Pemerintah Siapkan Rp 3,2 Triliun untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kompas.com - 29/09/2022, 11:00 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3,2 triliun.

Pria yang akrab disapa Tiko ini mengungkapkan, hal tersebut dalam upaya mengatasi masalah pembengkakan biaya (cost-overrun) pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau KCJB.

"Kebutuhan PMN dari pemerintah mungkin sekitar Rp 3,2 triliun kurang lebih," kata Tiko saat ditemui di Sarinah Thamrin, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Dilema Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Stasiunnya Jauh dari Pusat Kota

Tiko mengungkapkan, saat ini masalah cost overrun ini sedang dalam audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dia bilang, pekan depan pihaknya akan mengadakan rapat komite untuk menyiapkan skema pinjamannya.

"Jadi cost overrun kan kita sedang audit BPKP, kita minggu depan ada rapat komite, ya kita biayai ada dari PMN melalui Perpres, dan dari pinjaman juga. Itu sedang kita skemakan," kata Tiko.

Tiko menyebut, setelah pembahasan pekan depan, akan didapat angka perhitungan atau excercise final pada cost overrun kedua KCIC. Setelahnya, pihaknya akan langsung mengajukan PMN pada tahun ini.

"Ada perhitungan kedua dan akan kita bahas minggu depan. Harusnya kita keluar dengan angka excercise, baru ktia ajukan PMN untuk 2022 ini. Ini final," kata dia.

Baca juga: Di Banyak Negara, Kereta Cepat Dibangun untuk Bersaing dengan Pesawat


Tiko menambahkan, perkiraan PMN Rp 3,2 triliun ini nantinya akan disalurkan melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Tiko melanjutkan, proyek KCIC menggunakan pinjaman dari China dan ekuitas dari PT KAI (Persero). Oleh karena itu, dia menilai dalam mengatasi masalah cost overrun, ada kewajiban bagi pemerintah sebagai pemegang saham PT KAI.

"Itu kewajiban kita sebagai pemegang saham KAI, karena memang KAI harus setor, enggak ada proyek yang enggak ada ekuitasnya. Jadi porsi ekuitas 25 persen itu memang kita PMN. Ya tadinya memang tidak PMN, tadinya pakai uang WIKA dan KAI. Karena Covid-19, KAI juga bermasalah, kita perkuat KAI-nya," ucap Tiko.

Baca juga: Ambisi Kereta Cepat: Investasi Mahal, Didanai Utang, APBN Pun Nombok

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pentingnya Layanan Identitas Digital yang Mumpuni dalam Ekosistem Keuangan

Pentingnya Layanan Identitas Digital yang Mumpuni dalam Ekosistem Keuangan

Whats New
Rekomendasi Rakornas Investasi: Tetap Pertahankan Hilirisasi

Rekomendasi Rakornas Investasi: Tetap Pertahankan Hilirisasi

Whats New
Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil Minta Sri Mulyani Tambah Dana DAK

Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil Minta Sri Mulyani Tambah Dana DAK

Whats New
Balas Kekalahan di WTO, Jokowi Berencana Naikkan Pajak Ekspor Nikel

Balas Kekalahan di WTO, Jokowi Berencana Naikkan Pajak Ekspor Nikel

Whats New
Dongkrak Wisatawan di Labuan Bajo, Injourney Bakal Gelar Konser Malam Tahun Baru

Dongkrak Wisatawan di Labuan Bajo, Injourney Bakal Gelar Konser Malam Tahun Baru

Whats New
Rekrutmen Besar-besaran di 30 BUMN Siap Dibuka, Pantau Infonya

Rekrutmen Besar-besaran di 30 BUMN Siap Dibuka, Pantau Infonya

Work Smart
Sebut Kondisi Global Ruwet, Jokowi: Kepala Negara G20 Semuanya Pusing

Sebut Kondisi Global Ruwet, Jokowi: Kepala Negara G20 Semuanya Pusing

Whats New
Menperin Sebut Industri Manufaktur RI Tetap Ekspansif

Menperin Sebut Industri Manufaktur RI Tetap Ekspansif

Whats New
Harga Tiket TMII Tak Naik Usai Direnovasi, InJourney: Kita Ingin Jadikan Taman Terbuka

Harga Tiket TMII Tak Naik Usai Direnovasi, InJourney: Kita Ingin Jadikan Taman Terbuka

Whats New
Mulai Besok hingga 7 Desember, Buruh Demo Tolak Kenaikan UMP DKI

Mulai Besok hingga 7 Desember, Buruh Demo Tolak Kenaikan UMP DKI

Whats New
Tekan Biaya Dana, BTN Fokus Tingkatkan Margin Bunga Bersih

Tekan Biaya Dana, BTN Fokus Tingkatkan Margin Bunga Bersih

Whats New
Mandiri Sekuritas Perbarui Fitur di Aplikasi Sahamnya, Apa Saja?

Mandiri Sekuritas Perbarui Fitur di Aplikasi Sahamnya, Apa Saja?

Earn Smart
Tahun Depan, Rekrutmen CPNS Akan Kembali Dibuka

Tahun Depan, Rekrutmen CPNS Akan Kembali Dibuka

Work Smart
Beli Saham Bisa Dapat Voucher Diskon Makanan dan Minuman

Beli Saham Bisa Dapat Voucher Diskon Makanan dan Minuman

Earn Smart
Cukai Rokok Naik Lagi, Anggota Komisi IV Misbakhun Minta Pemerintah Pikirkan Nasib Petani

Cukai Rokok Naik Lagi, Anggota Komisi IV Misbakhun Minta Pemerintah Pikirkan Nasib Petani

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.