Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/11/2022, 18:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring bertambahnya opsi belanja lewat sosial media seperti TikTok tidak membuat jumlah penjual atau seller nakal berkurang.

Oleh sebab itu pemain platform belanja digital harus memiliki siasat agar bisa mencegah masuknya seller nakal.

Head of SMB TikTok Indonesia, Pandu Nitiseputro membeberkan cara mereka untuk mencegah masuknya seller nakal di platform TikTok.

Salah satunya adalah dengan membuat perjanjian regulasi terkait aturan main jual beli online di TikTok yang harus dipatuhi seller.

Baca juga: 11.11 Grand Sale Banjir Pesanan, Begini Tip Sukses Jualan di TikTok Shop dari Merchant dan Kreator

“Ketika mendaftar itu harus sepakat soal terms and condition, community guidline, dan lainnya. Kita buat kesepakatan itu sama si sellernya,” ujar Pandu saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/11/2022).

Cara kedua disebutkan dia adalah pihaknya menyediakan sarana informasi dan komunikasi untuk para seller.

Dia mencontohkan, ketika akun seller mengiklankan produk yang melanggar aturan, maka pihaknya akan mensosialisasikan kepada seller terlebih dulu.

“Misalnya ada iklan yang enggak boleh nih, mengandung gambar atau visual tertentu. Nah itu belum diterima, dan nantinya akan diperbaiki, dan seterusnya,” jelas dia.

Baca juga: Perusahaan Kuliner Seleb TikTok Ini Raih Pendanaan Awal 1 Juta Dollar AS

Sementara itu, Owner Bio Herbal sekaligus merchant di TikTok Shop Arbert mengatakan, kurasi yang dilakukan TikTok terhadap seller yang ingin berjualan di platform tersebut, terbilang paling ketat diantara platform lain.

Dia menjelaskan, ketika para seller ingin mendaftar, harus mengikut sertakan KTP. Tujuannya, dipaparkan dia, ketika seller kedapatan melakukan kesalahan atau tidak sesuai dengan perjanjian, maka KTP tersebut akan diblokir yang artinya seller tidak bisa lagi mendaftar untuk berjualan di TikTok.

"KTP menjadi syarat untuk membuat akun agar bisa berjualan. KTP ini juga harus terhubung ke rekening bank kita. Jadi ketika akun melanggar aturan, KTP itu juga otomatis terblokir, nah itu susah lagi," ungkap Albert.

Baca juga: 4 Jurus Jitu Kreator Hasilkan Cuan Saat TikTok Shop 9.9 Big Sale

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+