Kompas.com - 28/09/2022, 11:24 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pada sesi perdagangan Rabu (28/9/2022) dibuka melemah. Bahkan, pada pagi hari ini nilai tukar Mata Uang Garuda menembus Rp 15.200 per dollar AS.

Mengacu kepada data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dibuka pada level Rp 15.165 per dollar AS, melemah dibanding posisi penutupan sebelumnya sebesar Rp 15.124 per dollar AS.

Koreksi tersebut terus berlanjut dalam kurun waktu 1 jam pertama perdagangan. Adapun sampai dengan pukul 10.25 WIB, mata uang Garuda diperdagangkan pada level Rp 15.234 per dollar AS, melemah 0,72 persen.

Baca juga: OJK Sebut Guru dan Korban PHK Paling Banyak Terjerat Pinjol Ilegal

Sentimen kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), masih menjadi penyebab utama pelemahan nilai tukar rupiah hari ini. Pasar masih berekspektasi, The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuannya secara agresif pada pertemuan mendatang.

Dengan semakin tingginya ekspektasi peningkatan suku bunga acuan yang agresif, imbal hasil atau yield obligasi AS terus meningkat. Bahkan, saat ini yield obligasi 10 tahun AS semakin mendekati level 4 persen.

"Kenaikan suku bunga mendorong permintaan safe haven greenback, membantu mata uang dollar AS sebagai pembelian safe haven pilihan tahun ini," ujar Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, dalam risetnya, dikutip Rabu.

Baca juga: Info Lengkap Biaya Admin BCA Platinum, Fasilitas, dan Limitnya


Imbas dari kenaikan suku bunga acuan The Fed juga masih dirasakan oleh mata uang regional Asia lain. Dollar Singapura melemah 0,47 persen, dollar Taiwan melemah 0,57 persen, won Korea Selatan melemah 1,15 persen, peso Filipina melemah 0,03 persen, rupee India melemah 0,44 persen, yuan China melemah 0,59 persen, hingga ringgit Malaysia melemah 0,17 persen.

Untuk rupiah sendiri, pelemahan diproyeksi masih akan terus berlanjut. Dengan berbagai ketidakpastian ekonomi global yang dihadapi, nilai tukar rupiah berpotensi terus merosot.

"Pagi ini sudah terlihat melemah dalam, mungkin masih bertahan di bawah Rp 15.300 (per dollar AS) hari ini," ucap Analis Sinarmas Futures, Ariston Tjendra.

Baca juga: PGN bersama PT Pindad Kolaborasi Kembangkan Teknologi Tabung CNG dan LNG

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.