI dan Diaspora Indonesia Kerja Sama Buka Akses Pasar UKM Indonesia ke Kanada

Whats New
Unilever Tarik Es Krim Magnum Almond di Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

Unilever Tarik Es Krim Magnum Almond di Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

Whats New
Simak 5 Cara Merapikan Kondisi Keuangan Setelah Libur Lebaran

Simak 5 Cara Merapikan Kondisi Keuangan Setelah Libur Lebaran

Earn Smart
Studi Kelayakan Kereta Cepat ke Surabaya Digarap China, KAI: Kita Enggak Ikut

Studi Kelayakan Kereta Cepat ke Surabaya Digarap China, KAI: Kita Enggak Ikut

Whats New
Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Bisa Berimbas ke Harga Barang Elektronik

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Bisa Berimbas ke Harga Barang Elektronik

Whats New
Pendaftaran UM-PTKIN 2024 Sudah Dibuka, Ini Link, Jadwal, hingga Alurnya

Pendaftaran UM-PTKIN 2024 Sudah Dibuka, Ini Link, Jadwal, hingga Alurnya

Whats New
Rincian Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 23 April 2024

Rincian Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 23 April 2024

Spend Smart
Pembentukan Badan Penerimaan Negara Masuk Dokumen Rencana Kerja Pemerintah 2025

Pembentukan Badan Penerimaan Negara Masuk Dokumen Rencana Kerja Pemerintah 2025

Whats New
Neraca Dagang RI Kembali Surplus, BI: Positif Topang Ketahanan Eksternal Ekonomi

Neraca Dagang RI Kembali Surplus, BI: Positif Topang Ketahanan Eksternal Ekonomi

Whats New
Sambut Putusan MK soal Sengketa Pilpres, Kadin: Akan Berikan Kepastian bagi Dunia Usaha

Sambut Putusan MK soal Sengketa Pilpres, Kadin: Akan Berikan Kepastian bagi Dunia Usaha

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga BCA

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga BCA

Whats New
Anjlok Rp 18.000 Per Gram, Simak Harga Emas Antam Hari Ini 23 April 2024

Anjlok Rp 18.000 Per Gram, Simak Harga Emas Antam Hari Ini 23 April 2024

Spend Smart
IHSG Awal Sesi Tancap Gas, Rupiah Malah Melemah

IHSG Awal Sesi Tancap Gas, Rupiah Malah Melemah

Whats New
Harga Emas Dunia Anjlok, Ini Penyebabnya

Harga Emas Dunia Anjlok, Ini Penyebabnya

Whats New
Bahan Pokok Hari Ini 23 April 2024: Harga Tepung dan Telur Naik, Daging Sapi dan Ayam Turun

Bahan Pokok Hari Ini 23 April 2024: Harga Tepung dan Telur Naik, Daging Sapi dan Ayam Turun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com