Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sri Mulyani Sebut Penerapan ESG di Proyek Pemerintah Bisa Hemat APBN

Kompas.com - 12/11/2022, 13:49 WIB

BADUNG, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerapan environmental, social, governance (ESG) dalam pengerjaan proyek pemerintah akan berimbas pada penghematan uang negara atau APBN. Oleh sebab itu, pemerintah terus mendorong penerapan ESG.

ESG adalah praktik investasi dengan standar global yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan sosial, serta tata kelola perusahaan yang baik. Proyek yang dikerjakan dengan prinsip ESG maka akan memiliki reputasi yang baik.

"Ini memang kami harapkan, membangun reputasi proyek-proyek Indonesia dari sisi tata kelola, sosial, dan lingkungan. Ini akan meningkatkan profil Indonesia maupun projek-proyeknya, sehingga akan lebih banyak menarik investor, tidak hanya luar negeri, dalam negeri juga dari sisi pembiayaannya," ujarnya usai peluncuran ESG Framework and Manual di Hotel Movenpick, Jimbaran, Badung, Bali, Sabtu (12/11/2022).

Baca juga: Sri Mulyani Bicara Paradoks Perekonomian Global Saat Ini, Hadapi Deglobalisasi Tapi Perlu Diselesaikan Bersama

Sri Mulyani menjelaskan, dengan semakin menarik minat swasta untuk berinvestasi karena penerapan ESG pada proyek-proyek pemerintah, maka banyak proyek yang bisa dikerjakan dengan skema kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU) sehingga mengurangi porsi keterlibatan APBN.

"Dengan menerapkan ESG, memungkinkan kita untuk menarik investasi lebih banyak untuk pendanaan proyek tersebut, sehingga penggunaan APBN tidak sebesar yang dibutuhkan, terutama pada awal proyek," ungkap Sri Mulyani.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengungkapkan, ada tiga proyek pemerintah yang akan menjadi proyek percontohan (pilot project) penerapan standar ESG. Proyek ini dikerjakan dengan skema KPBU.

Baca juga: Sri Mulyani Optimistis Ekonomi 2022 Bisa Capai 5,3 Persen

Ketiganya yakni Bendungan Merangin Jambi, serta perumahan umum (public housing) di Cisaranten dan Karawang, Jawa Barat.

"Namun tiga itu hanya awalan saja. Paralel nanti, kita akan terapkan ke semua proyek KPBU yang diinisiasi di PUPR baik itu air minum, sumber daya air, jalan tol, maupun perumahan," tutupnya.  

Baca juga: Sri Mulyani Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2022 Akan Melambat, Ini Sebabnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+