Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Risiko Global Meningkat, Sri Mulyani: Perlu Diwaspadai, tapi Tidak Berarti Kita Gentar...

Kompas.com - 10/10/2022, 12:25 WIB
Yohana Artha Uly,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, risiko ekonomi global yang meningkat perlu diwaspadai Indonesia. Meski demikian, ancaman krisis global tersebut tidak boleh membuat Indonesia gentar menghadapinya, melainkan harus lebih optimistis.

"Perkembangan dunia yang sangat bergejolak atau volotaile perlu kita waspadai, namun tidak berarti kita gentar. Tetap optimis, namun waspada," ujar Sri Mulyani dalam sambutan pada acara Profesi Keuangan Expo 2022, Senin (10/10/2022).

Ia menjelaskan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini berangsur pulih setelah terimbas pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 tercatat menguat di 5,44 persen, melanjutkan pemulihan ekonomi di kuartal I-2022 yang tumbuh 5,01 persen.

Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Ancaman Dunia Setelah Pandemi Covid-19

Namun di sisi lain, ketegangan geopolitik di Eropa, terutama terus berlanjutnya perang antara Rusia dan Ukraina, telah menimbulkan dampak negatf mulai dari krisis pangan, krisis energi, hingga potensi krisis keuangan.

"Maka keuangan negara, melalui APBN, hadir sebagai shock absober (peredam gejolak), kami akan terus menggunakan instrumen fiskal agar mampu melindungi masyarakat dan ekonomi Indonesia," ungkap Bendahara Negara itu.

Sri Mulyani mengakui, gejolak ekonomi global yang saat ini dihadapi bukanlah tantangan yang mudah. Oleh sebab itu, diperlukan pula peran dari berbagai pihak, termasuk seluruh sektor keuangan untuk bersama-sama menjaga stabilitas keuangan Indonesia.

"Ini adalah sebuah tantangan yang tidak mudah. Oleh karena itu saya ingin mengajak semua profesi keuangan untuk ikut menjaga sektor keuangan dengan bersikap waspada dan profesional," katanya.

Baca juga: Sri Mulyani: Ekonomi Digital Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Masa Depan RI

Ekonomi digital RI

Lebih lanjut, ia menambahkan, optimisme Indonesia dalam menghadapi gejolak global diperkuat dengan ekonomi digital yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di masa depan. Hal ini seiring dengan RI memiliki potensi ekonomi digital yang besar.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai 70 miliar dollar AS di 2021. Nilai itu diperkirakan akan meningkat mencapai 145 miliar dollar AS pada tahun 2025.

Saat ini pun, perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun tercatat didominasi oleh emiten yang bergerak di sektor keuangan yang erat dengan digitalisasi, yakni perbankan, telekomunikasi, dan e-commerce.

"Ekonomi digital adalah salah satu faktor yang dapat mendorong dan menciptakan pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Sri Mulyani.

Baca juga: Diminta Jokowi Eman-eman Gunakan Uang Negara, Ini Respons Sri Mulyani

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Starlink Belum Punya Kantor di Indonesia, Menkominfo Beri Waktu 3 Bulan

Starlink Belum Punya Kantor di Indonesia, Menkominfo Beri Waktu 3 Bulan

Whats New
Kurangi Sampah Plastik, Indonesia Dapat Pinjaman dari ADB Hampir Rp 8 Triliun,

Kurangi Sampah Plastik, Indonesia Dapat Pinjaman dari ADB Hampir Rp 8 Triliun,

Whats New
Respons Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Tidak Ada Keluhan Gangguan Suplai Bahan Industri

Respons Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Tidak Ada Keluhan Gangguan Suplai Bahan Industri

Whats New
Bertemu Petinggi Nikkei Inc, Menko Airlangga Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia

Bertemu Petinggi Nikkei Inc, Menko Airlangga Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia

Whats New
Libur Panjang Waisak, Jasa Marga Catat 292.820 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Libur Panjang Waisak, Jasa Marga Catat 292.820 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Whats New
PT Pamapersada Nusantara Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1-S2, Simak Persyaratannya

PT Pamapersada Nusantara Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1-S2, Simak Persyaratannya

Work Smart
Mengenal 2 Jenis Bias Psikologis dalam Investasi dan Cara Menghadapinya

Mengenal 2 Jenis Bias Psikologis dalam Investasi dan Cara Menghadapinya

Earn Smart
Target Rasio Utang Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran

Target Rasio Utang Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran

Whats New
Berantas Judi 'Online', Menkominfo Ancam X, Google, hingga Meta Denda Rp 500 Juta

Berantas Judi "Online", Menkominfo Ancam X, Google, hingga Meta Denda Rp 500 Juta

Whats New
Kurangi Emisi GRK, MedcoEnergi Tingkatkan Penggunaan Listrik PLN di Blok Migasnya

Kurangi Emisi GRK, MedcoEnergi Tingkatkan Penggunaan Listrik PLN di Blok Migasnya

Whats New
Kominfo Telah Putus Akses 1,91 Juta Konten Judi 'Online' sejak 2023

Kominfo Telah Putus Akses 1,91 Juta Konten Judi "Online" sejak 2023

Whats New
Elon Musk Sebut AI Bakal Ambil Alih Semua Pekerjaan Manusia

Elon Musk Sebut AI Bakal Ambil Alih Semua Pekerjaan Manusia

Whats New
Tips Bikin CV yang Menarik agar Dilirik HRD

Tips Bikin CV yang Menarik agar Dilirik HRD

Whats New
Ini Jadwal Operasional BCA Selama Cuti Bersama Waisak 2024

Ini Jadwal Operasional BCA Selama Cuti Bersama Waisak 2024

Whats New
Penyaluran Kredit Bank Neo Commerce Turun 13,8 Persen di Kuartal I-2024

Penyaluran Kredit Bank Neo Commerce Turun 13,8 Persen di Kuartal I-2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com