Kompas.com - 25/11/2022, 14:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam beberapa minggu terakhir, fenomena perusahaan yang mengambil kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan menjadi sorotan. Langkah PHK ini tidak hanya diambil oleh perusahaan-perusahaan luar negeri, tetapi juga terjadi di dalam negeri.

Mayoritas dari keputusan PHK tersebut dilandaskan faktor efisiensi yang terpaksa diambil dengan tujuan memastikan keberlangsungan bisnis. Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS), selama kuartal III-2022 pertumbuhan ekonomi Indonesia menembus angka 5,72 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan ini diharapkan menjadi salah satu fondasi bahwa pada tahun depan, situasi akan membaik atau setidaknya jumlah PHK akan berkurang dibandingkan saat ini. Di tengah keadaan yang tidak pasti saat ini, ada baiknya kita juga melakukan persiapan yang bisa meminimalisasi risiko ke depannya, termasuk dari ancaman PHK.

Co-Founder dari Lifepal.co.id, Benny Fajarai memberikan tips persiapan kepada para karyawan ketika menghadapi ancaman PHK, sebagai berikut:

Baca juga: Sri Mulyani Heran, Ada Kabar Badai PHK, tapi Pajak Karyawan Malah Tumbuh

1. Miliki sampingan sebagai backup apabila penghasilan utama terhenti

Memiliki penghasilan sampingan merupakan salah satu cara cerdas untuk memastikan kondisi keuangan tetap terjaga di tengah berbagai ancaman. Penghasilan sampingan kemungkinan nilainya tidak sebesar penghasilan utama, tetapi bisa memberikan rasa aman dari ancaman seperti kehilangan pekerjaan karena PHK.

"Oleh karena itu, jangan tunda-tunda untuk mencari peluang dan mengambil kesempatan untuk memiliki penghasilan sampingan, meski nilainya dimulai dari kecil. Bahkan tidak menutup kemungkinan penghasilan sampingan ini tidak hanya bisa menjadi penyelamat dana darurat, tetapi bisa meningkatkan pundi-pundi tabungan," kata Benny dalam keterangan tertulis, Jumat (25/11/2022).

2. Sediakan dana darurat yang cukup

Apabila belum memiliki dana darurat, sangat disarankan untuk mulai merencanakan dan mengalokasikan dana tersebut. Dana darurat ini hanya boleh digunakan pada saat-saat darurat saja seperti kecelakaan atau sakit parah. Termasuk apabila kehilangan penghasilan secara mendadak, salah satunya karena PHK.

Rekomendasi jumlah dana darurat yang juga bervariasi, untuk kalian yang masih single atau tidak mempunyai tanggungan adalah sebesar 3-6 kali dari pengeluaran bulanan. Sementara untuk mereka yang sudah mempunyai keluarga, besar dana darurat yang dibutuhkan adalah 6-12 kali dari pengeluaran bulanan.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.