Luhut Minta Dana Ganti Rugi Tumpahan Minyak Montara Dikelola secara Profesional

Kompas.com - 24/11/2022, 18:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, PTT Exploration and Production (PTTEP) Australasia akan membayarkan 192 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 2 triliun lebih atas ganti rugi tumpahan minyak Montara di Laut Timor yang merugikan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kemarin dari PTTEP dari Thailand sudah berikan pembayaran ke tuntutan pengadilan. Mereka akan membayar 192,5 juta dollar Australia atau 129 juta dollar AS. Ini full dan final settlement untuk class action. Ini menurut saya pembelajaran buat kita seluruh dunia, siapapun dia, masalah lingkungan ini masalah yang penting," katanya dalam konferensi pers secara hybrid, Kamis (24/11/2022).

Pasalnya, kasus tumpahan minyak di Montara ini sudah berjalan lebih dari 13 tahun sejak kejadian. Selanjutnya, dana ganti rugi itu, Luhut mengusulkan agar dikelola secara benar dengan membentuk koperasi bagi nelayan di NTT.

Baca juga: Luhut Kesal Perkara Tumpahan Minyak Montara di NTT Tak Kunjung Tuntas

"Jadi ini baru kompensasi kepada nelayan-nelayan kita. Yang saya minta yang 129 juta dollar AS ini nanti bisa dikelola dengan benar. Yang diberikan kepada nelayan dan keluarganya mungkin sekitar berapa ribu dollar AS langsung ditransfer ke akun masing-masing (nelayan dibukakan akun bank oleh pemerintah)," jelas Luhut.

"Tapi saya tadi juga usul kepada Pak Purbaya, Pak Ferdi dan Pak Alue mungkin mereka dibuatkan koperasi nelayan untuk dikelola secara profesional. Nanti kita bisa asistensi supaya jangan uangnya itu nanti hilang," sambung dia.

Mantan Jenderal Satgas Tempur Kopassus ini pun menegaskan kepada seluruh dunia agar tidak bermain-main dengan Indonesia. Terutama mengenai lingkungan.

"Kedua, mengenai lingkungan, saya serahkan Pak Alue. Jangan orang pikir enaknya saja, jadi orang luar ini melihat Indonesia bisa dibodoh-bodohin gitu, tidak. Kita semua aturan standar internasional berlaku, kita impose di sini, tidak boleh main-main. Tapi kita juga tidak boleh ngarang, ngawur, menuntut yang tidak benar. Semua harus proporsional dengan data yang benar," ucap Luhut.

Baca juga: Hadapi Ancaman Resesi, Pengusaha Pelayaran: Tetap Optimistis dan Waspada


Dalam pemberitaan Kompas.com pada 24 Juni 2021, seorang petani rumput laut dari Pulau Rote, Daniel Sanda melakukan class action (tindakan tuntutan). Dia juga mewakili ribuan petani dari daerah Rote dan Kupang, melawan perusahaan pencemar, PTTEP Australasia.

Kemudian pada Maret 2021, Pengadilan Federal Australia menyatakan, PTTEP Australasia berutang kepada Daniel Sanda. Pengadilan Australia menyatakan, minyak tumpah dari sumur Montara telah mencapai wilayah tertentu di Indonesia, termasuk wilayah tempat Daniel Sanda menanam rumput lautnya.

Pengadilan pun memutuskan Daniel Sanda berhak atas ganti rugi. Namun, tumpahan tersebut bukan hanya milik Daniel Sanda, tapi juga berdampak pada petani rumput laut dan nelayan di 13 kabupaten/kota di NTT. Sehingga, pihaknya akan terus mengupayakan penyelidikan dan pendampingan lebih lanjut bagi para nelayan dan pembudidaya rumput laut di wilayah-wilayah tersebut.

Baca juga: Soal Kepulauan Widi Dilelang, Jubir Luhut: Pulau Kecil di Indonesia Tidak Bisa Dimiliki oleh Pihak Manapun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.