Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Anggito Abimanyu
Dosen UGM

Dosen Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ketua Departemen Ekonomi dan Bisnis, Sekolah Vokasi UGM. Ketua Bidang Organisasi, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia

Gebyar Gelaran G20 di Indonesia

Kompas.com - 07/11/2022, 08:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

TAHUN 2022, Indonesia mendapat giliran menjadi tuan rumah forum G20. Grup dua puluh atau G20 (Group of Twenty) adalah grup yang terdiri 19 negara ditambah Uni Eropa.

G20 merepresentasikan 80 persen perekonomian dunia, 75 persen perdagangan internasional, dan 2/3 populasi dunia.

Data-data tersebut menunjukkan betapa pentingnya forum ini dalam menentukan arah kebijakan ekonomi dunia.

Namun demikian, pertemuan G20 bukan pertemuan formal pengambilan keputusan seperi forum-forum pertemuan tahunan di Bank Dunia, IMF atau lembaga multilateral lainnya.

Forum ini melakukan suatu kesepakatan dan berkomitmen melaksanakan serta memberikan langkah tindak lanjut, termasuk instruksi kepada lembaga-lembaga multilateral bretton woods atau lembaga di bawah PBB.

Di samping beranggotakan 19 negara plus EU, International Monetary Fund (IMF) dan World Bank dengan IMF Committee dan World Bank Development Committee ikut dalam pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral sebagai ex officio.

Kehadiran lembaga multilateral tersebut diharapkan dapat langsung menindaklanjuti hasil kesepakatan dalam deklarasi kepala negara serta komunike di tingkat menteri keuangan dan gubernur bank sentral.

Banyak juga negara di luar anggota hadir di forum G20 seperti wakil ASEAN, wakil negara berkembang lainnya, wakil organisasi PBB, wakil WTO, wakil lembaga keuangan dunia seperti ADB, IsDB, IADB, IFSB, Basel Committee, bahkan hingga lembaga LSM keuangan dunia.

Hingga saat ini, G20 tidak memiliki sekretariat permanen. Dalam proses dan sistem penyelenggaraannya, G20 menetapkan presidensi G20 secara urutan (rotasi) dan bergantian.

Setiap tahun “troika” yang terdiri dari Presidensi tahun sebelum, tahun berjalan, dan tahun depan secara intensif berkomunikasi dan berkoordinasi terkait dengan kontinuitas agenda G20.

Dalam tata cara pertemuan forum, ada dua jalur, yakni jalur sektor keuangan dan jalur Sherpa.

Jalur sektor keuangan terdiri dari forum menteri keuangan dan gubernur bank sentral seluruh anggota G20 dan lembaga terkait membahas masalah dan solusi di sektor keuangan.

Sementara itu, jalur Sherpa membahas isu di luar sektor ekonomi dan keuangan, sekaligus mempersiapkan materi untuk dibahas di KTT.

Personel Sherpa biasanya ditunjuk langsung oleh kepala negara karena yang bersangkutan adalah kepanjangan tangan dari kepala negara dalam forum KTT G20.

Sejak 2008, pertemuan G20 dilakukan secara berjenjang hingga tingkat kepala negara. Tuan rumah forum KTT G20 digilir di antara anggotanya.

Semua negara anggota G20, kecuali Indonesia, Brasil, dan India pernah menjadi tuan rumah KTT G20 sejak forum leader dimulai.

Tahun 2022, Indonesia menjadi tuan rumah. India mendapat giliran 2023 dan Brasil 2024. Sementara untuk forum menteri keuangan dan gubernur bank sentra, semua negara G20 pernah menjadi tuan rumah.

Forum G20 terbentuk pada 1999. Asal muasalnya dari pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral untuk membahas kebijakan ekonomi dan keuangan terkait penanganan krisis ekonomi 1998.

Forum G20 dibuat sebagai jawaban atas kekecewaan komunitas global perihal kegagalan forum G7 untuk memberikan solusi permasalahan, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

89.632 Tiket Damri Ludes Terjual Selama Angkutan Lebaran

89.632 Tiket Damri Ludes Terjual Selama Angkutan Lebaran

Whats New
Erick Thohir Sebut BUMN Ini yang Bisa Terdampak Konflik Iran-Israel

Erick Thohir Sebut BUMN Ini yang Bisa Terdampak Konflik Iran-Israel

Whats New
ASDP: Hanya 1,8 Persen Pemudik yang Datang ke Pelabuhan Tanpa Tiket di Periode Lebaran

ASDP: Hanya 1,8 Persen Pemudik yang Datang ke Pelabuhan Tanpa Tiket di Periode Lebaran

Whats New
H+5 Lebaran 2024, Kemenhub Catat 406.157 Kendaraan dan 2 Juta Orang Keluar Masuk Jabodetabek

H+5 Lebaran 2024, Kemenhub Catat 406.157 Kendaraan dan 2 Juta Orang Keluar Masuk Jabodetabek

Whats New
Konflik Iran-Israel, Erick Thohir Minta BUMN Lakukan Hal Ini

Konflik Iran-Israel, Erick Thohir Minta BUMN Lakukan Hal Ini

Whats New
ASN yang Pindah ke IKN pada Tahap Awal Bakal Dapat Tunjangan Pionir

ASN yang Pindah ke IKN pada Tahap Awal Bakal Dapat Tunjangan Pionir

Whats New
H+5 Lebaran 2024, Pengguna Angkutan Umum Tercatat 1,06 Juta Penumpang

H+5 Lebaran 2024, Pengguna Angkutan Umum Tercatat 1,06 Juta Penumpang

Whats New
Aset Kelolaan Wealth Management BRI Tumbuh 21 Persen pada Kuartal I-2024

Aset Kelolaan Wealth Management BRI Tumbuh 21 Persen pada Kuartal I-2024

Whats New
MCAS Siapkan Belanja Modal Rp 84 Miliar Tahun Ini, Buat Apa Saja?

MCAS Siapkan Belanja Modal Rp 84 Miliar Tahun Ini, Buat Apa Saja?

Whats New
KAI Siapkan KA Tambahan Relasi Solo Balapan-Pasar Senen PP Selama Arus Balik Lebaran

KAI Siapkan KA Tambahan Relasi Solo Balapan-Pasar Senen PP Selama Arus Balik Lebaran

Whats New
Mendag Zulhas Akan Revisi Aturan Impor Barang Kiriman PMI dan Barang Pribadi Penumpang

Mendag Zulhas Akan Revisi Aturan Impor Barang Kiriman PMI dan Barang Pribadi Penumpang

Whats New
IHSG dan Rupiah Melemah di Akhir Sesi Perdagangan

IHSG dan Rupiah Melemah di Akhir Sesi Perdagangan

Whats New
LRT Jabodebek Layani 225.428 Penumpang Selama Libur Lebaran

LRT Jabodebek Layani 225.428 Penumpang Selama Libur Lebaran

Whats New
Tren Pembayaran Dividen Berdampak pada Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Tren Pembayaran Dividen Berdampak pada Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Whats New
Mempermudah Kiriman Barang Pekerja Migran

Mempermudah Kiriman Barang Pekerja Migran

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com