Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/10/2022, 21:30 WIB
Ade Miranti Karunia,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan kendaraan listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla Inc, digadang-gadang ingin mendirikan pabrik di Indonesia. Lantas bagaimana kelanjutan investasi Tesla di Indonesia?

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan pemerintah dan Tesla masih membahas rencana investasi tersebut.

"Tesla masih berproses lah. Tentunya masih ada hal-hal yang enggak bisa kita disclose ya. Kan ada non-disclosure agreement (NDA) juga dengan pihak Tesla," ucapnya ditemui di Jakarta, Jumat (7/10/2022).

Baca juga: Jadwalkan Bertemu Elon Musk Lagi, Luhut Bakal Tanya Kepastian Investasi Tesla

Namun, Jodi memberikan kepastian bahwa perusahaan otomotif milik Elon Musk ini akan tetap berinvestasi ke Indonesia melalui rantai pasoknya.

"Masih berproses semuanya, negosiasinya. Mungkin masuk ke dalam salah satu bagian supply chain-nya ya," lanjut dia.

Selain Tesla, Jodi mengatakan perusahaan otomotif lainnya yakni Hyundai dan Ford justru sudah dipastikan akan membangun pabriknya di kawasan industri di Indonesia.

"Targetnya secepat mungkin (upaya Tesla membangun pabrik otomotif di Indonesia). Karena beberapa perusahaan kayak Hyundai, Ford komitmennya sudah detail," jelas Jodi.

Baca juga: Masih Cuankah RI Saat Tesla Hanya Beli Nikel Ketimbang Dirikan Pabrik?

Berdasarkan pemberitaan Kompas.com sebelumnya, Menko Marves Luhut B. Pandjaitan mengatakan, rencana investasi Tesla masih akan membutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar.

"Masuknya investasi dari suatu perusahaan itu tidak semudah menjentikkan jari, ini butuh proses dan waktu yang tidak sebentar. Apalagi ini investasi dengan nilai jumbo. Jadi kita harus sabar, supaya nantinya bisa benar-benar membawa manfaat besar bagi masyarakat dan negara seperti yang kita semua harapkan," katanya dalam siaran pers, Senin (23/5/2022).

Selama ini kata Luhut, Kemenko Marves telah menjalin komunikasi yang sangat baik sejak dua tahun belakangan baik dengan Elon Musk dan juga Tesla. Menurut Luhut, pendiri SpaceX tersebut sangat tertarik untuk melakukan investasi di industri nikel Indonesia yang dinilai sangat menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan ekosistem kendaraan listrik

Baca juga: Tesla Pilih Beli Nikel Indonesia Lewat 2 Perusahaan China, Apa Keuntungan buat RI?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com