Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gaji Penerima BSU Dipotong Perusahaan, Jangan Ragu Lapor ke Disnaker

Kompas.com - 30/10/2022, 17:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) buka suara terkait kejadian pemotongan gaji karyawan Waroeng Spesial Sambal (SS) lantaran karyawan mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, perusahaan tidak sepatutnya melakukan pemotongan gaji secara sepihak kepada karyawannya.

Menurut dia, perusahaan dapat dikenakan sanksi penjara karena melanggar Undang-undang (UU) Ketenagakerjaan dan UU Hukum Pidana.

Baca juga: Soal Waroeng SS, Kenapa Perusahaan Tak Dilibatkan dalam Verifikasi Penerima BSU?

"Pengusaha dapat di penjara karena patut diduga melakukan penggelapan keuangan milik pekerja," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (30/10/2022).

Oleh karenanya, dia bilang, bagi pekerja yang dipotong gajinya secara sepihak oleh perusahaan harus berani melaporkan ke dinas ketenagakerjaan (disnaker) setempat.

"Sebaiknya pekerja melaporkan ke Disnaker setempat dan polsek setempat," kata dia.

Kendati demikian, dia mengaku hingga saat ini belum menemukan informasi akan adanya perusahaan yang memotong gaji karyawan yang menerima BSU, selain yang terjadi pada Waroeng SS.

Baca juga: Waroeng SS Potong Gaji Karyawan Penerima BSU, Kemenaker Kerahkan Pengawas


Dia mengusulkan kepada pemerintah agar menyalurkan BSU secara merata kepada seluruh pekerja agar tidak menimbulkan kecemburuan antar pekerja.

Pasalnya, saat ini syarat penerima BSU salah satunya ialah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, sedangkan tidak semua pekerja atu buruh terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

"Usulan KSPI tentang BSU adalah seluruh buruh berupah minimum atau kurang, tanpa memandang peserta BPJS Ketenagakerjaan atau bukan, harus menerima BSU. Jadi tidak ada diskriminasi pekerja penerima BSU," paparnya.

Baca juga: Kemenaker Bakal Tegur Pemilik Waroeng SS yang Potong Gaji Karyawan Penerima BSU

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+