Jelang Pengumuman Inflasi, Mampukah IHSG Menguat?

Kompas.com - 03/10/2022, 06:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan kemarin (26-30 September) terkoreksi signifikan, yakni 1,92 persen. Pada penghujung September, IHSG ditutup pada level 7.040,79.

Pada pekan terakhir September kemarin, pergerakan indeks saham nasional masih tertekan sentimen kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed). Pengetatan kebijakan moneter The Fed yang agresif membuat pasar semakin khawatir akan potensi resesi ekonomi secara global.

Namun demikian, memasuki pekan pertama Oktober 2022, IHSG diproyeksi menguat. Mengawali bulan, rilis data inflasi yang akan Badan Pusat Statistik (BPS) pada siang hari ini dinilai menjadi sentimen positif bagi indeks saham nasional.

Baca juga: Bangkit di Akhir Pekan, IHSG Menguat 0,07 Persen

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) memprediksi, inflasi pada September 2022 mencapai 5,88 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau 1,10 persen secara bulanan (month on month/mom). Ini utamanya disumbangkan oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Rilis data perekonomian berupa inflasi yang diproyeksikan masih berada dalam rentang stabil, tentunya dapat memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang," ujar CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, dalam risetnya, Minggu (2/10/2022).

William menyadari, saat ini IHSG masih terlihat memiliki potensi tekanan yang besar. Maklum saja, kondisi perekonomian global dan regional masih dibayang-bayangi ketidakpastian.

Adapun pada sesi perdagangan Senin (3/10/2022) hari ini, William mengatakan, IHSG berpotensi menguat. Ia memproyeksi, indeks saham bergerak pada rentang 6.872-7.236.

Senada dengan William, Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher juga memproyeksi, IHSG menguat. Menurutnya, pada sesi perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak rentang pergerakan support 6.958-6.877 dan resistance 7.088-7.137.

Menurutnya, secara teknikal candlestick membentuk hanging man dengan stochastic membentuk goldencross di area level oversold. Ini mengindikasikan potensi rebound dalam jangka pendek.

"Pergerakan masih akan ditekan kekhawatiran potensi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi bulan depan yang akan menekan perekonomian," ucapnya.

Baca juga: Pasar Masih Khawatir Resesi Global, Tren Pelemahan IHSG Diproyeksi Berlanjut

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.