AP II Yakin Jumlah Penumpang Pesawat Capai 72 Juta Tahun Depan

Kompas.com - 25/11/2022, 19:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II) Muhammad Awaluddin meyakini jumlah penumpang pesawat bisa mencapai 72 juta orang pada 2023.

"Untuk tahun depan akan tembus kembali trafik penumpang di tahun 2023, batas psikologis baru yang ingin kita tembus adalah 70 juta (penumpang). Kita akan mencoba tembus diangka itu, persisnya di 72 juta (penumpang)," ucapnya di Jakarta, Jumat (25/11/2022).

"Tahun depan, regardless. Regardless saya sebut mengabaikan prediksi global resesi, ada prediksi kontraksi ekonomi, ada prediksi antisipatif terhadap pandemi yang belum berakhir, kami sudah membuat formulasi," sambungnya.

Baca juga: Kurangi Beban di Soetta, AP II Ingin Perluas Hub Penerbangan Umrah dan Haji di 2 Bandara

Meski begitu, AP II mengakui tak mudah bisa mencapai target 72 juta penumpang. Oleh karena itu, AP II berharap adanya dukungan dari berbagai pihak terkait, termasuk kolaborasi serta sinergi dari kementerian atau lembaga.

"Kami kembali lagi, ini tidak mudah. Perlu kerja keras dukungan regulasi, dukungan dari semua sektor, satu lagi syarat yang perlu dibangun adalah komitmen tentang sinergi dan kolaborasi sistem transportasi angkutan udara dan sektor kementerian atau lembaga yang menangani ini," ujar Awaluddin.

Di sisi lain, ia bersyukur hingga akhir tahun ini ada 20 bandara dikelola AP II. Sebelumnya sempat ada penundaan layanan penerbangan di beberapa daerah, seperti di Purbalingga dan Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

"Pada akhir tahun ini yang patut kita syukuri, 20 bandara itu hari ini kita bisa declare, semua statusnya in operation. Kalau sebelumnya, adakah bandara dalam tidak operation? ada di Purbalingga, Halim-Purbalingga hari ini sudah melayani penerbangan tiga kali seminggu. Kertajati ada, layani penerbangan umrah mulai 20 November," ucapnya.

Baca juga: Tiga Bandara AP II Layani 29 Penerbangan Kenegaraan Selama KTT G20

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Apa Itu Impor: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Jenisnya

Mengenal Apa Itu Impor: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Jenisnya

Earn Smart
Cara Mengambil Uang di ATM BCA dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Cara Mengambil Uang di ATM BCA dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Spend Smart
Pemerintah Tetapkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3 Persen

Pemerintah Tetapkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3 Persen

Whats New
Kemenhub Sebut Penetapan Tarif Ojol Akan Dialihkan ke Gubernur

Kemenhub Sebut Penetapan Tarif Ojol Akan Dialihkan ke Gubernur

Whats New
Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Rilis
Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Whats New
Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Whats New
Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Whats New
Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Whats New
Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Whats New
Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Whats New
Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Whats New
Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Whats New
BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

Whats New
PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.