Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PLN Hanya Gunakan 57 Persen Dana PMN Tahun Ini

Kompas.com - 28/11/2022, 16:41 WIB
Kiki Safitri,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memperkirakan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 5 triliun dapat terserap hingga akhir tahun 2022 sebesar 57 persen. Hal ini disampaikan Darmawan dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Senin (28/11/2022).

"Program kelistrikan PMN tahun anggaran 2022 tersebar di seluruh Indonesia. Prognosa penyerapan pada akhir tahun 2022 senilai Rp 2,87 triliun atau setara 57 persen. Selebihnya akan diserap pada tahun berikutnya," kata Darmawan.

Pada tahun 2022, PLN mengajukan PMN sebesar Rp 5 triliun yang sudah cair 100 persen dalam dua tahap yakni pada 24 Oktober dan 27 Oktober 2022.

Baca juga: PLN Gandeng Surveyor Indonesia Tingkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri

Alokasi PMN tersebut digunakan untuk pembangunan pembangkit energi baru terbarukan (EBT), mencakup membangun infrastruktur pembangkitan dengan sumber daya setempat berupa PLTA dan PLTP sebesar Rp 22 miliar.

Kemudian, dana PMN juga digunakan untuk pembangunan transmisi dan gardu induk di daerah terpencil dengan anggaran Rp 2,56 triliun.

Selanjutnya, untuk distribusi dan lisdes atau penyambungan pelanggan, serta mendukung daerah pariwisata super prioritas sebesar Rp 2,22 triliun.

"PMN digunakan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi PLN. Di tahun 2021, rasio elektrifikas (RE) PLN 97,26 persen, dengan PMN RE PLN meningkat menjadi 97,49 persen di Oktober 2022," jelas dia.

Baca juga: Belanja Modal PLN Terserap Rp 8,4 Triliun untuk UMKM Sepanjang 2022


Darmawan menargetkan, pada Desember 2022 RE PLN bisa mencapai 97,53 persen, dan di tahun 2023 mencapai 97,8 persen.

Darmawan juga mengatakan, alokasi PMN akan difokuskan pada daerah 37 untuk menciptakan titik-titik ekonomi baru. Selain itu juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di kawasan tersebut.

"Alokasi PMN di daerah 3T akan menghadirkan listrik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan akan menciptakan multiplier effect melalaui peningkatan penyerapan tenaga kerja, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan pelayanan sektor kesehatan, hasil produksi sektor industri, produktivitas sektor marine, dan produktivitas di sektor agrikultur," ujarnya.

Baca juga: Smelter Zinc Pertama di Indonesia Beroperasi, PLN Siap Pasok Listrik 39 MVA

Di tahun 2023, PLN mengajukan PMN sebesar Rp 10 triliun dengan alokasi pembangunan EBT mencakup PLTA, PLTS, PLTP, dan PLTM sebesar Rp 1,7 triliun.

Kemudian, untuk pembangunan transmisi dan gardu induk Rp 3,7 triliun, serta untuk distribusi dan lisdes sebesar Rp 4,48 triliun.

Baca juga: PLN Gandeng Amazon Kembangkan PLTS 210 MW di Indonesia

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Perputaran Uang Judi Online di RI sampai Rp 327 Triliun Setahun

Perputaran Uang Judi Online di RI sampai Rp 327 Triliun Setahun

Whats New
Bapanas Pastikan Konflik Israel-Iran Tak Pengaruhi Masuknya Komoditas Pangan yang Rutin Diimpor

Bapanas Pastikan Konflik Israel-Iran Tak Pengaruhi Masuknya Komoditas Pangan yang Rutin Diimpor

Whats New
Pasca Akuisisi BPR, KoinWorks Fokus Inovasi dan Efisiensi Tahun Ini

Pasca Akuisisi BPR, KoinWorks Fokus Inovasi dan Efisiensi Tahun Ini

Whats New
Lion Air Bantah 2 Pegawai yang Ditangkap Menyelundupkan Narkoba Merupakan Pegawainya

Lion Air Bantah 2 Pegawai yang Ditangkap Menyelundupkan Narkoba Merupakan Pegawainya

Whats New
Indofarma Akui Belum Bayar Gaji Karyawan Periode Maret 2024, Mengapa?

Indofarma Akui Belum Bayar Gaji Karyawan Periode Maret 2024, Mengapa?

Whats New
Pesetujuan KPR BSI Kini Hanya Butuh Waktu Satu Hari

Pesetujuan KPR BSI Kini Hanya Butuh Waktu Satu Hari

Spend Smart
Bank Sentral Inggris Diprediksi Pangkas Suku Bunga pada Mei 2024

Bank Sentral Inggris Diprediksi Pangkas Suku Bunga pada Mei 2024

Whats New
Cara Membuat Kartu ATM BCA Berfitur Contactless

Cara Membuat Kartu ATM BCA Berfitur Contactless

Work Smart
Pertanyaan Umum tapi Menjebak dalam Wawancara Kerja, Apa Itu dan Bagaimana Cara Jawabnya?

Pertanyaan Umum tapi Menjebak dalam Wawancara Kerja, Apa Itu dan Bagaimana Cara Jawabnya?

Work Smart
Menko Airlangga soal Kondisi Geopolitik Global: Belum Ada Apa-apa, Kita Tenang Saja...

Menko Airlangga soal Kondisi Geopolitik Global: Belum Ada Apa-apa, Kita Tenang Saja...

Whats New
Pasar Perdana adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Pasar Perdana adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Work Smart
Apa Dampak Konflik Iran-Israel ke Industri Penerbangan Indonesia?

Apa Dampak Konflik Iran-Israel ke Industri Penerbangan Indonesia?

Whats New
HUT Ke-35 BRI Insurance, Berharap Jadi Manfaat bagi Masyarakat

HUT Ke-35 BRI Insurance, Berharap Jadi Manfaat bagi Masyarakat

Rilis
Menperin Siapkan Insentif untuk Amankan Industri dari Dampak Konflik Timur Tengah

Menperin Siapkan Insentif untuk Amankan Industri dari Dampak Konflik Timur Tengah

Whats New
Respons Bapanas soal Program Bantuan Pangan Disebut di Sidang Sengketa Pilpres

Respons Bapanas soal Program Bantuan Pangan Disebut di Sidang Sengketa Pilpres

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com