Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/11/2022, 18:11 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET) yang saat ini telah dibahas secara internal.

“Berdasarkan pembahasan di internal, pemerintah telah menyusun DIM RUU EBET sebanyak 574 nomor, dengan rincian 52 pasal diubah, 10 pasal tetap, dan 11 pasal baru,” kata Arifin dihadapan Komisi VII DPR RI, Selasa (29/11/2022).

Salah satu yang menjadi substansi dalam RUU EBT adalah aturan terkait dengan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Arifin mengatakan, pemerintah telah menyetujui pembentukan Majelis Tenaga Nuklir (MTN).

Baca juga: Soal Program Bagi-bagi Rice Cooker, Kementerian ESDM: Ini Bukan Saingan Kompor Listrik

“Pemerintah menyetujui pembentukan MTN, dan selanjutnya mengusulkan kewenangan MTN untuk pengkajian kebijakan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi, serta penyusunan rekomendasi kebijakan,” kata Arifin.

Arifin juga mengusulkan agar badan usaha yang membangun PLTN merupakan badan usaha yang memiliki kompetensi di bidang ketenaganukliran untuk kelistrikan. Sementara itu, galian nuklir tidak diatur dalam RUU EBET karena sudah diatur dalam UU Minerba.

“Pemerintah menyetujui substansi pembangunan PLTN, dan berlaku untuk PLTN dengan teknologi sebelum generasi ketiga,” ujarnya.

Baca juga: Risiko Ancaman Nuklir Makin Nyata, Luhut: Kita Siapkan Kontingensi


Arifin memaparkan, RUU EBET ini diharapkan dapat menyempurnakan regulasi di bidang EBET. Selain itu juga, RUU EBET diharapkan dapat melengkapi dan menyempurnakan regulasi di bidang EBET, dan memberikan landasan pengaturan untuk transisi energi dan peta jalan ekonomi hijau.

“RUU EBET itu juga diharapkan dapat mempercepat upaya pencapaian target bauran EBT tahun 2025, Nationally Determined Contribution (NDC) sebesar 32 persen di tahun 2030 dan pencapaian Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060,” kata dia.

Percepatan RUU EBET ini juga diharapkan dapat mendorong potensi EBET nasional yang besar, beragam, meningkatkan ketahanan, kemandirian energi, penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), serta menumbuhkan industri hijau.

Baca juga: Rusia Minat Bikin Pembangkit Nuklir di RI, Ini Jawaban Menteri ESDM

“Saat ini teknologi EBT sudah berkembang dengan cepat. Keekonomiannya semakin membaik dan kompetitif. Sudah saatnya kita memberi tempat yang besar pada pemanfaatan EBET yang melimpah dan tersedia di tanah air kita,” ujarnya.

Adapun beberapa substansi RUU EBET mencakup peta jalan transisi energi jangka menengah dan panjang, sumber EBT dan non-EBT, pembentukan Majelis Tenaga Nuklir (MTN), perizinan usaha melalui usulan adanya perizinan bursa EBT termasuk nuklir berbasis risiko.

Substansi RUU EBET juga termasuk, penelitian dan pengembangan EBT, pengaturan harga jual EBT, insentif dan dukungan fasilitas pengembangan EBT, sumber dana EBT, TKDN, pembinaan dan pengawasan, partisipasi masyarakat, perizinan usaha, kewajiban penyediaan EBET di wilayah usaha, serta konservasi energi.

Baca juga: Mengenal SWIFT, Senjata Non-Nuklir yang Bisa ‘Hancurkan’ Ekonomi Rusia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Liburan ke Singapura Tak Perlu Tes Covid-19, Aturan Penggunaan Masker Makin Longgar

Liburan ke Singapura Tak Perlu Tes Covid-19, Aturan Penggunaan Masker Makin Longgar

Whats New
IHSG Ditutup Melemah, Saham Teknologi Berguguran

IHSG Ditutup Melemah, Saham Teknologi Berguguran

Whats New
Pengetatan Moneter The Fed Belum Berakhir, Waspadai Pergerakan Kripto

Pengetatan Moneter The Fed Belum Berakhir, Waspadai Pergerakan Kripto

Whats New
Ingin Hemat 5,5 Miliar Dollar AS, Disney Umumkan PHK 7.000 Karyawannya

Ingin Hemat 5,5 Miliar Dollar AS, Disney Umumkan PHK 7.000 Karyawannya

Whats New
Pembangunan 2 Terminal di Sumut Telan Biaya Rp 43 Miliar

Pembangunan 2 Terminal di Sumut Telan Biaya Rp 43 Miliar

Whats New
Usul Otoritas Pengawas Koperasi, Teten: Saya Sudah Sampaikan ke Presiden Jokowi

Usul Otoritas Pengawas Koperasi, Teten: Saya Sudah Sampaikan ke Presiden Jokowi

Whats New
Pupuk Kaltim Gandeng GOKPL untuk Penuhi Pasokan Gas Bumi di Proyek Pabrik Urea Papua Barat

Pupuk Kaltim Gandeng GOKPL untuk Penuhi Pasokan Gas Bumi di Proyek Pabrik Urea Papua Barat

Whats New
Rekam Jejak Dwi Pranoto dan Filianingsih, Calon Deputi Gubernur BI yang Diusulkan Jokowi

Rekam Jejak Dwi Pranoto dan Filianingsih, Calon Deputi Gubernur BI yang Diusulkan Jokowi

Whats New
Dorong Kota-kota Besar Bangun LRT dan MRT, Jokowi: Kalau Tidak, Nanti Keduluan Macet

Dorong Kota-kota Besar Bangun LRT dan MRT, Jokowi: Kalau Tidak, Nanti Keduluan Macet

Whats New
Dari Aktivasi Kartu hingga Buka Blokir, Begini Cara Atur Kartu Kredit Melalui BCA mobile

Dari Aktivasi Kartu hingga Buka Blokir, Begini Cara Atur Kartu Kredit Melalui BCA mobile

BrandzView
Anggarkan Capex Rp 5,6 Triliun, Berikut Target Proyek Medco Energi Tahun 2023

Anggarkan Capex Rp 5,6 Triliun, Berikut Target Proyek Medco Energi Tahun 2023

Whats New
Resmikan 2 Terminal di Sumut, Jokowi Berharap Budaya Naik Angkutan Umum Dikembangkan

Resmikan 2 Terminal di Sumut, Jokowi Berharap Budaya Naik Angkutan Umum Dikembangkan

Whats New
Penyanyi Agnes Monica, Bos Traveloka, dan Anak Jokowi Masuk Daftar 40 Tokoh Muda Berpengaruh di Indonesia

Penyanyi Agnes Monica, Bos Traveloka, dan Anak Jokowi Masuk Daftar 40 Tokoh Muda Berpengaruh di Indonesia

Smartpreneur
Apakah Ekonomi Indonesia 2023 Bisa Tetap di Atas 5 Persen? Simak Pandangan Para Ekonom Ini

Apakah Ekonomi Indonesia 2023 Bisa Tetap di Atas 5 Persen? Simak Pandangan Para Ekonom Ini

Whats New
Cara Beli Tiket Kereta Api di Alfamart dan Indomaret

Cara Beli Tiket Kereta Api di Alfamart dan Indomaret

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+