Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

G20 Evaluasi Mata Uang Digital Bank Sentral Jadi Pembayaran Lintas Negara

Kompas.com - 14/10/2022, 16:40 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presidensi G20 Indonesia akan terus mengevaluasi pengaturan mata uang digital bank sentral (central bank digital currency/CBDC) agar dapat memfasilitasi proses pembayaran melalui sistem pembayaran lintas batas (cross border payment).

Seluruh menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara anggota G20 telah sepakat untuk membahas implementasi peta jalan cross border payment pada pertemuan Februari lalu. Selanjutnya, Financial Stability Board (FSB) akan melaporkan pada November mendatang terkait usulan pendekatan dan memantau kemajuan yang sudah dilakukan.

"Kita sangat berusaha agar G20 bisa melaporkan keberhasilan dari peta jalan terkait collective action untuk bisa meningkatkan pengaturan pembayaran lintas batas untuk bisa disampaikan tepat waktu di November 2020 di KTT G20 nanti," ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat konferensi pers 4th FCMBG, Jumat (14/10/2022).

Baca juga: BI Beberkan 3 Tantangan Sebelum Menerbitkan Mata Uang Digital

BI dalam Presidensi G20 Indonesia ini juga telah berkoordinasi dengan Bank for International Settlements (BIS) untuk mengembangkan cross border payment agar dapat menjadikan interkonektivitas, dan interoperabilitas CBDC.

Pasalnya, G20 ingin agar diskusi lanjutan tentang cross border payment dapat terus berlanjut, terutama dalam membahas bagaimana merancang teknologi yang tepat.

"Dalam hal ini di bawah presidensi ini kita melakukan upaya bersama dengan BIS untuk melakukan seminar terkait rancangan dan teknologi dari CBDC mata uang digital bank sentral," ucapnya.

Baca juga: Akhir Tahun, BI Terbitkan Panduan Mata Uang Digital Bank Sentral

Perry mengatakan, Indonesia dan 4 negara ASEAN lain telah mengimplementasikan CBDC ini melalui kerja sama ASEAN 5 cross border payment system berlandaskan local currency settlement (LCS).

Kerja sama ini dilakukan antara Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina di mana saat ini sudah diimplementasikan di Indonesia, Thailand, dan Malaysia sedangkan untuk Singapura dan Filipina akan menyusul kemudian.

"Kita juga membuat ASEAN 5 cross border system terkait aktivitas terkait dengan implementasi regional dari peta jalan G20 untuk bisa meningkatkan pembayaran dari lintas batas roadmap," tuturnya.

Baca juga: Jaga Stabilitas Sistem Keuangan Global, Bank Sentral Tekankan Pembahasan Mata Uang Digital

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perputaran Uang Judi Online di RI sampai Rp 327 Triliun Setahun

Perputaran Uang Judi Online di RI sampai Rp 327 Triliun Setahun

Whats New
Bapanas Pastikan Konflik Israel-Iran Tak Pengaruhi Masuknya Komoditas Pangan yang Rutin Diimpor

Bapanas Pastikan Konflik Israel-Iran Tak Pengaruhi Masuknya Komoditas Pangan yang Rutin Diimpor

Whats New
Pasca Akuisisi BPR, KoinWorks Fokus Inovasi dan Efisiensi Tahun Ini

Pasca Akuisisi BPR, KoinWorks Fokus Inovasi dan Efisiensi Tahun Ini

Whats New
Lion Air Bantah 2 Pegawai yang Ditangkap Menyelundupkan Narkoba Merupakan Pegawainya

Lion Air Bantah 2 Pegawai yang Ditangkap Menyelundupkan Narkoba Merupakan Pegawainya

Whats New
Indofarma Akui Belum Bayar Gaji Karyawan Periode Maret 2024, Mengapa?

Indofarma Akui Belum Bayar Gaji Karyawan Periode Maret 2024, Mengapa?

Whats New
Pesetujuan KPR BSI Kini Hanya Butuh Waktu Satu Hari

Pesetujuan KPR BSI Kini Hanya Butuh Waktu Satu Hari

Spend Smart
Bank Sentral Inggris Diprediksi Pangkas Suku Bunga pada Mei 2024

Bank Sentral Inggris Diprediksi Pangkas Suku Bunga pada Mei 2024

Whats New
Cara Membuat Kartu ATM BCA Berfitur Contactless

Cara Membuat Kartu ATM BCA Berfitur Contactless

Work Smart
Pertanyaan Umum tapi Menjebak dalam Wawancara Kerja, Apa Itu dan Bagaimana Cara Jawabnya?

Pertanyaan Umum tapi Menjebak dalam Wawancara Kerja, Apa Itu dan Bagaimana Cara Jawabnya?

Work Smart
Menko Airlangga soal Kondisi Geopolitik Global: Belum Ada Apa-apa, Kita Tenang Saja...

Menko Airlangga soal Kondisi Geopolitik Global: Belum Ada Apa-apa, Kita Tenang Saja...

Whats New
Pasar Perdana adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Pasar Perdana adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Work Smart
Apa Dampak Konflik Iran-Israel ke Industri Penerbangan Indonesia?

Apa Dampak Konflik Iran-Israel ke Industri Penerbangan Indonesia?

Whats New
HUT Ke-35 BRI Insurance, Berharap Jadi Manfaat bagi Masyarakat

HUT Ke-35 BRI Insurance, Berharap Jadi Manfaat bagi Masyarakat

Rilis
Menperin Siapkan Insentif untuk Amankan Industri dari Dampak Konflik Timur Tengah

Menperin Siapkan Insentif untuk Amankan Industri dari Dampak Konflik Timur Tengah

Whats New
Respons Bapanas soal Program Bantuan Pangan Disebut di Sidang Sengketa Pilpres

Respons Bapanas soal Program Bantuan Pangan Disebut di Sidang Sengketa Pilpres

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com