Selain Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca, Perpres 112/2022 Ditargetkan Dorong Investasi Hijau

Kompas.com - 07/10/2022, 13:30 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK)as di tahun 2030, Peraturan Presiden No 112 tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Listrik juga diharapkan mampu menarik investasi hijau.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 Jumat (7/11/2022) mengatakan, investasi diharapkan datang dari sisi pembangkit dan juga turunannya.

“Kita punya target 23 persen (penurunan GRK) di tahun 2025, dan 29-31 persen di 2030, Net Zero Emission di 2060, salah satunya melalui pengembangan EBT. Kita berharap PP ini menarik investasi hijau, baik itu dari sisi pembangkit maupun sisi industri pendukung Energi Baru Terbarukan (EBT),” kata Dadan.

Baca juga: Pemerintah Janji Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Dadan menambahkan, dari sisi green industry dia menargetkan ada beberapa jenis investasi yang dibidik akan tumbuh. Misalkan, dari sisi pembangkit EBT yang 8-9 tahun akan memiliki potensi besar, dan juga dalam hal TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).

“Investasi untuk industri pendukung, kita berharap dengan semakin lengkapnya regulasi EBT ini akan meningkatkan TKDN, yang pada ujungnya akan menjaga daya saing. Kemudian green industry yang saat ini sifatnya memanfaatkan energi bersih, dan tentunya penurunan emisi gas rumah kaca di tahun 2030,” lanjut dia.

Baca juga: Kurangi Efek Gas Rumah Kaca, BKI Dukung Implementasi Pajak Karbon

 


Dadan menjelaskan, Perpres 112 tahun 2022 ini juga akan mendorong kebijakan harga energi yang langsung diatur oleh presiden, dimana selama ini kebijakan harga di bawah level peraturan Menteri ESDM.

Di sisi lain, melalui Perpres tersebut, Dadan juga akan mendorong program-program di lintas kementerian semakin sejalan. Ia juga mendorong sinergi dalam upaya penyusunan regulasi baru antar kementerian dan lembaga.

“Kementerian lain selalu ada improvement untuk peningkatan, dan kami nanti dari Kementerian ESDM akan membahas serta mengusulkan beberapa penyusunan regulasi baru di Kementerian, Lembaga yang sedang kami siapkan, dan akan berjalan paralel,” lanjut Dadan.

Baca juga: Temu Delegasi G20, Luhut Ajak Bangun Prototipe Ekonomi Biru dan Ekonomi Hijau

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.