Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sektor Teknologi Anjlok, IHSG Melemah ke Level 6.814,53

Kompas.com - 14/10/2022, 16:14 WIB
Rully R. Ramli,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada sesi perdagangan Jumat (14/10/2022). Indeks saham nasional kembali meninggalkan psikologis 6.900.

Melansir data RTI, IHSG dibuka merah pada sesi II perdagangan hari ini. Koreksi terus berlanjut, hingga akhirnya indeks saham ditutup melemah 0,96 persen ke 6.814,53.

Selaras dengan koreksi tersebut, 353 saham ditutup merah, 179 saham menguat, dan 155 lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi seharian ini mencapai Rp 11,43 triliun dengan volume yang ditransaksikan sebanyak 22,31 miliar saham.

Baca juga: Pendirinya Pernah Dipuji Forbes, Fabelio Dinyatakan Pailit

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi yang paling banyak ditransaksikan dengan nilai Rp 788 miliar, Bank Central Asia (BBCA) sebanyak Rp 589,9 miliar, dan Bank Mandiri (BMRI) sebanyak Rp 507,8 miliar.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, mayoritas indeks sektoral melemah, di mana sektor teknologi mencatatkan koreksi paling dalam yakni 2,06 persen, diikuti sektor infrastruktur, serta sektor energi masing-masing turun 1,21 persen dan 1,08 persen.

Saham Bank Jago (ARTO) menjadi top loser dalam indeks LQ45, yakni terkoreksi 6,94 persen ke Rp 5.025, diikuti oleh GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) ambles 4,72 persen ke Rp 202, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) terkoreksi 3,71 persen ke Rp 8.425.

Baca juga: Menkeu-Gubernur Bank Sentral G20 Siapkan Aksi Konkret Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Di sisi lain, saham United Tractors (UNTR) menjadi top gainer dalam indeks yang sama, yakni menguat 4,81 persen ke Rp 33.750, Vale Indonesia (INCO) naik 2,68 persen ke Rp 6.700, dan H.M Sampoerna (HMSP) naik 2,17 persen ke Rp 940.

Berbeda dengan IHSG, bursa Asia lain terpantau menguat. Indeks Nikkei melesat 3,25 persen, Hang Seng Hong Kong naik 1,21 persen, Shanghai Komposit menguat 1,84 persen, dan Strait Times naik 0,14 persen.

Baca juga: Mau Bangun SPKLU untuk Kendaraan Listrik? Simak Syarat, Cara, Skema dan Biayanya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com