Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tekan Emisi Karbon, PLTU Jawa 9 dan 10 Bakal Coba Penggunaan Amonia Hijau

Kompas.com - 14/11/2022, 18:20 WIB
Yoga Sukmana

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9 dan 10 akan menguji coba penggunaan energi primer green ammonia atau amonia hijau sebagai bahan bakar hingga mencapai 60 persen.

Hal itu menyusul penandatangan nota kesepahaman antara PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLN Enjiniring) dengan PT Indo Raya Tenaga (IRT) selaku pengambang PLTU Jawa 9 dan 10 di rangkaian B20 di Nusa Dua Bali, Senin (14/11/2022).

“Kami harap studinya menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Dan ini akan menjadi cara kita agar coal power plant pun akan lebih ramah lingkungan,” ujar Direktur Coorporate Planing & Business Development PLN Hartarto Wibowo dalam siaran pers, Senin.

Baca juga: Bank BTN Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Uji coba tersebut dilakukan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap Jawa 9 dan 10 karena PLTU tersebut sudah menggunakan teknologi Selective Catalytic Reduction (SCR).

Saat ini, penggunaan teknologi SCR dan energi primer green amonia, menjadi salah satu opsi yang dikembangkan untuk menurunkan emisi karbon pada PLTU.

Menurut Hartarto, studi kelayakan terkait penggunaan SCR dan green ammonia di PLTU rampung dalam waktu tiga bulan ke depan.

Nantinya, hasil uji coba itu akan disampaikan kepada Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM).

Baca juga: Luhut: Indonesia Sangat Siap Kembangkan Ekosistem Karbon Biru

Direktur Jenderal EBTKE Dadan Kusdiana mengatakan sudah ada upaya dari pemerintah maupun PLN untuk melakukan dekarbonisasi PLTU.

Penggunaan teknologi SCR dan green ammonia di PLTU Jawa 9 dan 10 menjadi satu opsi yang dikaji serius. Dadan berharap kajian ini tidak lama dilakukan.

“Tak ada yang salah dengan batubara, karena sebagai produk ia bermanfaat. Hal yang kita hindari adalah batubara itu kan ujungnya ada C02. Karena itu kita harus cari cara bagaimana agar emisinya bisa berkurang atau terserap,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Indo Raya Tenaga (IRT) Peter Wijaya mengatakan PLTU Jawa 9 dan 10 siap melakukan uji coba penggunaan SCR dengan green ammonia hingga 60 persen.

"Mengapa kami mau pakai SCR, karena kami mau berbeda dengan yang lain. Jadi PLTU yang menggunakan teknologi Ultra Super-Critical USC dan juga SCR ya, Cuma satu yakni PLTU Jawa 9 dan 10,” kata dia.

“Target kami adalah siap jadi apabila PLN ingin mentransisikan energi batu bara ke green ammoni, PLTU ini sudah siap,” sambung dia.

Baca juga: Luncurkan Pandemic Fund, Jokowi: Pandemi Tidak Boleh Lagi Meruntuhkan Perekonomian

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Uji Coba Stasiun Rawa Buaya, KCI Beri Tarif Promo Kereta Bandara

Uji Coba Stasiun Rawa Buaya, KCI Beri Tarif Promo Kereta Bandara

Whats New
BPS: Harga Beras pada Februari 2024 Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

BPS: Harga Beras pada Februari 2024 Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 1 Maret 2024

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 1 Maret 2024

Spend Smart
Masih Tradisional, Ekonomi Indonesia Justru Tahan Banting

Masih Tradisional, Ekonomi Indonesia Justru Tahan Banting

Whats New
Sederet Tips Mengelola Gaji agar Tak Cepat Habis Saat Bulan Ramadhan

Sederet Tips Mengelola Gaji agar Tak Cepat Habis Saat Bulan Ramadhan

Spend Smart
Daftar Harga BBM di SPBU Seluruh Indonesia Berlaku Maret 2024

Daftar Harga BBM di SPBU Seluruh Indonesia Berlaku Maret 2024

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga BCA

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga BCA

Whats New
Rincian Harga Emas Antam 1 Maret 2024, Naik Rp 4.000 Per Gram

Rincian Harga Emas Antam 1 Maret 2024, Naik Rp 4.000 Per Gram

Whats New
IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Awal Sesi

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Awal Sesi

Whats New
BUMN Perumnas Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Simak Kualifikasinya

BUMN Perumnas Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Simak Kualifikasinya

Spend Smart
Usung Konsep Ramah Lingkungan, BNI Bakal Bangun Gedung di IKN

Usung Konsep Ramah Lingkungan, BNI Bakal Bangun Gedung di IKN

Whats New
Masih Tahap Eksplorasi, Potensi Gas Tepi Laut Aceh Sudah Diminati

Masih Tahap Eksplorasi, Potensi Gas Tepi Laut Aceh Sudah Diminati

Whats New
Menhub Ungkap Perkembangan Rencana Pembangunan Kereta Tanpa Rel di IKN

Menhub Ungkap Perkembangan Rencana Pembangunan Kereta Tanpa Rel di IKN

Whats New
Info Pangan 1 Maret 2024, Harga Beras Premium, Telur Naik, Daging Sapi dan Cabai Turun

Info Pangan 1 Maret 2024, Harga Beras Premium, Telur Naik, Daging Sapi dan Cabai Turun

Whats New
Dukung Penguatan SDM di Era Transisi Energi, Siemens Hibahkan 'Software' Kelistrikan hingga Kemitraan Keamanan Siber

Dukung Penguatan SDM di Era Transisi Energi, Siemens Hibahkan "Software" Kelistrikan hingga Kemitraan Keamanan Siber

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com