Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

QR Code Antarnegara Permudah UMKM dan Sektor Pariwisata

Kompas.com - 14/11/2022, 13:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menilai kerja sama dengan 4 bank sentral negara ASEAN lain untuk mengkoneksikan sistem pembayaran antarnegara akan semakin mendorong pertumbuhan UMKM nasional.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, hal ini lantaran konektivitas sistem pembayaran di regional ini akan memudahkan keempat negara untuk membeli produk-produk UMKM Indonesia hanya dengan QR code.

Bahkan tidak hanya UMKM Indonesia, UMKM di 4 negara lainnya seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina juga akan ikut terdorong dengan adanya kemudahan sistem pembayaran antarnegara ini.

"Bayangkan bahwa lima negara people mobilitas ini ke mana pun bisa membeli UMKM, bisa beli barang-barang apapun, bahkan di warung-warung bisa menggunakan QR," ujarnya saat konferensi pers Advancing Regional Digital Payment Connectivity, Senin (14/11/2022).

Baca juga: WNI Belanja ke 4 Negara ASEAN Ini Tinggal Scan QR Code, Tak Perlu Tukar Uang

Selain itu, turis-turis dari 4 negara ASEAN tersebut juga akan mudah berbelanja di Indonesia, begitupun sebaliknya sehingga hal ini akan meningkatkan sektor pariwisata masing-masing negara.

"Apakah kita ke Kuala Lumpur beli durian musang king atau Thailand durian montong atau mereka datang ke Indonesia beli pakaian-pakaian UMKM Indonesia langsung dengan QR, itu langsung bisa tersambung," ucapnya.

Baca juga: QRIS Antarnegara, Belanja di Thailand Kini Bisa Pakai Aplikasi BCA Mobile

 


Dengan demikian, kata Perry, kerja sama ini secara tidak langsung akan meningkatkan taraf perekonomian dan kesejahteraan hidup para pelaku UMKM yan sebagian besar berupa wanita dan anak muda.

"Sebagian besar dari UMKM ini adalah wanita yang dari UMKM ini hidupnya keluarga sejahtera, bahkan bisa menyekolahkan anaknya S1, S2, S3 jadi pemimpin-pemimpin," kata Perry.

Pery menjelaskan, dengan adanya kerja sama pembayaran lintas batas ini maka nantinya WNI akan mudah bertransaksi di 4 negara tadi dengan cepat, mudah, dan biaya yang murah.

Pasalnya, selain menggunakan QR code, penyelesaian pembayaran akan dilakukan secara langsung menggunakan mata uang lokal (local currency). Artinya pengguna tidak perlu menukarkan kurs rupiah ke mata uang asing.

Baca juga: Pengertian, Biaya, dan Cara Menggunakan QRIS Antarnegara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Shopee Sempat Error, Manajemen: Saat Ini Sudah Berangsur Normal

Shopee Sempat Error, Manajemen: Saat Ini Sudah Berangsur Normal

Whats New
Mengenal Apa Itu QRIS dan Cara Menjadi Merchantnya

Mengenal Apa Itu QRIS dan Cara Menjadi Merchantnya

Work Smart
Waspadai Modus Penipuan File APK, Kominfo: Hati-hati, Jangan Diunduh

Waspadai Modus Penipuan File APK, Kominfo: Hati-hati, Jangan Diunduh

Whats New
DMO Minyak Goreng Naik Jadi 50 Persen, Ekspor CPO ‘Dibekukan’

DMO Minyak Goreng Naik Jadi 50 Persen, Ekspor CPO ‘Dibekukan’

Whats New
NIM Perbankan 4,4 Persen, Jokowi: Mungkin Tertinggi di Dunia

NIM Perbankan 4,4 Persen, Jokowi: Mungkin Tertinggi di Dunia

Whats New
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 48 Dibuka, Hati-hati Penipuan Catut Tim Manajemen

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 48 Dibuka, Hati-hati Penipuan Catut Tim Manajemen

Whats New
Luhut: Kenaikan Harga Minyakita akibat Pasokan Domestik Kurang

Luhut: Kenaikan Harga Minyakita akibat Pasokan Domestik Kurang

Whats New
Asosiasi Pedagang Pasar Minta Kebijakan Beli Minyakita Pakai KTP Diawasi Ketat

Asosiasi Pedagang Pasar Minta Kebijakan Beli Minyakita Pakai KTP Diawasi Ketat

Whats New
Pembatasan BBM, Pertamina: 4,3 Juta Kendaraan Terdaftar di MyPertamina

Pembatasan BBM, Pertamina: 4,3 Juta Kendaraan Terdaftar di MyPertamina

Whats New
Pusat Perbelanjaan Makin Ramai, Layanan Pijat Refleksi Pelepas Penat Makin Cuan

Pusat Perbelanjaan Makin Ramai, Layanan Pijat Refleksi Pelepas Penat Makin Cuan

Smartpreneur
Pengamat: Koperasi Gagal Bayar Bermula dari Anggota yang Awam sampai Investasi Menggiurkan

Pengamat: Koperasi Gagal Bayar Bermula dari Anggota yang Awam sampai Investasi Menggiurkan

Whats New
Berkaca dari Skandal 'Goreng Saham' Adani, Jokowi Minta OJK Perkuat Pengawasan di Sektor Jasa Keuangan

Berkaca dari Skandal "Goreng Saham" Adani, Jokowi Minta OJK Perkuat Pengawasan di Sektor Jasa Keuangan

Whats New
BP-AKR Turunkan Harga BBM, Cek Rincian Harganya

BP-AKR Turunkan Harga BBM, Cek Rincian Harganya

Whats New
Rincian Harga Beras Hari Ini di Beberapa Wilayah di Indonesia

Rincian Harga Beras Hari Ini di Beberapa Wilayah di Indonesia

Whats New
JD.ID Tutup Permanen, Bagaimana Nasib Data Pribadi Pelanggan?

JD.ID Tutup Permanen, Bagaimana Nasib Data Pribadi Pelanggan?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+