BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan APRIL Asia Group

Di B20 Summit, Anderson Tanoto Paparkan Urgensi Peran Swasta dalam Mendukung Ekonomi Berkelanjutan

Kompas.com - 17/11/2022, 08:13 WIB

KOMPAS.com – Sektor swasta berperan penting dan berkontribusi secara strategis untuk mengurangi tingkat emisi karbon global melalui solusi berbasis alam atau nature-based solution.

Hal tersebut disampaikan Managing Director Royal Golden Eagle (RGE) Group Anderson Tanoto pada sesi pleno bertajuk “Creating a Sustainable Resilient Economy Through Innovation” dalam Business 20 (B20) Summit yang digelar di Bali, Minggu (13/11/2022).

Sebagai informasi, B20 merupakan bagian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20).

Dalam kesempatan tersebut, Anderson menegaskan komitmen RGE, melalui unit usahanya, yakni APRIL Group, dalam mendukung ekonomi rendah karbon dan transisi energi berkelanjutan melalui nature-based solution.

Sebagai salah satu produsen produk bio-based berkelanjutan di dunia, APRIL Group merilis visi keberlanjutan APRIL2030. Salah satu target visi ini adalah pencapaian climate positive.

Pada 2030, produsen kertas merek “PaperOne” itu berkomitmen untuk mencapai pengurangan intensitas emisi karbon sebesar 25 persen. Komitmen ini dapat dicapai lewat investasi dalam bidang riset dan teknologi, serta pengoptimalan sumber daya terbarukan dan energi bersih untuk operasional pabrik dan produksi serat.

Anderson mengatakan, demi mencapai target itu, APRIL Group membangun panel surya berkapasitas 20 megawatt (MW) guna mengurangi bauran energi yang bersumber dari fosil.

“Dengan panel surya itu, penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) di APRIL Group diharapkan dapat mencapai 90 persen,” jelas Anderson dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (15/11/2022).

Dia menambahkan, penggunaan energi surya juga membuat pihaknya mendapat manfaat. Sebab, di tengah kenaikan harga energi fosil, tren biaya modal atau capital expenditure (capex) untuk pembangunan panel surya justru menurun.

Managing Director Royal Golden Eagle Group Anderson Tanoto menegaskan, sektor swasta berperan penting dan berkontribusi secara strategis untuk mengurangi tingkat emisi karbon global melalui solusi berbasis alam. APRIL Group Managing Director Royal Golden Eagle Group Anderson Tanoto menegaskan, sektor swasta berperan penting dan berkontribusi secara strategis untuk mengurangi tingkat emisi karbon global melalui solusi berbasis alam.

Oleh sebab itu, pihaknya berinisiatif untuk meningkatkan kapasitas pembangunan panel surya menjadi di atas 40 MW hingga 2025.

“Hal terpenting adalah sektor swasta dapat mengembangkan inovasi dari teknologi yang sudah dimiliki guna mendukung ekonomi berkelanjutan,” kata Anderson.

Perlu diketahui, komitmen keberlanjutan APRIL telah dimulai sejak lama. Selain memanfaatkan EBT, inovasi berbasis alam yang juga dilakukan APRIL Group adalah program “1 for 1” yang dicanangkan pada Konferensi Perubahan Iklim atau Climate Change Conference of the Parties ke-21 (COP21) di Paris, Prancis, pada 2015.

“Lewat program tersebut, APRIL Group berkomitmen untuk mengonservasi atau merestorasi 1 hektare (ha) lahan dari setiap 1 ha lahan hutan tanaman industri (HTI) yang dikelola,” tutur Anderson.

Adapun komitmen tersebut diwujudkan APRIL Group melalui program Restorasi Ekosistem Riau (RER) yang dilakukan di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang, Provinsi Riau. Program ini menargetkan area seluas 150.000 ha atau seluas Kota London, Inggris.

