Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Erick Thohir Ajak Diaspora Peneliti Kanker Usus Gabung ke Venture Capital BUMN

Kompas.com - 07/10/2022, 20:45 WIB
Kiki Safitri,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengajak diaspora peneliti kanker di Inggris untuk bergabung di Venture Capital BUMN. Erick menilai, dengan bergabung bersama Venture Capital BUMN, pengembangan produk akan lebih maksimal.

Melalui venture capital BUMN InsyaAllah kami akan dorong pengembangannya, sehingga produk ini nantinya bisa dimanfaatkan lebih lagi oleh masyarakat luas,” kata Erick mengutip Instagram @erickthohir, Jumat (7/10/2022).

Adapun mahasiswa S3 dari Indonesia bernama Santi merupakan peneliti kanker di Inggris yang berbasis di Universitas Nottingham menemukan alat tes genetik kanker usus dalam studinya. Santi mengatakan produknya sudah diluncurkan, tapi masih terkendala saat ingin medapatkan pendanaan.

Baca juga: Badan Pangan Nasional Perkuat Peran Daerah Kendalikan Inflasi Pangan

“Hasil penelitian kami di Inggris waktu S3, sebagai mahasiswa Indonesia waktu itu, sudah diproduksi dan diluncurkan berupa kit diagnostik tes genetik untuk kanker usus. Kalau saya ke venture capital misalnya, saya beberapa kali ada diskusi dengan venture capital yang ditanya pasti return pak,” ungkap Santi di hadapan mantan Presiden Inter Milan itu.

Santi menjelaskan, produk Biotech tidak mudah dalam mendapatkan return yang cepat. Sebab perlu adanya inovasi, penelitian lebih lanjut dan pengembangan, sehingga sulit memastikan return 1-2 tahun.

“Dalam Biotech itu, proses inovasinya heavy sekali, tidak bisa return 1-2 tahun,” ungkap Santi.

Terkait hal itu, Erick menjelaskan saat ini venture capital BUMN itu ada lima, Telkom, Telkomsel, BRI, Mandiri, dan BNI. Venture capital BUMN sudah berinvestasi pada 320 startup.

“Kemarin Kementerian BUMN sudah membuat BUMN Startup Day, di mana ekosistem BUMN bertemu dengan ekosistem startup. Satu lagi peneliti Indonesia mencapai prestasi cemerlang di luar negeri, yang juga penyintas kanker usus, berhasil membuat alat tes diagnostik kanker usus besar. Membanggakan,” tegas dia.

Baca juga: Jawab Tuntutan Riset dan Inovasi, Erick Thohir Luncurkan Program “KeRIs”

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com