BPH Migas Ungkap Alasan Tambah Kuota Pertalite dan Solar hingga Akhir Tahun

Kompas.com - 04/10/2022, 16:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah resmi menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2022.

Adapun penambahannya, untuk kuota Pertalite sebanyak 6,86 juta kiloliter (KL) dari kuota awal 23,05 juta KL. Sedangkan untuk Solar, dari kuota awal tahun ini sebanyak 15,1 juta KL, ditambah 2,73 juta KL.

"Dengan kondisi perekonomian yang membaik pascaCovid-19, konsumsi BBM baik Solar maupun Pertalite mengalami lonjakan, sehingga jika tidak ditambah, kuotanya akan habis pada pertengahan Oktober 2022 untuk Pertalite, dan pada pertengahan November untuk Solar. Penambahan kuota berlaku sejak 1 Oktober 2022," jelas Kepala BPH Migas, Erika Retnowati melalui pernyataan tertulisnya, Selasa (4/10/2022).

Baca juga: Kuota BBM Bersubsidi Ditambah, Pertalite Jadi 29,91 Juta KL dan Solar 17,83 Juta KL

Erika bilang, walaupun telah ada penambahan kuota tetap harus disosialisasikan dan digencarkan penggunaan BBM subsidi tepat sasaran.

Dirinya mengingatkan kembali kepada para konsumsi BBM agar menggunakan BBM non-subsidi.

"Karena penggunaan BBM yang tepat pada kendaraan menjadi sangat penting selain membuat kinerja mesin mobil lebih baik, juga yang terpenting adalah bahwa subsidi diberikan kepada masyarakat yang berhak," ucapnya.

Baca juga: Sri Mulyani Wanti-wanti Kuota Subsidi Pertalite Habis September

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan, dengan adanya penambahan kuota BBM subsidi tersebut memberikan kepastian ketersediaan untuk masyarakat yang berhak.

"Hal ini tentu saja menjadi berita yang baik untuk masyarakat, tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan Pertalite dan Solar, penambahan ini diharapkan akan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat sampai akhir tahun," ungkap Irto.

Hingga 30 September 2022, realisasi BBM Solar sudah mencapai 85,81 persen atau sebesar 12,96 juta KL dari kuota 15,10 juta KL, sedangkan Pertalite sebanyak 95,32 persen atau sebesar 21,97 juta KL dari kuota 23,05 juta KL.

Baca juga: Pertalite Dirasa Lebih Boros? Simak Cara Mudah Cek Konsumsi Bahan Bakar Kendaraan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.