Stafsus Erick Thohir: PMN Rp 41,3 Triliun Bukan untuk Perusahaan Rugi

Kompas.com - 29/09/2022, 15:50 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Penyertaan Modal Negara (PMN) tidak untuk perusahaan yang rugi. Menurut Arya, tiga tahun yang lalu tidak ada perusahaan BUMN yang diberikan anggaran jika rugi.

“Tiga tahun terakhir, enggak ada namanya BUMN yang diberikan anggaran kalau dia rugi. Mungkin ada satu atau dua, seperti Garuda, Jiwasraya, setelah itu hampir enggak ada BUMN yang rugi diberikan PMN,” kata Arya di Kementerian BUMN, Kamis (29/9/2022).

Arya menjelaskan, selama tiga tahun BUMN berkontribusi Rp 1.200 triliun kepada negara berupa pajak, PNBP, dan dividen. Namun, perusahaan BUMN tugasnya tidak hanya mencari keuntungan saja, tapi ada penugasan khusus yang tidak mungkin dilakukan swasta.

“BUMN bukan perusahaan khusus, bukan spesial, ada penambahan modal. Kalau di BUMN tugasnya tidak hanya mencari untung, tapi ada penugasan khusus. Swasta hanya berkontribusi pada pajak, sementara BUMN disamping pajak, ada juga PNBP dan dividen,” ungkap dia.

Baca juga: Jokowi Perintahkan BUMN Beli Produk Petani Lokal, Ini Respons Stafsus Erick Thohir

Tahun ini anggaran PMN yang diberikan negara adalah Rp 41,3 triliun atau turun dari usulan sebelumnya. Adapun dana ini akan dialokasikan untuk penugasan beberapa perusahaan plat merah seperti Hutama Karya Rp 28,9 triliun untuk penugasan jalan tol trans sumatera.

“Ya kalau jalan tol enggak dibangun, kami enggak dapat PMN. Itu ditugaskan negara, yang dikerjakan oleh Hutama Karya,” lanjut dia.


Selain itu, PT PLN (Persero) juga mendapat penugasan untuk membangun jaringan listrik di desa. Adapun anggaran PMN untuk PLN sebesar Rp 10 trliun. Selanjutnya Defend ID juga mendapat penugasan seperti radar, pesawat, dan amunisi. Pun demikian dengan AirNav untuk pembaruan alat senilai Rp 6 miliar.

“Jadi total Rp 41,31 triliun ini semuanya penugasan. Ini semua penugasan dan kalau enggak ada tugas kami enggak perlu PMN ini. Kami memang dimasukkan dalam cadangan investasi Rp 5,7 triliun, yang belum dialokasikan, kita masih tunggu rapat DPR, Kemenkeu dan lainnya,” lanjut dia.

Baca juga: Soal Isu Pertalite Lebih Boros, Stafsus Erick Thohir: Itu Hoaks

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani: Sukuk Hijau Wujud Asas Manfaat Keuangan Islam

Sri Mulyani: Sukuk Hijau Wujud Asas Manfaat Keuangan Islam

Whats New
Benarkah di China Stasiun Kereta Cepatnya Jauh di Pinggiran Kota?

Benarkah di China Stasiun Kereta Cepatnya Jauh di Pinggiran Kota?

Whats New
Debat Sengit Said Didu Vs Arya Sinulingga soal Kereta Cepat

Debat Sengit Said Didu Vs Arya Sinulingga soal Kereta Cepat

Whats New
Libur Nataru, PUPR Pastikan Lintas Jawa Pantai Utara ke Selatan Bisa Dilalui

Libur Nataru, PUPR Pastikan Lintas Jawa Pantai Utara ke Selatan Bisa Dilalui

Whats New
Rekrutmen BUMN Gelombang II Masih DiBuka, Simak Syarat, Cara, hingga Tahap Pendaftarannya

Rekrutmen BUMN Gelombang II Masih DiBuka, Simak Syarat, Cara, hingga Tahap Pendaftarannya

Work Smart
Bertemu Pebisnis Qatar, Sandiaga Bahas Harga Tiket Pesawat hingga Investasi

Bertemu Pebisnis Qatar, Sandiaga Bahas Harga Tiket Pesawat hingga Investasi

Whats New
Lowongan Kerja Hyundai Motor Manufacturing, Simak Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja Hyundai Motor Manufacturing, Simak Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
Penumpang Kereta Cepat 'Dioper' ke KA Diesel, Waktu Tempuh ke Bandung Jadi Lebih Lama

Penumpang Kereta Cepat "Dioper" ke KA Diesel, Waktu Tempuh ke Bandung Jadi Lebih Lama

Whats New
Ada Pemeliharaan Ruas Tol JORR Seksi E hingga 11 Desember, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Ada Pemeliharaan Ruas Tol JORR Seksi E hingga 11 Desember, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Whats New
Gelombang PHK Startup: Biaya Operasional, Dana Investor, hingga Pemenuhan Hak Karyawan

Gelombang PHK Startup: Biaya Operasional, Dana Investor, hingga Pemenuhan Hak Karyawan

Work Smart
Cara Mengambil Uang di ATM Bersama dengan Mudah dan Cepat

Cara Mengambil Uang di ATM Bersama dengan Mudah dan Cepat

Spend Smart
Libur Nataru, Jalan Tol Seksi 1 Tebing Tinggi-Indrapura Siap Difungsikan

Libur Nataru, Jalan Tol Seksi 1 Tebing Tinggi-Indrapura Siap Difungsikan

Whats New
Ciri-Ciri Lowongan Kerja Palsu dan Cara Menghindarinya

Ciri-Ciri Lowongan Kerja Palsu dan Cara Menghindarinya

Work Smart
Lowongan Kerja Dosen Tetap Universitas Pertamina, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Dosen Tetap Universitas Pertamina, Simak Persyaratannya

Work Smart
Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II, Simak Daftar BUMN yang Buka Lowongan Kerja

Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II, Simak Daftar BUMN yang Buka Lowongan Kerja

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.