Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Antisipasi Resesi 2023, OJK akan Perpanjang Relaksasi di Industri Asuransi

Kompas.com - 22/11/2022, 17:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memperpanjang relaksasi untuk industri asuransi yang sebelumnya diterapkan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah mengatakan, berbeda dengan relaksasi sebelumnya, relaksasi kali ini diterapkan guna mengantisipasi dampak resesi kepada industri asuransi dalam negeri tapi tetap diseimbangkan dengan perlindungan konsumen.

Pasalnya, berdasarkan proyeksi para pakar ke depannya akan terjadi resesi global di tahun depan. Hal ini tentu akan berpengaruh pada pertumbuhan industri asuransi nasional.

Baca juga: Faktor-faktor yang Memengaruhi Klaim Asuransi Kesehatan Ditolak

"Beberapa kebijakan relaksasi yang sempat kami berikan pada masa pandemi ya itu sudah bisa dipastikan akan kita perpanjang. Cuma ini judulnya beda kalau dulu judulnya pandemi, ini kira-kira mengantisipasi ancaman resesi lah," ujarnya saat webinar Insurance Outlook 2023, Selasa (22/11/2022).

Adapun kebijakan relaksasi untuk industri asuransi sebelumnya di antaranya berupa relaksasi waktu penyampaian laporan berkala kepada OJK dan relaksasi perpanjangan batas waktu pembayaran premi selama 4 bulan dari semula 2 bulan sejak jatuh tempo.

Namun, dia bilang, tidak semua relaksasi yang sebelumnya diberlakukan akan diperpanjang.

OJK hanya akan kembali memberlakukan relaksasi yang bersifat substansif seperti pelonggaran batas waktu pembayaran premi. Sedangkan untuk relaksasi penyampaian laporan tidak diperpanjang karena saat ini mobilitas sudah kembali normal.

"Yang (diperpanjang) sifatnya substansif ya, kalau yang sifatnya administratif tentu sudah lah kemarin," jelasnya.

Baca juga: Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, OJK Tekankan Rasionalitas dalam Berinvestasi

Diberitakan sebelumnya, relaksasi pelonggaran batas waktu pembayaran premi diatur dalam Surat OJK Nomor S-11/D.05/2020 tanggal 30 Maret 2020.

Dalam aturan tersebut, OJK memberi relaksasi bagi semua perusahaan asuransi, reasuransi, asuransi syariah, dan reasuransi syariah memberikan perpanjangan batas waktu kepada pemegang polis selama 4 bulan dari semula 2 bulan sejak jatuh tempo.

Deputi Komisioner Pengawas IKNB I OJK, Anggar Budhi Nuraini mengatakan, relaksasi ini untuk memberikan keringanan pada pemegang polis untuk membayar kewajibannya dalam masa sulit Covid-19.

OJK juga memberikan keleluasaan bagi perusahaan asuransi dan tidak mengharuskan ada tatap muka dalam pembayaran premi maupun penutupan polis asuransi nasabah.

"Kedua pihak bisa melakukan transaksi lewat daring dan tak perlu tatap muka. Ini kita maksudkan untuk mendukung protokol kesehatan yang tertuang dalam himbauan PSBB. Nah kalau perusahaan asuransi bisa melakukan itu, ya tentu kita apresiasi, siapapun mereka," katanya di Jakarta, Senin (11/5/2020).

Baca juga: Ada Dorongan Pengawasan Koperasi Dilakukan OJK, Ini Alasannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Hai Sobat, apakah kamu sudah memiliki asuransi?

Apa jenis asuransi yang kamu pilih?

Apa tujuan Kamu dalam menggunakan asuransi tersebut?

Nama lengkap

No. HP

Provinsi domisili

Kota/Kabupaten Domisili

Email

Tahun lahir

Apakah kamu memiliki keinginan untuk memiliki asuransi untuk masa depan?

Apa jenis asuransi yang kamu ingin miliki?

Terima kasih telah mengikuti survey ini.

Silahkan login dengan KG Media ID untuk melanjutkan survey Login

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Bos Bulog Yakin Temukan Bukti Adanya Praktik Mafia Beras...

Saat Bos Bulog Yakin Temukan Bukti Adanya Praktik Mafia Beras...

Whats New
Rp 4,96 Triliun Modal Asing Masuk RI Selama Sepekan

Rp 4,96 Triliun Modal Asing Masuk RI Selama Sepekan

Whats New
Indonesia Sudah Punya 111 Kawasan Industri, Totalnya 108 Ribu Hektare

Indonesia Sudah Punya 111 Kawasan Industri, Totalnya 108 Ribu Hektare

Whats New
Bos Food Station Optimis Harga Beras Medium Bisa Ditekan di Bawah Rp 9.000 per Kg

Bos Food Station Optimis Harga Beras Medium Bisa Ditekan di Bawah Rp 9.000 per Kg

Whats New
Penjelasan PT Timah soal Kecelakaan Tambang yang Menewaskan 2 Pekerja

Penjelasan PT Timah soal Kecelakaan Tambang yang Menewaskan 2 Pekerja

Whats New
BUMN Virama Karya Buka 6 Lowongan Kerja, Pendaftarannya Ditutup 10 Februari 2023

BUMN Virama Karya Buka 6 Lowongan Kerja, Pendaftarannya Ditutup 10 Februari 2023

Work Smart
Leadership Development Program, Upaya Elnusa Persiapkan Pemimpin Masa Depan

Leadership Development Program, Upaya Elnusa Persiapkan Pemimpin Masa Depan

Whats New
RI Jadi Tuan Rumah WWF Ke-10, Luhut: Ini Langkah Baik

RI Jadi Tuan Rumah WWF Ke-10, Luhut: Ini Langkah Baik

Whats New
Kegiatan Sail Teluk Cenderawasih Diharap Dapat Menarik Investor untuk Pembangunan Daerah

Kegiatan Sail Teluk Cenderawasih Diharap Dapat Menarik Investor untuk Pembangunan Daerah

Whats New
PT Pegadaian Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Dibutuhkan

PT Pegadaian Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Dibutuhkan

Work Smart
Pegadaian Buka Lowongan Kerja hingga 11 Februari 2023, Simak Kualifikasinya

Pegadaian Buka Lowongan Kerja hingga 11 Februari 2023, Simak Kualifikasinya

Work Smart
Usai Dipanggil Jokowi, Bos Bulog Gelontorkan 10.000 Ton Beras Impor

Usai Dipanggil Jokowi, Bos Bulog Gelontorkan 10.000 Ton Beras Impor

Whats New
Ekonom UI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,19 Persen di 2022

Ekonom UI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,19 Persen di 2022

Whats New
Kementerian PUPR Bantah Wisma Atlet Kemayoran Mangkrak

Kementerian PUPR Bantah Wisma Atlet Kemayoran Mangkrak

Whats New
Apakah BI Bakal Ikut The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi?

Apakah BI Bakal Ikut The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+