Baca juga: Restorasi Ekosistem Riau Catat Kemajuan dalam Perbaikan Hutan Rawa Gambut Utuh di Sumatera

Lewat program itu, APRIL Group berupaya melindungi serta menjaga ekosistem hutan rawa gambut utuh terbesar di Pulau Sumatera, termasuk keanekaragaman hayati dan potensi karbon di dalamnya.

Mitigasi perubahan iklim lewat tata kelola berkelanjutan

Sebelumnya, Direktur Utama Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Sihol Aritonang mengatakan, perubahan iklim menjadi potensi risiko yang dihadapi berbagai perusahaan. Ia menilai bahwa risiko tersebut sama dengan risiko bisnis lainnya.

RAPP sendiri merupakan unit operasional APRIL Group yang berlokasi di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau.

“Secara eksternal, sektor bisnis dituntut untuk cepat tanggap dan berkontribusi nyata dalam memitigasi perubahan iklim,” ujar Sihol dalam diskusi panel Net Zero Summit yang menjadi rangkaian acara B20 di Bali, Jumat (11/11/2022).

Menjawab hal tersebut, APRIL Group mempraktikkan tata kelola berkelanjutan sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.

Baca juga: Menilik Potensi Industri Pulp dan Kertas Berkelanjutan sebagai Penggerak Perekonomian Indonesia

Sihol menjelaskan, penerapan tata kelola iklim dalam perusahaan bergantung pada empat hal. Pertama, struktur tata kelola yang fokus pada agenda keberlanjutan dan mitigasi iklim.

Kedua, identifikasi serta penilaian risiko dan peluang terkait iklim yang dikembangkan dalam komitmen APRIL2030 perusahaan.

Sebagai informasi, APRIL 2030 merupakan komitmen satu dekade APRIL Group untuk memberikan dampak positif bagi alam, iklim, serta masyarakat dengan tetap menjadi perusahaan yang terus tumbuh dan senantiasa memperhatikan aspek keberlanjutan.

Ketiga, integrasi risiko serta peluang terkait perubahan iklim ke dalam strategi perusahaan, proses manajemen risiko, dan keputusan investasi. Keempat, dialog dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya pembelajaran.

Managing Director Royal Golden Eagle Group Anderson Tanoto mengatakan bahwa pihaknya mendukung ekonomi rendah karbon dan transisi energi berkelanjutan melalui nature-based solution.APRIL Group Managing Director Royal Golden Eagle Group Anderson Tanoto mengatakan bahwa pihaknya mendukung ekonomi rendah karbon dan transisi energi berkelanjutan melalui nature-based solution.

APRIL Group pun membentuk Komite Manajemen Eksekutif yang bertugas memimpin penerapan keberlanjutan dan mitigasi iklim. Penerapan ini pun diimplementasikan dalam setiap divisi bisnis, mulai dari fiber operations hingga pengembangan masyarakat.

Kemudian, APRIL Group juga memiliki kelompok independen yang terdiri dari ahli kehutanan dan social stakeholder advisory committee (SAC). Kelompok independen ini bertugas mengawasi pelaksanaan komitmen keberlanjutan APRIL dan memberikan masukan mengenai mitigasi iklim untuk bisnis.

Baca juga: Persemaian Rumpin, Contoh Nyata Kolaborasi Pemerintah-Swasta Atasi Perubahan Iklim

Menurut Sihol, berbagai langkah tersebut menunjukkan kontribusi aktif APRIL Group dalam mendukung komitmen pemerintah untuk penurunan emisi yang ditetapkan secara nasional atau Nationally Determined Contribution (NDC) pada 2030 melalui "Indonesia FOLU Net Sink 2030".

Perlu diketahui, pemerintah meyakini bahwa sektor kehutanan dan penggunaan lahan lain atau forestry and other land use (FOLU) dapat berkontribusi hingga 60 persen untuk mencapai target penurunan emisi Indonesia.

