Rupiah Masih Bertengger di Rp 15.100, Ini Strategi BI untuk Mengatasinya

Kompas.com - 28/09/2022, 11:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan strategi untuk menguatkan nilai tukar rupiah yang saat ini tembus Rp 15.100 per dollar Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan Selasa (27/9/2022), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot akhirnya ditutup menguat tipis 0,04 persen ke Rp 15.124 per dollar AS.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan, nilai tukar rupiah yang kini di atas Rp 15.100 per dollar AS disebabkan oleh penguatan mata uang dollar AS yang sekitar 15 persen.

Baca juga: Rupiah Ditutup Menguat di Pasar Spot, tapi Melemah Rp 15.155 Per Dollar AS di Kurs Tengah BI

Meski begitu, tingkat depresiasi rupiah yang sebesar 5,2 persen secara year to date masih lebih rendah di banding negara lain di tingkat regional.

"Itu semua karena penguatan di dollar AS-nya, semua menghantam ke negara lain termasuk Indonesia," ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR, Selasa (27/9/2022).

Dia menambahkan, BI tentu akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan telah menyiapkan beberapa strategi untuk melaksanakannya. Sebab, memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah merupakan bagian untuk mengendalikan inflasi.

Strategi stabilisasi rupiah ini dilakukan dengan triple intervention yaitu mengintervensi pasar valuta asing (valas) baik melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian maupun penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Selain itu, BI juga memiliki strategi operation twist dengan melanjutkan penjualan atau pembelian SBN di pasar sekunder untuk meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN bagi masuknya investasi portofolio asing melalui kenaikan yield SBN tenor jangka pendek dan kenaikan struktur yield SBN jangka panjang yang lebih rendah.

Baca juga: Rupiah Melemah Tembus Rp 15.100 Per Dollar AS, Sri Mulyani Ungkap Penyebabnya

"Kita akan tetap jaga stabilitasnya, tp tekanannya sedang tinggi. Kita masih terus melakukan langkah stabilisasi dengan strategi triple intervention dan twist operation," ucapnya.

Penyebab Rupiah Tembus Rp 15.100 versi BI

Sebelumnya, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto mengatakan, pasca Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin (bps) pada 22 September lalu, memberikan sinyal stance The Fed tetap hawkish ke depannya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pentingnya Layanan Identitas Digital yang Mumpuni dalam Ekosistem Keuangan

Pentingnya Layanan Identitas Digital yang Mumpuni dalam Ekosistem Keuangan

Whats New
Rekomendasi Rakornas Investasi: Tetap Pertahankan Hilirisasi

Rekomendasi Rakornas Investasi: Tetap Pertahankan Hilirisasi

Whats New
Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil Minta Sri Mulyani Tambah Dana DAK

Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil Minta Sri Mulyani Tambah Dana DAK

Whats New
Balas Kekalahan di WTO, Jokowi Berencana Naikkan Pajak Ekspor Nikel

Balas Kekalahan di WTO, Jokowi Berencana Naikkan Pajak Ekspor Nikel

Whats New
Dongkrak Wisatawan di Labuan Bajo, Injourney Bakal Gelar Konser Malam Tahun Baru

Dongkrak Wisatawan di Labuan Bajo, Injourney Bakal Gelar Konser Malam Tahun Baru

Whats New
Rekrutmen Besar-besaran di 30 BUMN Siap Dibuka, Pantau Infonya

Rekrutmen Besar-besaran di 30 BUMN Siap Dibuka, Pantau Infonya

Work Smart
Sebut Kondisi Global Ruwet, Jokowi: Kepala Negara G20 Semuanya Pusing

Sebut Kondisi Global Ruwet, Jokowi: Kepala Negara G20 Semuanya Pusing

Whats New
Menperin Sebut Industri Manufaktur RI Tetap Ekspansif

Menperin Sebut Industri Manufaktur RI Tetap Ekspansif

Whats New
Harga Tiket TMII Tak Naik Usai Direnovasi, InJourney: Kita Ingin Jadikan Taman Terbuka

Harga Tiket TMII Tak Naik Usai Direnovasi, InJourney: Kita Ingin Jadikan Taman Terbuka

Whats New
Mulai Besok hingga 7 Desember, Buruh Demo Tolak Kenaikan UMP DKI

Mulai Besok hingga 7 Desember, Buruh Demo Tolak Kenaikan UMP DKI

Whats New
Tekan Biaya Dana, BTN Fokus Tingkatkan Margin Bunga Bersih

Tekan Biaya Dana, BTN Fokus Tingkatkan Margin Bunga Bersih

Whats New
Mandiri Sekuritas Perbarui Fitur di Aplikasi Sahamnya, Apa Saja?

Mandiri Sekuritas Perbarui Fitur di Aplikasi Sahamnya, Apa Saja?

Earn Smart
Tahun Depan, Rekrutmen CPNS Akan Kembali Dibuka

Tahun Depan, Rekrutmen CPNS Akan Kembali Dibuka

Work Smart
Beli Saham Bisa Dapat Voucher Diskon Makanan dan Minuman

Beli Saham Bisa Dapat Voucher Diskon Makanan dan Minuman

Earn Smart
Cukai Rokok Naik Lagi, Anggota Komisi IV Misbakhun Minta Pemerintah Pikirkan Nasib Petani

Cukai Rokok Naik Lagi, Anggota Komisi IV Misbakhun Minta Pemerintah Pikirkan Nasib Petani

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.