Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menlu Retno: Presidensi G20 Indonesia Berjalan "Extra Mile", Jadi yang Tersulit dalam Sejarah

Kompas.com - 18/11/2022, 08:00 WIB
Elsa Catriana,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presidensi G20 Indonesia mencatatkan sejumlah pencapaian kesepakatan di antara para negara anggota.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengatakan, Presidensi G20 Indonesia sudah berjalan dengan usaha yang keras alias extra mile.

"Di Presidensi G20 Indonesia, kita ini berjalan extra mile. Kenapa? Di awal presidensi kita mengatakan ingin membawakan suara negara-negara berkembang dan kita ingin mempresentasikan kerja sama-kerja sama konkrit yang dilakukan oleh negara G20 untuk dunia," kata Menlu Retno dalam Talkshow G20, dikutip Kompas.com lewat siaran resminya, Jumat (18/11/2022).

Baca juga: Mengenal Endek Bali yang Dikenakan Para Pemimpin Negara di KTT G20

Lebih lanjut dia mengatakan, event internasional ini juga sukses mencatatkan sejumlah pencapaian yakni kesepakatan di antara para negara anggota.

Di antara kesuksesan Indonesia dalam Keketuaan G20 tahun ini adalah disepakatinya dokumen yang dideklarasi berjudul "G20 Action for Strong and Inclusive Recovery".

"Nah di penghujung ini, kita lakukan negosiasi terpisah untuk apa yang dinamakan "G20 Action for Strong and Inklusive Recovery" document," kata Menlu Retno.

Baca juga: Warna-warni Kain Endek Bali Para Kepala Negara G20 Saat Gala Dinner dengan Jokowi

Concrete Deliverables

Menlu Retno menjelaskan, dokumen deklarasi ini berisi daftar proyek yang disebut sebagai concrete deliverables.

Dokumen ini merupakan persembahan presidensi G20 Indonesia untuk dunia. Proyek-proyek ini, Menlu Retno menjelaskan, ada proyek yang bersifat new projects atau proyek baru, ada yang berupa dukungan untuk existing projects hingga yang sifatnya extention dari existing project.

"Selain itu, ada juga yang berbentuk hibah dan ada yang berbentuk capacity building, research development dan hingga investasi," bebernya.

Baca juga: Leaders’ Declaration G20, Sri Mulyani Tegaskan Komitmen RI Dalam Transisi Energi

Menlu Retno menyampaikan Presidensi G20 Indonesia merupakan keketuaan pertama yang berpikir dan berinisiatif mengenai concrete deliverables ini.

"Jadi concrete deliverables yang judulnya adalah "G20 Action for Strong and Inclusive Recovery" itu sudah selesai dinegosiasikan. Prosesnya itu memerlukan 8 kali putaran negosiasi hingga mencapai titik kesepakatan di antara negara anggota," ungkapnya.

Baca juga: Pemimpin Negara G20 Sepakati Deklarasi Bali, Berikut Poin Penting Kesepakatan di Sektor Energi

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com