Luluh "Rayuan" RI, Produsen Pipa Terbesar Belanda Tak Jadi Bangun Pabrik di Vietnam

Kompas.com - 03/10/2022, 19:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bahwa pendekatan dengan Wavin bermula pada September 2022.

Awalnya, pabrik pipa terbesar di Belanda ini mau membangun pabriknya di Vietnam. Karena Pemerintah Indonesia memberikan tawaran-tawaran menarik, pada akhirnya Wavin menyetujuinya.

"Alhamdulillah dari bulan September kita rayu mereka. Tadinya mereka mau ke negara lain, salah satunya ke Vietnam. Tapi kita kasih tawaran yang baik, alhamdulillah mereka bisa hadir untuk groundbreaking pada hari ini," katanya dalam agenda peletakan batu pertama Wavin di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Bahlil Sebut Tak Semua Negara Ingin Negara Berkembang Jadi Negara Maju

Bahlil menyebutkan, hampir 80 persen pipa di Indonesia diimpor. Padahal Indonesia merupakan pemakai terbanyak pipa Wavin. Dengan berdirinya pabrik Wavin di KIT Batang, maka kebutuhan pipa dalam negeri akan terpenuhi.

"Dari 2020, waktu Covid-19 perintah dari Bapak Presiden, kita harus keliling mencari investasi. Alhamdulillah kami ke Belanda bulan September, kami mencoba pendekatan dengan Wavin. Karena 80 persen kita impor. Jadi ini produknya substitusi impor," ucapnya.

Baca juga: Jokowi: Dunia Dalam Posisi Krisis, Tapi Indonesia Masih Dipercaya untuk Jadi Tujuan Investasi


Bahlil menargetkan, pabrik Wavin di KIT Batang akan mulai rampung pembangunannya pada 2024 mendatang. "Pabrik ini akan beroperasi 2024 akhir. Jadi mudah-mudahan Insya Allah kita akan me-maintain ini untuk bisa dipercepat," ucapnya.

Selain itu, mantan Ketua Umum Hipmi ini juga melaporkan bahwa KIT Batang hampir terisi penuh oleh pabrik-pabrik dari negara luar yang berinvestasi ke Tanah Air. Perusahaan LG dan Foxconn saat ini masih dalam proses konstruksi.

"Kawasan industri Batang ini 450 hektare sudah terpenuhi semua, kemudian 1.000 hektare tahap kedua sudah penuh. Jadi LG, Foxconn, dan beberapa perusahaan lain dari laporan KIT Batang tadi malam, sudah mencapai 1.200 hektare yang eksisting sekarang," jelas Bahlil.

Baca juga: Bangun Pabrik Smelter di KEK JIIPE, Freeport Raih Penghargaan Realisasi Investasi di Jatim

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.