Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bakal Ditinjau Jokowi, Pekerjaan Kavling Kawasan Inti IKN Nusantara Dimulai Januari 2023

Kompas.com - 28/11/2022, 21:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pekerjaan kavling dan land development di Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP) 1B dan 1C Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan dilakukan Januari 2023.

Ia mengatakan, hal tersebut dilakukan setelah mendapatkan informasi dari Presiden Joko Widodo terkait tingginya minat para investor di kawasan tersebut.

"Sekarang sudah mulai tender, Januari mungkin penandatanganan kontrak sudah bisa kerja. Nanti kuartal 3 bapak presiden sudah bisa bawa investor diarahkan kamu bikin rumah sakit di sini sudah ditunjukan tempatnya," kata Basuki saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2022).

Baca juga: Menteri PUPR: Minat Investasi di IKN Nusantara Naik 25 Kali Lipat

Basuki mengatakan, minat investor di IKN Nusantara semakin tinggi sejak dilakukannya market sounding oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

"Sudah banyak investor yang ingin investasi di IKN nanti yang ngurus otorita," ujarnya.

Baca juga: Indonesia dan Brunei Darussalam Bahas Kerja Sama Infrastruktur di IKN Nusantara

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo memerintahkan agar area-area di IKN Nusantara dibuka lagi untuk menampung minat investor yang sebelumnya tidak tertampung di KIPP.

Hal itu disampaikan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono usai mengikuti rapat bersama Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/11/2022).

Bambang mengungkapkan, minat investasi di IKN sangat tinggi terutama setelah dilakukan jajak pasar.

Baca juga: Inggris Jajaki Kerja Sama Peluang Investasi Bangun Infrastruktur di IKN Nusantara

"Setelah jajak pasar memang berkembang luar biasa minat para investor yang menghubungi kami sehingga hampir 40 kali, tepatnya 39 kali lipat dari area-area yang memang kita siapkan untuk investasi pada tahap pertama," ujar Bambang.

"Presiden memberikan arahan agar area-area di IKN dibuka lagi untuk menampung minat para investor yang tidak tertampung di wilayah 1A. Sekarang kita buka lagi 1B dan 1C istilahnya. Jadi total daerah dari KIPP itu akan kita langsung buka untuk para investor yang berminat," lanjutnya.


Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa pemerintah juga tidak hanya membuka peluang investasi di wilayah KIPP saja, melainkan juga di area lainnya.

Sejumlah wilayah tersebut antara lain wilayah pariwisata, pusat finansial dan ekonomi, wilayah pendidikan, hingga wilayah kesehatan.

"Jadi intinya tadi arahan beliau adalah membuka seluas-luasnya bagi para investor untuk bergabung dan sesegera mungkin membangun di kawasan IKN ini," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+