Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita UMKM EthmeeQ dan Faber yang Terpilih jadi Official Merchandise KTT G20

Kompas.com - 23/10/2022, 14:10 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) telah menetapkan sekitar 20 UMKM sebagai pemasok atau official merchandise KTT G20 di Bali yang akan berlangsung pada 15-16 November 2022.

Mereka yang terpilih merupakan hasil kurasi 1.024 UMKM yang dilakukan Kemenkop UKM bersama Smesco dan terdiri dari UMKM sektor kerajinan (ekonomi kreatif), fashion, makanan, kosmetik, hingga wellness.

EthneeQ dari PT Lima Menara Sejahtera dan Faber Instrument Indonesia adalah dua di antara yang terpilih sebagai pemasok official merchandise KTT G20.

Baca juga: 23 UKM Terpilih Jadi Penyedia Official Merchandise G20, Bagaimana Kurasinya?

Co Founder EthneeQ Nadia Aqmarina mengatakan, kebahagiaan haruslah berbagi. Kebahagiaan adalah melihat penenun, pengukir, dan pengrajin ikut merasakannya.

Melalui misi ini juga yang mendasari kelahiran Garjita. Mini Purse (dompet mini) Garjita menjadi salah satu official merchandise gelaran G20 yang merupakan produksi EthneeQ dari PT Lima Menara Sejahtera.

Menggunakan bahan baku kain goni atau jute dipadankan dengan kain endek khas Bali menjadikan Garjita sangat elegan. Perpaduan yang memiliki kisah menarik hingga menghasilkan produk bergaya elegan, Garjita.

Garjita dikatakan lahir di tengah keresahan tim EthneeQ menyaksikan para penenun kain endek di Klungkung Bali yang lesu diterjang badai pandemi. Dari sini kemudian EthneeQ membuka tangan untuk berkolaborasi dan mengampanyekan kain endek khas Pulau Dewata.

EthneeQ memulai kegiatan usahanya di akhir 2019 dengan hanya menjual sesuai pesanan pembeli. UMKMini berani menerabas pandemi. Januari 2020 EthneeQ meluncurkan produk perdananya Akusara, sebuah tas berbahan goni dengan ornamen ukiran pada material kulit. Kata Akusara sendiri memiliki arti kesuksesan.

Sejak meluncurkan Akusara, EthneeQ kembali bersiasat. Selain memantapkan fokus perusahaan di bidang fashion bag, juga menyediakan waktu setahun untuk mempelajari banyak hal dengan bergabung dalam program inkubasi bisnis oleh Kementerian Perindustrian.

“Pikiran kami bisnis enggak mungkin langsung divalidasi pasar secepat itu. Dan perkiraan kami selama setahun lebih berbenah dan menyiapkan segala hal, hingga 2021 baru kami serius berjualan,” ungkap Nadia dalam siaran pers, dikutip Minggu (23/10/2022).

Lulus dari inkubasi bisnis, EthneeQ tidak serta merta menggenjot produksi. Pada Maret 2021 mereka memilih kegiatan pemberdayaan.

Baca juga: Daftar 23 UKM Penyedia Official Merchandise G20 Indonesia

Masih dengan dukungan dari Kementerian Perindustrian, UMKM ini melatih 25 penjahit, para ibu rumah tangga yang tergabung dalam komunitas Bali Loves Handmade. Tambahan 25 SDM inilah yang menyokong produksi, termasuk persiapan menuju gelaran G20 November mendatang.

Sementara itu, Faber Instrument Indonesia punya cerita dan pengalaman menarik hingga lolos kurasi menuju G20.

“Saya menawarkan dengan 15 desain radio, hingga Smesco dikurasi kembali menjadi empat model yabg memang sama dengan best seller kami,” kata Founder dan CEO Faber Instrument Indonesia, Helmi Suana Permanahadi.

Adapun empat produk radio kayu itu adalah model Gede Pangrango, Wijaya Kusuma, Joglo, dan Cipanas.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com