Adapun kontribusi tersebut dilakukan APRIL Group di berbagai lini. Di hulu, misalnya, APRIL Group melakukan konservasi kawasan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan menerapkan kebijakan zero tolerance dalam deforestasi.

“Sementara di hilir, APRIL Group beralih pada penggunaan EBT dan berinvestasi pada teknologi sirkular,” ujar Sihol.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Whats New
Ingin Validasi NIK-NPWP atau Lapor SPT, tapi Lupa Sandi Akun DJP Online? Ini Solusinya

Ingin Validasi NIK-NPWP atau Lapor SPT, tapi Lupa Sandi Akun DJP Online? Ini Solusinya

Whats New
Mampukah IHSG Hari Ini Bangkit? Simak Analisanya

Mampukah IHSG Hari Ini Bangkit? Simak Analisanya

Whats New
10 Saham Ini Paling Banyak Diborong Asing Kemarin

10 Saham Ini Paling Banyak Diborong Asing Kemarin

Whats New
Aturan Baru PPh Final 0,5 Persen bagi UMKM di PP Nomor 55 Tahun 2022

Aturan Baru PPh Final 0,5 Persen bagi UMKM di PP Nomor 55 Tahun 2022

Whats New
Cara Beli Tiket Kereta Panoramic, Rute Gambir-Bandung PP dan Gambir-Surabaya Gubeng PP

Cara Beli Tiket Kereta Panoramic, Rute Gambir-Bandung PP dan Gambir-Surabaya Gubeng PP

Whats New
[POPULER MONEY] Klarifikasi Menpan-RB soal Rp 500 Triliun Pemborosan Anggaran Kemiskinan | JD.ID Tutup

[POPULER MONEY] Klarifikasi Menpan-RB soal Rp 500 Triliun Pemborosan Anggaran Kemiskinan | JD.ID Tutup

Whats New
Mengenal Dampak Inflasi bagi Ekonomi Nasional, Mulai dari Penurunan Daya Beli sampai Tingkat Penganguran

Mengenal Dampak Inflasi bagi Ekonomi Nasional, Mulai dari Penurunan Daya Beli sampai Tingkat Penganguran

Whats New
Lewat Kerjasama Layanan BaaS, BCA Digital Bidik 20.000 Pengguna MRT Jakarta Jadi Nasabah Baru

Lewat Kerjasama Layanan BaaS, BCA Digital Bidik 20.000 Pengguna MRT Jakarta Jadi Nasabah Baru

Whats New
Perkuat Stok Jelang Puasa dan Lebaran, Mendag Zulhas Siapkan 450.000 Ton Minyak Goreng per Bulan

Perkuat Stok Jelang Puasa dan Lebaran, Mendag Zulhas Siapkan 450.000 Ton Minyak Goreng per Bulan

Whats New
Mendagri Malaysia Temui Menaker Bahas Perlindungan PMI Sektor Domestik

Mendagri Malaysia Temui Menaker Bahas Perlindungan PMI Sektor Domestik

Rilis
Temukan Ada Distributor yang 'Bundling' Minyakita, KPPU: Praktek Persaingan Usaha yang Tidak Sehat

Temukan Ada Distributor yang "Bundling" Minyakita, KPPU: Praktek Persaingan Usaha yang Tidak Sehat

Whats New
Badai PHK Perusahaan Teknologi Berlanjut, Ketua Asosiasi E-Commerce Buka Suara

Badai PHK Perusahaan Teknologi Berlanjut, Ketua Asosiasi E-Commerce Buka Suara

Whats New
Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Atur Harga Komoditas untuk Redam Inflasi

Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Atur Harga Komoditas untuk Redam Inflasi

Whats New
Kementerian ESDM Siasati Kenaikan Harga Elpiji yang Berada di Atas HET

Kementerian ESDM Siasati Kenaikan Harga Elpiji yang Berada di Atas HET

Whats New
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.