Perangi Rentenir, OJK Gelontorkan Rp 4,4 Triliun ke UMK

Kompas.com - 07/10/2022, 17:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) merealisasikan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 4,4 triliun kepada 337.940 debitur usaha mikro dan kecil (UMK) hingga Kuartal II 2022.

Program K/PMR merupakan upaya OJK memberikan kredit ke pelaku UMK melalui lembaga jasa keuangan formal dengan dengan proses cepat, mudah, dan berbiaya rendah agar UMK ini tidak menggunakan kredit dari renternir atau lintah darat yang bunganya sangat tinggi.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, program kredit ultra mikro ini telah diimplementasikan di 76 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dari total 450 TPAKD dengan 107 skema model pembiayaan.

Baca juga: Kredit Macet Fintech P2P Lending TaniFund Capai 49 Persen, OJK: Risiko Ditanggung Lender

Adapun 76 TPAKD tersebut di antaranya ada di Palu, Lombok, Malang, Semarang, Tangerang, Bantul, Banyumas, Banyuwangi, Brebes, Cirebon, Florest Timur, Gunungkidul, Kebumen, Lombok, Lampung, Kediri, Bandung, dan Tapanuli Utara.

"Program ini dilatarbelakangi dengan maraknya penawaran kredit atau pembiayaan yang dilakukan oleh entitas ilegal, dulu disebut lintah darat atau rentenir," ujarnya saat konferensi pers virtual, Jumat (7/10/2022).

Penyaluran pembiayaan K/PMR ini disalurkan oleh pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) setempat, pemerintah kota/kabupaten, hingga pemerintah provinsi. Sementara OJK bertugas untuk menghubungkan antara PUJK dengan pelaku UMK yang membutuhkan pendanaan usaha.

Bahkan, dia bilang, beberapa pemerintah daerah ini membantu pemberian kredit ke UMK dengan bunga 0 persen agar warganya tidak terjerat lintah darat.

"Kalau kita berbicara dengan pemda, pemkot, pemprov soal program ini mereka semua sangat tertarik. Mereka kadang-kadang oke deh PUJK bisa support berapa nanti kami dari pemda bisa jg support. Ini kolaborasi yang luar biasa," ucapnya.

Friderica mengungkapkan, hingga saat ini praktik renternir ini masih banyak di daerah-daerah. Hal ini karena renternir mampu menjangkau pelaku usaha di pasar-pasar untuk menawarkan pendanaan.

Selain itu, renternir menawarkan proses pinjaman dana yang cepat, mudah, dan tanpa agunan meski bunga yang dipatok ke peminjam sangat besar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zurich Indonesia Siap Menjaring Potensi Asuransi Kendaraan Listrik Tahun Depan

Zurich Indonesia Siap Menjaring Potensi Asuransi Kendaraan Listrik Tahun Depan

Whats New
Jelang Pengumuman Inflasi, IHSG Masih Berpotensi Tertekan

Jelang Pengumuman Inflasi, IHSG Masih Berpotensi Tertekan

Whats New
Pengusaha: Pelabelan Galon Mengandung BPA Bikin Industri Jadi Sehat

Pengusaha: Pelabelan Galon Mengandung BPA Bikin Industri Jadi Sehat

Whats New
Hati-hati, Jokowi Sebut Investasi Tahun Depan Lebih Sulit

Hati-hati, Jokowi Sebut Investasi Tahun Depan Lebih Sulit

Whats New
Daftar Harga BBM Terbaru di Semua Provinsi, Berlaku per 1 Desember

Daftar Harga BBM Terbaru di Semua Provinsi, Berlaku per 1 Desember

Whats New
Sebut Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Tertinggi Sedunia, Jokowi: Karena Hilirisasi

Sebut Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Tertinggi Sedunia, Jokowi: Karena Hilirisasi

Whats New
Jokowi Tak Bermaksud Menakut-nakuti Rakyat soal Resesi Global 2023

Jokowi Tak Bermaksud Menakut-nakuti Rakyat soal Resesi Global 2023

Whats New
Pentingnya Layanan Identitas Digital yang Mumpuni dalam Ekosistem Keuangan

Pentingnya Layanan Identitas Digital yang Mumpuni dalam Ekosistem Keuangan

Whats New
Rekomendasi Rakornas Investasi: Tetap Pertahankan Hilirisasi

Rekomendasi Rakornas Investasi: Tetap Pertahankan Hilirisasi

Whats New
Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil Minta Sri Mulyani Tambah Dana DAK

Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil Minta Sri Mulyani Tambah Dana DAK

Whats New
Balas Kekalahan di WTO, Jokowi Berencana Naikkan Pajak Ekspor Nikel

Balas Kekalahan di WTO, Jokowi Berencana Naikkan Pajak Ekspor Nikel

Whats New
Dongkrak Wisatawan di Labuan Bajo, Injourney Bakal Gelar Konser Malam Tahun Baru

Dongkrak Wisatawan di Labuan Bajo, Injourney Bakal Gelar Konser Malam Tahun Baru

Whats New
Rekrutmen Besar-besaran di 30 BUMN Siap Dibuka, Pantau Infonya

Rekrutmen Besar-besaran di 30 BUMN Siap Dibuka, Pantau Infonya

Work Smart
Sebut Kondisi Global Ruwet, Jokowi: Kepala Negara G20 Semuanya Pusing

Sebut Kondisi Global Ruwet, Jokowi: Kepala Negara G20 Semuanya Pusing

Whats New
Menperin Sebut Industri Manufaktur RI Tetap Ekspansif

Menperin Sebut Industri Manufaktur RI Tetap Ekspansif

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.