Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Akan Boyong Kapal Indonesia ke Malaysia, ELPI Akuisisi Saham Kazo Marine

Kompas.com - 10/10/2022, 16:16 WIB
Achmad Faizal,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) berencana memboyong kapal Indonesia ke Malaysia untuk mendukung usaha pengeboran lepas pantai.

Rencana tersebut akan dilakukan usai proses akuisisi 49 persen saham Kazo Marine SDN BHD Malaysia.

Kazo Marine SDN BHD Malaysia adalah perusahaan di bidang usaha suplai keperluan pengeboran lepas (offshore) yang beroperasi di Malaysia.

Direktur Utama ELPI Eka Taniputra mengatakan, akuisisi tersebut masuk dalam rencana alokasi penggunaan dana hasil penawaran saham perdana atau IPO (Initial Public Offerings) perseroan sebelumnya.

"Sekarang ini masih dalam tahap pemenuhan legalitas dan pengumpulan data-data untuk keperluan appraisal," katanya kepada wartawan di Surabaya, Senin (10/10/2022).

Baca juga: Produsen Alkes OneMed Lepas Saham Ke Publik, Target Himpun Dana IPO Rp 1,2 Triliun

Kazo Marine menurut dia adalah perusahaan yang memiliki kinerja positif, bahkan baru saja mengantongi kontrak proyek di Malaysia untuk lima tahun ke depan.

Akuisisi perusahaan yang ada menurut dia adalah opsi paling tepat untuk memulai usaha di negeri orang. Karena jika membangun perusahaan baru membutuhkan waktu yang sangat lama.

Semangat akuisisi menurut dia juga untuk mempromosikan produk kapal buatan Indonesia.

"Saat ini mereka memilk satu dua kapal. Dengan kehadiran ELPI nantinya diharapkan kapal-kapal mereka akan bertambah dengan kita mendatangkan kapal dari Indonesia," jelasnya.

Baca juga: Tekan Emisi Karbon Pelayaran, Kemenhub Terapkan Sistem Kelistrikan Baru di 20 Pelabuhan

Pada 2025, dia menarget akan mengoperasikan total 6 kapal. Ada dua jenis kapal yang akan dipromosikan di sana yakni kapal jenis AHTS (Anchor Handling
Tug Supply Vessel) yang biasa untuk menarik rig dan kapal crewboat untuk mengantar pekerja.

Eka mengatakan, akuisisi ini menjadi pintu masuk menggarap pasar di Malaysia. Sesuai aturan yang ada untuk bisa beroperasi di Malaysia perusahaan dari negara lain harus mempunyai perusahaan di negara tersebut. “Jadi ini menjadi pintu masuk agar bisa beroperasi di Malaysia,” ujarnya.

Sebelumnya Eka mengatakan sebanyak 50 persen dari dana hasil IPO sekira Rp 200 miliar akan digunakan untuk pengembangan usaha.

"Semua dana IPO untuk pengembangan investasi ELPI seperti pembelian Offshore Support Vessel, ekspansi Kazo Marine SDN BHD di Malaysia, pembangunan kantor operasional dan training center untuk para captain kapal," tutupnya. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com